Home / Berita / Analisa / Benarkah Google Adakan Polling di Situs “israel-vs-palestine.com” untuk Layanan “Google Earth”?

Benarkah Google Adakan Polling di Situs “israel-vs-palestine.com” untuk Layanan “Google Earth”?

Cuplikan situs israel-vs-palestine.com. (dakwatuna/hdn)
Cuplikan situs israel-vs-palestine.com. (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com Israel melakukan agresi militer ke Jalur Gaza, Palestina. Seiring dengan aksi penjajah tersebut, baru-baru ini beredar pesan berantai melalui berbagai aplikasi Instant Messaging (IM), seperti WhatsApp, LINE, dan BBM, yang berisi informasi terkait adanya polling Israel vs Palestina.

Pesan singkat tersebut memuat informasi bahwa Google telah mengadakan vote atau polling pada situs www.israel-vs-palestine.com/US/EN/vote untuk menentukan dan menempatkan Israel atau Palestina dalam peta di Google Earth. Pesan berantai tersebut juga menyebutkan posisi sementara hasil voting tersebut seraya meminta kita untuk turut andil dalam voting dan menyebarkan pesan singkat tersebut.

“Google telah mengadakan Vote untuk menentukan n menempatkan Israel atau Palestina dalam peta Google Earth. Posisi sementara ini 71% pd Israel. Tolong sebarkan Kbps semua untuk mendukung Palestina. Kita Cuma perlu click link di bawah ini, pilih bendera Palestina. Thanx atas sokongan n dukungannya. http://www.israel-vs-palestine.com/US/EN/vote”, tulis pesan berantai yang diterima penulis.

Google Earth sendiri merupakan salah satu layanan peta digital milik Google. Dengan layanan tersebut kita dapat melihat peta berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Palestina. Dan seperti diketahui, saat ini wilayah Palestina sedang dalam kondisi terjajah oleh Israel, hingga hanya menyisakan dua wilayah terpisah yang masih dikuasai Palestina, yaitu Tepi Barat (West Bank) dan Jalur Gaza (Gaza Strip).

Benarkah Google mengadakan polling di situs “israel-vs-palestine.com” untuk Layanan “Google Earth”?

Analisis

Saat penulis membuka situs www.israel-vs-palestine.com, di sana terdapat tulisan “Israel vs. Palestine. Share your opinion about Gaza Strip conflict!”. Lalu terdapat tulisan, “You are from Indonesia ID. You support: Israel – Palestina”, dengan disertai dua bendera Israel dan Palestina yang menunjukkan agar kita memilih salah satunya. Polling itu disebutkan dibuat oleh “admin” pada tanggal 27 April 2009. “Admin” di sini tidak diketahui, apakah maksudnya administrator dari pemilik situs tersebut, atau pengguna bernama “admin”. Tidak ada sama sekali tulisan atau gambar yang menunjukkan bahwa polling tersebut adalah untuk Google, atau oleh Google, atau dalam rangka salah satu layanan milik Google. Yang ada justru tulisan mengharapkan donasi untuk proyek “free-opinion.com” dengan tulisan “Donate to support the Free-Opinion.com project!”. Tulisan tersebut tepat berada di bawah bendera Palestina dan Israel yang merupakan “tombol” polling.

Dan pada bagian kiri atas situs tersebut terdapat logo bertuliskan “Free Opinion”, yang apabila kita klik maka akan mengarah ke alamat tautan http://www.free-opinion.com/ID/EN/. Yang menarik, di sebelahnya terdapat tulisan “Create your own poll!” yang apabila diklik akan mengarahkan kita untuk registrasi. Setelah registrasi maka kita dapat membuat polling yang kita inginkan. Ini artinya siapapun dapat membuat polling pada situs tersebut, sebagaimana penjelasan pada halaman FAQ di situs tersebut. Sebagaimana dugaan penulis, maka situs israel-vs-palestine.com juga dapat diakses melalui alamat: israel-vs-palestine.free-opinion.com

Jika ditelusuri kepemilikan domain tersebut, maka dapat diperoleh informasi bahwa domain Israel-vs-palestine.com sudah dibuat sejak tanggal 28 Desember 2008, atau 4 bulan lebih awal dari pembuatan polling di atas. Situs tersebut menggunakan IP address “91.121.118.73” yang menurut Robtex.com berlokasi di Perancis. Tidak ada satupun indikasi bahwa IP Address tersebut milik Google.

Jika ditelusuri nama domain tersebut menggunakan Google Trends, maka diperoleh informasi bahwa domain tersebut pernah “hits” pada tahun 2009. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi bahwa pesan berantai tersebut sudah pernah beredar sejak tahun 2009. Salah satunya ditunjukkan oleh sebuah postingan pada situs forum yang kontroversial, yaitu indonesia.faithfreedom.org. Pada postingan tertanggal 15 Januari 2009 tersebut tertulis, “Ada polling menarik tentang anda mendukung Israel atau Palestina disini: http://www.israel-vs-palestine.com/gz/. Jangan lupa isi komentarnya dan kalau bisa COPAS kesini. :D/”. Postingan tersebut dikirim oleh “Muhammad Pagi” dan sama sekali tidak menyebutkan bahwa polling tersebut dilakukan oleh Google.

Lalu jika ditelusuri lagi isi dari pesan berantai yang diterima penulis menggunakan mesin pencari, maka pesan berantai serupa sudah pernah beredar luas sejak tahun 2011. Dua di antaranya dimuat pada situs middleeastmonitor.com pada tanggal 7 Januari 2011 dan  okezone.com pada tanggal 8 Agustus 2011. Pada kedua situs itu disebutkan bahwa polling tersebut diklaim dilakukan oleh Google.

Selanjutnya dengan menggunakan layanan dari Alexa, maka dapat diperoleh informasi bahwa situs Israel-vs-palestine.com paling banyak dikunjungi dari Malaysia (35,7%), lalu Mesir, Aljazair, Maroko, dan Yordania. Entah ada hubungannya atau tidak, pesan berantai yang diterima penulis memang menggunakan beberapa kata yang sering digunakan dalam bahasa Malaysia, contohnya seperti “menyokong”. Kalau dalam bahasa Indonesia umumnya lebih sering menggunakan kata “mendukung”. Patut diduga bahwa pesan berantai yang diterima penulis asal muasalnya berawal dari Malaysia dengan sedikit modifikasi menjadi bahasa Indonesia.

Cuplikan dari aplikasi Google Earth yang menggambarkan peta Palestina yang terbagi dua akibat dijajah Israel, menjadi Tepi Barat dan Jalur Gaza. (dakwatuna/hdn)
Cuplikan dari aplikasi Google Earth yang menggambarkan peta Palestina yang terbagi dua akibat dijajah Israel, menjadi Tepi Barat dan Jalur Gaza. (dakwatuna/hdn)

Selanjutnya setelah ditelusuri pada situs resmi Google, tidak ada satu pun keterangan dari Google bahwa polling tersebut dilakukan oleh Google. Sebagaimana diketahui, Google umumnya selalu terbuka dalam hal-hal seperti ini.

Terakhir, setelah dibuka aplikasi Google Earth, maka nampak bahwa peta wilayah Palestina masih tertulis “Jalur Gaza” dan “Tepi Barat”, yang dipisahkan oleh wilayah yang dikuasai oleh Israel, dengan sebuah tanda bintang bertuliskan “Yerusalem” yang menandakan ibukota Palestina yang saat ini menjadi wilayah jajahan Israel.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Polling atau voting tersebut memang ada dan menginduk pada situs free-opinion.com yang mengharapkan donasi untuk proyek situs tersebut.
  2. Polling atau voting pada situs free-opinion.com tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa polling dilakukan oleh Google.
  3. Polling atau voting tersebut bukan dilakukan oleh Google dan tidak dilakukan untuk layanan Google Earth.
  4. Terdapat “distorsi informasi” atau “polusi informasi” pada pesan berantai bahwa polling tersebut dilakukan oleh Google untuk layanan Google Earth, dan belum diketahui siapa yang pertama kali menambahkan “distorsi informasi” atau “polusi informasi” tersebut sehingga menjadi sebuah hoax.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,11 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • jaka lodlod

    nice info, thanks

  • Faril Izzadi

    Di kala sayang terfikir perkara sebegini saya yakin pasti ada orang lain juga berfikiran seperti saya. Dengan Google juga saya membuat research dan terjumpa penulisan saudara, maka izinkan saya share artikel saudara.

Lihat Juga

Apple vs Google: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital