Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jangan Gugat Israel!

Jangan Gugat Israel!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (aljazeera.com)
Ilustrasi. (aljazeera.com)

dakwatuna.com Kalau kau takut timah panas yang menembus kening tak memeduli tuan. Bukankah kau masih punya anak dan istri, sanak saudara dan kerabat, harta-harta yang mungkin tak seberapa tapi berharga? Menggugat Israel berarti mengantarkan nyawa cuma-cuma. Bukankah kau lebih mencintai hidup daripada kematian. Rasa takut berlebihan pada kematian akan membuatmu bungkam akan keadilan dan kebenaran. Padahal Palestina tak butuh ragamu yang ringkih tanpa kekuatan ruh. Mereka hanya butuh empati. Itu saja. Lagipun rasa empati itu bukan untuk serdadu militan Izzudin Al-Qassam. Cukup kau berikan pada masjid Al-Aqsha yang mulai hilang rupa.

Kau takut kematian? Padahal sejatinya kau telah mati. Mati rasa karena hatimu tak lagi peka pada derita muslim Palestina. Hatimu telah mati meski ragamu berjalan melenggang di bumi damai ibu pertiwi. Kau layaknya mayat berjalan. Yakinlah, tak ubahnya fajar yang hadir setelah pekatnya malam terlampaui, begitulah Palestina akan tegak berdiri saatnya nanti meski tanpamu. Tapi yang paling menyedihkan adalah saat kau ditanya di yaumil akhir nanti tentang apa yang telah kau perbuat untuk menjaga kiblat suci umat Islam pertama – Al-Aqsha, apa yang kan kau jawab? Sedangkan setetes air mata tak pernah mengalir di pipi halusmu. Sedekah dan infaq yang diberipun tak seberapa dan barangkali terpaksa. Kerap pula kau latah membebek media sesat menyalahkan Palestina.

Jangan Gugat Israel! Biarkan gedung-gedung itu roboh. Biarkan anak-anak Palestinanya terkapar menjemput maut di ujung senapan serdadu bengis nan pengecut. Biarkan raungan tangisan ibu-ibu mengiringi kepergian para putra-putri mereka. Biarkan para bapak dipukuli, dibakar, serta ditanam hidup-hidup di tanah panas berpasir. Kesalahan terbesar mereka adalah memilih untuk tetap beriman pada Allah. Harusnya mereka sepertimu yang berpura-pura saja beriman. Ikuti saja kemauan mereka kaum pembangkang para Rasul, tak akan ada pertikaian bukan? Jikapun harus menggadaikan agama untuk mengamankan diri, lakukan saja itu, begitu kan?

Jangan gugat Israel! Lebih baik salahkan saja Palestina. Kenapa mereka begitu kokoh dan tegar. Kenapa mereka begitu rindu akan kesyahidan. Jangan gugat Israel! Lebih baik tangisi kepergian nuranimu. Jangan gugat Israel! Gugat saja kekeringan jiwamu. Jangan gugat Israel! Jika jiwamu pengecut! Jangan gugat Israel! Bukankah cinta adalah kosakata yang telah lama hilang.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (43 votes, average: 8,74 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

DC Habibillah
Dokter Gigi Muda pada RSGM Unsyiah Banda Aceh. Ketua Umum Badan Badan Koordinasi HADIS Seluruh Indonesia (BKHSI)

Lihat Juga

Yusri saat diwawancarai wartawan soal gugatan Rp100 miliar. (Danar Dono - VIVA.co.id)

Kenapa Ibu Ini Gugat Ahok Rp100 Miliar?