Home / Narasi Islam / Khutbah / Khutbah Idul Fitri / Khutbah Idul Fitri 1435H: Inti Ibadah Puasa Ramadhan Adalah Ketakwaan Kepada Allah SWT

Khutbah Idul Fitri 1435H: Inti Ibadah Puasa Ramadhan Adalah Ketakwaan Kepada Allah SWT

Ilustrasi. (lensaindonesia.com)
Ilustrasi. (lensaindonesia.com)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا
لآإله إلا الله و لا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لآإله إلا الله وحده صدق وعده و نصر عبده و أعز جنده و هزم الأحزاب وحده
لآإله إلا الله   الله أكبر  الله أكبر و لله الحمد
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَـذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللّهُ
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ  بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أشهد أن لآإله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
اللهم صلي على محمد و على آله و أصحابه و أنصاره و جنوده
و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
فقال الله تعالى في كتابه الكريم:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

dakwatuna.com Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Takbir, tahlil dan tahmid berkumandang tak henti dilantunkan oleh jutaan kaum muslimin di seluruh tanah air sejak semalam hingga pagi ini. Mengakui akan ke Maha Besaran Allah SWT, pemilik yang sebenarnya dari seluruh alam raya galaksi Bima Sakti. Mengakui akan ke-Maha Esaan Allah Azza wa  Jalla, Hanya Dialah satu-satunya Dzat Yang berhak untuk disembah. Mengakui akan Dzat satu-satunya yang boleh dan pantas untuk mendapat sanjungan, pujian dan seluruh kemuliaan.

Betapa nikmatnya ketika pada hari yang fitri, hari ini, 1 Syawal 1435 Hijriyah yang Allah SWT kembalikan kesucian hamba-hambaNya yang beriman, hamba-hambaNya yang menyucikan dirinya sebulan penuh melalui shalat fardhu yang dawam/kontinyu yang dilengkapi dengan shalat-shalat sunnah seperti : shalat sunnah rawatib, tarawih, dhuha, qiyamullail dsb.

Proses penyucian jiwa melalui puasa fardhu di bulan Ramadhan, melalui dzikir yang terus-menerus seperti mengucap kalimat tauhid yang sempurna, Laa ilaaha illallah, istighfar, subhanallah, walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar, juga melalui tadarus Al-Quran sehingga berhasil mengkhatamkannya yang diiringi dengan pengajian makna dan tafsirnya dan bersemangat untuk melaksanakan perintah-perintahnya dan bersemangat pula untuk menjauhi larangan-larangannya.

Juga penyucian diri dan proses pendekatan hamba-hambaNya kepada Allah SWT melalui I’tikaf pada sepuluh hari terakhir secara penuh atau sebagian di malam-malam ganjil sembari menantikan datangnya lailatul qadar, malam yang diturunkannya Al-Quran, malam yang diturunkannya para malaikat bersama malaikat Jibril alaihissalam, malam yang anugerah pahalanya melebihi seribu bulan atau melebihi 83 tahun.

Dalam suasana yang bergembira, di hari raya yang fitri, alangkah indahnya jika kita berkumpul dengan orang-orang yang kita kasihi, orang-orang yang kita cintai seperti: kedua orang tua kita, Ibu dan Bapak kita, istri yang setia, anak-anak yang menyejukkan pandangan mata kita, saudara-saudara kita, karib kerabat kita, keluarga besar kita, tetangga kita yang dekat dan yang jauh dan handai taulan kita. Saling mencintai karena Allah SWT, saling memaafkan satu sama lain, saling berbagi, saling mendukung dan menolong dalam suka dan duka.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Tetapi kita di sini, pada hari yang fitri ini, hari yang suci ini, hari raya ini,  jauh dari orang-orang yang kita kasihi, orang-orang yang kita cintai, jauh dari keluarga kita, keluarga  besar kita yang justru kita di sini untuk bekerja, sedang melaksanakan amanat, sedang piket dan melaksanakan tugas demi orang-orang yang kita cintai, demi memenuhi kebutuhan orang-orang yang kita kasihi, demi keluarga kita agar kita dan mereka dapat hidup layak, hidup tercukupi, dapat beribadah dengan tenang dan dapat melahirkan generasi yang lebih baik dari kita, para orang tuanya.

Janganlah bersedih hati, sesungguhnya kita berada di sini di DSLNG, Uso, Batui bekerja, berjuang untuk keluarga kita. Orang yang bekerja sungguh dipuji oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Ketahuilah, Islam begitu menghargai orang-orang yang bekerja, begitu bersemangat mencari ma’isyah/penghidupan demi keluarga yang dicintai. Tersebutlah kisah, pada suatu hari Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabatnya selepas shalat fardhu. Tiba-tiba ada seorang pemuda tampan dan gagah memohon izin kepada Rasulullah SAW untuk keluar dari masjid dan meneruskan pekerjaannya. Lalu ada salah satu sahabat yang berkomentar,

”Aaahh, sayang sekali, alangkah baiknya jika pemuda itu bergabung dengan kita untuk bersama-sama berjihad. Kita mendapatkan tenaga tambahan dari pemuda gagah itu.” Kemudian Rasulullah SAW mengomentari komentar sahabatnya,

“Janganlah engkau berkata demikian. Jika pemuda itu bekerja demi menolong ibundanya yang telah jompo, sesungguhnya dia telah berjihad fi sabilillah/berjuang di jalan Allah SWT. Jika pemuda itu bekerja dan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, kebutuhan putra-putrinya yang masih kecil, itupun sama dengan berjihad di jalan Allah SWT.”

Pada suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan Saad bin Mu’adz Al-Anshori yang tengah menggarap ladangnya dengan tangan yang lecet-lecet dan hitam terkena sinar mentari. “Kenapa tanganmu wahai Sa’ad ? Tanya Rasulullah SAW. Sa’ad menjawab,” Tanganku lecet-lecet dan terbakar sinar matahari karena menggarap ladangku ya Rasulullah SAW.” Untuk apa engkau melakukan ini wahai Sa’ad ?” Untuk memenuhi ma’isyah/penghidupan keluargaku Wahai Rasulullah SAW.” Rasulullah SAW langsung mencium tangan Sa’ad sambil berkata,”Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Bahkan pekerjaan kita, prestasi kita disaksikan oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman,

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS At-Taubah 9:105)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Orang-orang yang beriman di sisi Allah SWT memiliki penghargaan yang luar biasa. Terkadang kita bertanya: untuk apa kita beriman ? Berapa harga iman kita ? Sebab sekarang orang menghargai orang lain dari segi jabatan, kedudukan, status sosial bahkan dari kekayaan/materi. Ternyata HARGA IMAN kita sangat mahal. Very expensive. Cobalah tengok firman Allah SWT di bawah ini:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi,walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” (QS Ali Imran: 3:91)

Oleh karena itu, berbahagialah wahai orang-orang yang beriman, harga iman kalian lebih mahal dan lebih baik dari emas sepenuh bumi. Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim, dalam keadaan beriman kepada-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Seluruh rangkaian dan daur ibadah berujung pada kemuliaan di sisi Allah SWT. Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT adalah orang-orang yang bertakwa. Seluruh manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk taat dan tunduk dalam beribadah kepada-Nya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)

Shalat 5 (lima) kali sehari semalam yang diikuti dengan shalat sunnah rawatib yang berjumlah 10 sampai 12 rakaat, shalat sunnah dhuha, shalat sunnah qiyamullail dan shalat Jum’at setiap pekan serta Ramadhan merupakan ibadah yang mampu membersihkan jiwa kita dari kekotoran, kesalahan dan mampu menghapuskan dosa-dosa kecil.

والصلوات الخمس، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهن، إذا اجتنبت الكبائر “. رواه مسلم

“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at yang lain, Ramadhan ke Ramadhan yang lain mampu melebur dosa-dosa yang ada di antaranya selama dijauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim)

Puasa di bulan Ramadhan yang diikuti dengan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, puasa sunnah Senin-Kamis yang biasa Rasulullah lakukan dan puasa sunnah 3 hari ayyamul bidh pada tanggal 13-14-15 tengah bulan hijriyah mampu menghilangkan kedengkian hati dan membuat lapang dada.

صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ. رواه أحمد

“Puasa di bulan sabar dan puasa 3 hari setiap bulan akan menghilangkan kedengkian dalam dada”.(HR Ahmad)

Puasa di bulan Ramadhan menghantarkan kita menjadi orang-orang yang bertakwa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah 2:183)

Target puasa yang lainnya adalah menjadi lebih dekat kepada Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah 2:186)

Mereka senantiasa merasa selalu dekat dengan Allah, selalu merasa di awasi oleh Allah. Karena Allah SWT lebih dekat dari urat leher kita,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS Qaf 50: 16)

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS Qaf 50:17)

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf 50:18)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Level tertinggi setelah kenabian adalah ketaqwaan. Orang-orang bertakwa memiliki keistimewaan dan jaminan dari Allah SWT. Ada 5 jaminan Allah di dunia :

1. Dijamin oleh Allah akan diberikan jalan ke luar (way out) dari setiap problemnya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” (Ath-Thalaq 65: 2)

2. Dijamin akan diberikan rizki dari tempat yang tak disangka-sangka atau tidak diduga-duga. Juga jika berserah diri kepada-Nya tentu akan dicukupkan kebutuhannya.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Ath-Thalaq 65: 3)

3. Allah akan memudahkan segala urusannya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq 65:4)

4. Allah akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahannya. Juga diberikan ganjaran yang besar.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (Ath-Thalaq 65:4)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamd,Jamaah shalat Idul Fitri Rahimakumullah…

Jelaslah bagi kita, jika ingin memperoleh kebahagiaan di dunia jadikan diri kita orang-orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan jika kita ingin memperoleh kebahagiaan di akhirat berupa surga-Nya, pastikan diri kita adalah orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Firman Allah SWT di dalam surat Ali Imran ayat 133 dan 134:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Adapun ciri-ciri orang yang bertakwa di antaranya ada 3:

1. Orang yang peduli (care) kepada orang lain.

ﻣﺎ ﻧﻗﺺ ﻣﺎﻝ ﻣﻥ ﺻﺩﻗﺔ ﺑﻝ ﻳﺰﺩﺍ ﺩ  ﺑﻝ ﻳﺰﺩﺍ ﺩ

“Harta kita tidak akan berkurang karena bersedekah, ia justru akan bertambah dan terus bertambah”

2. Orang yang mampu menahan diri (sabar). Mampu dan lulus dalam setiap ujian yang diberikan kepadanya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

3. Orang yang mempunyai sifat pemaaf

Semua sifat-sifat mulia ini adalah milik orang-orang yang bertakwa. Orang yang paling bertakwa adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, tabi’in, tabi’it-tabi’in dan orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh Allah SWT hingga akhir zaman. Semoga kita yang hadir seluruhnya di sini beserta keluarga kita dan seluruh keturunan kita adalah ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi orang-orang yang bertakwa. Amin Ya Mujibas-sailiin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dedy Martoni, SPd. MSi.
Lahir di Jakarta dan telah dikaruniai Allah 7 putra dan 1 putri. Latar belakang pendidikan dari S1 FIP IKIP Jakarta (1990), dan S2 Administrasi Publik STIA YAPPAN (2007). Saat ini bekerja sebagai Dirut Edutraco Mitra Utama dan sebagai owner Azhari Islamic School di Lebak Bulus. Dalam berorganisasi, pernah diamanahkan sebagai Ketua Brigade PII Pengurus Wilayah, Ketua Forsil SDIT Se-Indonesia, dan Ketua JSIT Indonesia. Moto hidupnya adalah "Mencari Kemuliaan di Sisi Allah SWT dengan Iman, Ilmu, dan Prestasi".

Lihat Juga

Ilustrasi. (wallpapermania.eu)

Khutbah Idul Adha 1437 H: Kebahagiaan Adalah Hasil Perjuangan dan Pengorbanan

Organization