Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Di Balik Sebuah Senyuman

Di Balik Sebuah Senyuman

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Cak Nun pernah mengatakan bahwa bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang kuat dan tegar! Bangsa ini telah kenyang dengan berbagai masalah rumit. Setelah mengalami penjajahan 3,5 abad dilanjutkan masa orde lama penuh perjuangan, diberi bencana ekonomi, bahkan hingga sekarang banyak aset bangsa dikuasai asing dan masyarakat malah terpecah belah karena pemilihan presiden, sehingga beberapa orang berpendapat jika Indonesia belum benar-benar merdeka. Namun yang menarik, dibalik semua permasalahan rumit tersebut, tidak pernah kita merasa sulit menemukan senyum tulus orang-orang di sekitar kita. Bangsa kita bukan bangsa yang mudah kehilangan ikhlasnya senyum karena musibah.

Kita bisa menyimpulkan dengan mudah bahwa senyum itu tidak selalu melambangkan kebahagiaan. Titik Puspa juga bertutur bahwa kupu-kupu malam yang legendaris itu pun kadang menangis di dalam senyuman. Tidak jarang pula ditemukan orang-orang yang selalu menampakkan senyum sebenarnya merupakan yang paling banyak cobaan dan musibah dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Mereka tentu memiliki sejuta alasan untuk jatuh dan merengut, namun mereka tetap memilih tersenyum apapun keadaannya.

Aku kagum dengan orang-orang ini. Memang menurut penelitian, otot yang digunakan untuk tersenyum lebih sedikit dibandingkan untuk cemberut sehingga tenaga fisik yang dibutuhkan hanya sedikit, namun ketahuilah bahwa tenaga hati untuk tersenyum tulus dalam segala keadaan merupakan hal besar yang tidak semua orang memilikinya. Pastilah ada kekuatan luar biasa dibalik senyuman itu.
Hingga akhirnya aku ketahui sedikit rahasia mereka. Pengalaman pahit para ahli senyum ini terlampau sakit mereka rasakan selama ini. Mereka sadar, akan lebih menyakitkan jika orang lain, lebih-lebih orang-orang di sekitar mereka, turut merasakan pahitnya.

Ya, senyuman itu muncul bukan hanya karena kebahagiaan, namun juga keinginan untuk membahagiakan orang lain.

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hanan Waskitha
Mahasiswa aktif Jurusan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada angkatan. Asal Sleman masih menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika FT UGM periode 2013-2014.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Senyum Ceria si Anak Pendiam