Home / Berita / Internasional / Asia / Demi Perangi Islam Politik, Penguasa Arab Berkoalisi dengan Israel

Demi Perangi Islam Politik, Penguasa Arab Berkoalisi dengan Israel

Demonstrasi menentang serangan Israel di Gaza (Noon Post)
Demonstrasi menentang serangan Israel di Gaza (Noon Post)

dakwatuna.com – Gaza. Walaupun dikecam di banyak belahan dunia akibat membombardir Gaza, tidaklah demikian yang dialami Israel di dunia Arab. Boleh dibilang saat ini Israel menjadi koalisi penting bagi para penguasa Arab dalam memerangi Islam politik pasca Musim Semi Arab.

Pada kasus-kasus sebelumnya, negara-negara Arab biasanya melakukan tekanan-tekanan kepada Israel untuk menghentikan serangannya atas Gaza. Namun hal itu tidak terjadi saat ini. Setelah keberhasilan menjatuhkan Presiden Mursi, Mesir memimpin koalisi negara-negara Arab (di antaranya Mesir, Yordania, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab) dalam melemahkan dan menghabisi Hamas. Koalisi inilah yang berada di balik kegagalan upaya penghentian serangan setelah berlangsung lebih dari 3 pekan.

Aaron David Miller, peneliti di Wilson Center, Washington, seperti dilansir Noon Post, Jumat (1/8/2014) kemarin, mengatakan, “Negara-negara Arab merasa takut dengan semakin kuatnya Islam politik. Sekalipun aku belum pernah melihat kondisi seperti ini. Banyak negara Arab diam dan membiarkan banyak kematian dan kehancuran terjadi di Gaza.”

Menurutnya, biasanya Mesirlah yang terdepan dalam upaya penghentian serangan di Gaza. Tapi kali ini, Hamas harus menerima kenyataan bahwa Mesir sekarang bukanlah Mesir yang dahulu. Dalam usulan proses penghentian serangan, Mesir menampung semua tuntutan Israel, dan sama sekali menolak tuntut Hamas. Bahkan Hamas disebut sebagai keras kepala ketika menolak usulan proses tersebut.

Banyak pihak menyebut usulan Mesir sebagai upaya untuk mematikan Hamas. Namun negara-negara Arab koalisi menyambut gembira dan memuji usulan tersebut. Raja Saudi, Abdullah, menelepon Abdul Fattah As-Sisi mendukung dan memuji usulan tersebut. Sama sekali tidak ada nada mengecam Israel. Dalam keterangan persnya di kantor kepresidenan Mesir disebutkan, “Telah terjadi penumpahan darah warga sipil di Gaza. Mereka harus membayar akibat terjadinya pertempuran bersenjata yang bukan merupakan kesalahan mereka.” Mereka malah menyalahkan Hamas, bukan Israel.

Khalid Al-Jundi, mantan penasihat diplomasi Palestina yang kini mengajar di Brookings Institution, mengatakan, “Sangat jelas adanya kesamaan kepentingan antara para penguasa Arab dan Israel. Mesir memerangi kekuatan Islam politik, sedangkan Israel memerangi para pejuang Palestina yang berafiliasi kepada gerakan-gerakan Islam.” (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 6,42 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta