Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Menjadi Istri Peradaban

Menjadi Istri Peradaban

Ilustrasi. (quran-the-truth.blogspot.com)
Ilustrasi. (quran-the-truth.blogspot.com)

dakwatuna.com Yakinlah, ada sumber energi dahsyat yang selalu membuat para lelaki sejati mengisi hidup mereka dengan semangat menggelora. Sumber energi itu adalah para istri mereka. Seorang istri adalah penawar dahaga disaat tubuh lelah berjelaga. Ketika diri buntu menghadapi kilah dan ulah dunia, istrilah yang menjadi jalan keluarnya. Saat memandang wajah cantiknya, mendengar merdu suaranya, semangat para suami yang meredup spontan berdegup.

Terdapat sebuah kenikmatan yang lebih bersifat indrawi ketimbang maknawi dalam hubungan suami dan istri. Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang telah menautkan cintanya dalam ikatan suci bernama pernikahan. Kenikmatan yang bersumber dari mengalirnya gejolak syahwat disaluran yang tepat. Kenikmatan yang hanya bisa lahir dari percintaan yang halal nan berpahala. Kenikmatan yang menenangkan jiwa serta raga.

Menjadi istri peradaban… Maka ditempatkanlah tugasnya sesuai porsinya masing-masing. Tidak hanya cerdik dan lihai dalam mengurus rumah tangga, namun ia juga merupakan sumber vitalitas yang memberikan gairah bagi para suami untuk bekerja dan berkarya. Itulah sebabnya Islam mengatur penyaluran yang tepat antara seorang laki-laki dengan wanita agar dapat memberikan efek produktivitas bagi kehidupan manusia. Saluran itu adalah menikah. Ketika pintu-pintu yang awalnya diharamkan menjadi halal, ketika itulah segenap emosi dan potensi manusia menjadi terarah.

Maka, peradaban dimulai dari awal berumah tangga….

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim: 6)

Ketika dua insan yang bersatu dan mengikrarkan diri dalam suatu komunitas kecil yang bernama rumah tangga atas nama Allah, maka keluaran dari pribadi-pribadi tersebut berupa output yang terbaik. Perbaikan peradaban ini akan dimulai dari keluarga, dimulai dari menata “batu bata” rumah tangga agar menjadi pondasi yang kuat guna mendukung rumah peradaban Islam yang diimpikan oleh setiap muslim.
Allah berfirman yang artinya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali-Imran : 110).

Umat Islam telah dijanjikan Allah sebagai umat yang terbaik dimata umat lain. Tetapi tidak hanya berhenti sampai kadar keislaman saja, melainkan menjadi muslim yang produktif, muslim yang aktif, muslim yang dinamis, dan yang senantiasa beramal nyata membangun peradaban ini.

Maka, salah satu konsep dan ukuran nyata bagi setiap muslim adalah ketika mereka membangun batu bata peradaban itu dengan sukses termasuk di dalamnya adalah melahirkan dan mendidik generasi penerus yang siap menjadi generasi Islam terbaik.

Istri peradaban… mengawalinya dengan proses membina keluarga yang terbaik dan syar’i, bukan keluarga yang “asal jadi”. Bukan pula keluarga yang tanpa visi dan misi, bukan keluarga yang mudah mengikuti jaman, dan bukan juga keluarga “tidak terbina”.

Maka, siapapun kita, semoga dimampukan oleh Allah untuk menjadikan keluarga kita produktif, keluarga dengan visi dan misi jelas, serta keluarga yang senantiasa bergerak menuju keridhaan Allah Swt. Insya Allah.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Deasy Lyna Tsuraya
Fulltime mother yang sedang asyik mengurus seorang putra, senang menulis dan mengembangkan kemampuan diri menjadi seorang pembicara atau moderator acara kemuslimahan. Mengisi kesehariannya dengan mengelola web islami dan usaha Rumah Koleksi Antaradin yang bergerak di bidang fashion islami.

Lihat Juga

Ma’rifatullah Sebagai Asas Esensial Sebuah Peradaban