Home / Berita / Internasional / Asia / Gaza Bertahan Karena Dukungan Rakyatnya

Gaza Bertahan Karena Dukungan Rakyatnya

Ilustrasi. (mrdaniels.wordpress.com)
Ilustrasi. (mrdaniels.wordpress.com)

dakwatuna.com – Gaza. Sebuah gerakan perlawanan tidak mungkin berhasil tanpa rakyat yang memberikan dukungan, semangat dan membantu perjuangannya. Inilah yang terjadi di Gaza saat ini. Hamas dan gerakan perlawanan yang lain berhasil mendapatkan dukungan dari rakyat sipil Gaza.

Ahmad Mansur dari Aljazeera, menulis sebuah artikel tentang fakta ini di Palestine Times, Rabu (30/7/2014). Menurutnya, selama lebih dari 3 pekan, Gaza ternyata sangat solid menghadapi perang yang sangat tidak seimbang melawan Israel yang persenjataannya salah satu terkuat di dunia. Senjata dengan teknologi canggih itu tidak kuasa menghadapi kesolidan rakyat Gaza.

Jalan satu-satunya yang dilakukan Israel adalah menambah besar serangan pemusnahannya dengan harapan rakyat akan putus asa, sehingga menyalahkan Hamas dan menekannya untuk menghentikan serangan. Tapi rakyat Gaza tidaklah demikian. Karena sebelumnya, selama 8 tahun embargo mereka telah membuktikan kesabaran dan kesetiaannya kepada Hamas dan gerakan perlawanan lainnya. Saat ini mereka juga akan membuktikan hal yang sama. Bahkan lebih dari sebelumnya, karena harus banyak berkorban nyawa dan harta benda.

Hingga sekarang tidak ada warga Gaza yang mengungkapkan kekesalannya kepada Hamas, minimal melalui televisi atau media lainnya. Walaupun banyak ibu yang kehilangan buah hatinya, ayah yang kehilangan seluruh anggota keluarganya, istri yang kehilangan suaminya, bayi-bayi lucu yang lucu yang meninggal dengan tubuh penuh luka, dan sebagainya. Pemandangan-pemandangan seperti itu bisa dilihat di televisi setiap hari.

Bahkan salah seorang ibu yang baru saja kehilangan anak satu-satunya berkata kepada sebuah stasiun televisi, “Hai orang-orang Arab, orang-orang yang telah membiarkan kami menderita. Ketahuilah, kami tidak menginginkan bantuan kalian. Kami hanya butuh dukungan dari orang Palestina yang berada di Tepi Barat dan wilayah lain yang dijajah Israel (Palestina 48).”

Banyak juga korban luka-luka yang tidak mau dievakuasi ke Mesir dan memilih untuk tetap berada di Gaza. Karena ternyata badan intelijen Mesir yang bekerja sama dengan Israel menangkap dan menyiksa para pasien tersebut untuk mendapatkan informasi tentang terowongan dan tempat peluncuran roket Hamas yang sangat sulit ditemukan. (msa/dakwatuna/paltimes)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General