Home / Berita / Internasional / Asia / Percepat Distribusi Bantuan, ACT Kembali Kirim Relawan ke Gaza

Percepat Distribusi Bantuan, ACT Kembali Kirim Relawan ke Gaza

Relawan-relawan lokal ACT rutin mendisribusikan food parcels. (lingga/act)
Relawan-relawan lokal ACT rutin mendisribusikan food parcels. (lingga/act)

dakwatuna.com – Jakarta. Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan relawannya ke Gaza, Palestina. Yang diberangkatkan adalah Mohamad Riadz Hashim, pimpinan kantor cabang ACT di Malaysia. Riadz terbang hari Senin (21/7/2014), berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Riadz akan masuk ke Gaza melalui Mesir.

Sementara itu, relawan ACT yang masuk melalui Yordania, Andhika Purwo Swasono terus melakukan lobi ke Kedubes RI di Yordan serta berkomunikasi dengan LSM Kerajaan Yordania, melakukan aksi-aksi sinergis menyalurkan bantuan yang diperlukan warga Gaza, Palestina.

Seperti yang telah diberitakan, serangan Israel sangat sporadik dan tidak mengenal sasaran. Meski mereka mengklaim mengincar para pejuang Hamas. Namun pada kenyataannya 70 persen korban adalah rakyat sipil. Lebih dari 500 korban syahid di Gaza. Ini mengharuskan rakyat Gaza siap sedia menghadapi serangan kapan dan di mana saja.  Untuk itu, bantuan dalam bentuk apapun sangat berguna untuk warga Gaza.

Program ACT di Gaza

Dalam situasi tak menentu di Gaza, ACT berprinsip bagaimana bantuan yang penting cepat masuk dan diterima oleh warga Gaza yang saat ini sudah pasti sangat membutuhkan keperluan-keperluan yang bersifat darurat (emergency).

Sejumlah relawan lokal ACT di Kota Gaza sangat kooperatif dan cepat memperbaharui dan mengirim informasi terkait kebutuhan-kebutuhan emergency bagi warga Gaza yang jadi korban serangan Israel.

“ACT telah mendistribusikan bantuan setidaknya dalam empat bentuk yaitu paket bahan makanan pokok, paket kesehatan dan P3K, bantuan kursi roda untuk korban terluka, dan bantuan dana untuk sewa rumah,”kata Senior Vice President ACT, N. Imam Akbari, Selasa (22/7/14).

Paket bantuan bahan makanan pokok langsung diberikan ke warga yang membutuhkan, terutama mereka yang menjadi korban kebrutalan Israel. Bahan makanan sangat sulit diperoleh di Gaza mengingat sampai saat ini wilayah Gaza masih diblokade total oleh Israel. Dengan adanya serangan Israel, kesulitan bahan makanan semakin menjadi-jadi. Oleh sebab itu, distribusi bantuan bahan makanan menjadi prioritas utama.

Relawan-relawan lokal ACT rutin mendisribusikan food parcels, serta membuka dapur umum (feeding center) di Kota Gaza untuk mempercepat dan memperbanyak penerima manfaat paket pangan untuk buka dan sahur warga Gaza.

“ACT diminta menyediakan perangkat masak dalam jumlah besar untuk dipakai sejumlah titik di Jalur Gaza. Dapur umum dipastikan akan terus berlanjut pasca Ramadhan,”kata dia.

Adapun bantuan health care ACT ditujukan untuk pertolongan pertama saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Bantuan berupa perangkat medis ini telah disalurkan dalam bentuk paket obat-obatan untuk keluarga.

Selain health care, ACT juga mendistribusi bantuan kursi roda untuk mereka yang menjadi korban agresi militer Israel. Banyak dari mereka yang terluka parah hingga mengalami disfungsi tangan, kaki, dan sebagainya sehingga mereka harus menggunakan kursi roda.  Bantuan kursi roda ini disalurkan ACT pada 20 Juli 2014 lalu kepada Rumah Sakit Al-Shifa’a Hospital, Gaza City. Pembagian dilakukan dengan cara diantar langsung oleh relawan lokal mitra ACT di Kota Gaza, Palestina.

“Kami perkirakan, menilik korban yang luka, ada ratusan atau ribuan pasien korban serangan Zionis yang membutuhkan kursi roda. Dan berapa pun nanti yang dibutuhkan, insya Allah, akan kami sediakan,“ kata Imam.

Imam Akbari mengatakan pembagian dilakukan dengan cara bertahap, dengan pertimbangan keamanan dan efektivitas distribusi karena pembagian dilakukan door to door, demi pemuliaan pasien dan keluarganya.

“Mereka sedang kesusahan, jadi jangan sampai mereka mengambil sendiri bantuan yang kami distribusikan,” ujar Imam.

ACT juga menyalurkan bantuan kepada warga Gaza berupa dana tunai untuk menyewa rumah selama enam bulan. Dana ini bisa digunakan banyak KK di Gaza sebagai rumah tinggal sementara. Seperti yang telah diberitakan, Israel selalu menyasar lokasi yang dianggap tempat penembakan roket pejuang Palestina, padahal belum tentu. Kenyataan ini menyebabkan banyak bangunan menjadi sasaran roket Israel. Tak ayal banyak rumah yang hancur total. Sejauh ini setidaknya sudah 2037 rumah hancur, dengan 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian.

Selain empat program di atas, ACT juga akan mendistribusikan program Pakaian Lebaran Untuk Anak-Anak Gaza dan 50 Ton Gandum. Program ini akan terlaksana dalam beberapa hari ke depan.

“Dengan dukungan dari masyarakat Indonesia, ACT terus berupaya melakukan yang terbaik bagi aksi kemanusiaan. Program-program tersebut bukanlah pertama dan terakhir, tetapi rangkaian dari aksi kepedulian yang membangkitkan kemanusiaan kita,”kata dia.  (lingga/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Media Relations Directorate Aksi Cepat Tanggap

Lihat Juga

Tunaikan Ibadah Haji, Ismail Haniyah Tinggalkan Gaza