Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Orang Tua, Guru Terbaik Bagi Anak

Orang Tua, Guru Terbaik Bagi Anak

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (media.shafira.com)
Ilustrasi. (media.shafira.com)

dakwatuna.comMunif  Chatib bercerita dalam buku Orang tuanya Manusia

“ Ketika saya bertanya kepada putri saya. Siapakah guru terbaiknya selama ini. Betapa terharunya saya mendengar jawabannya. Dia bilang, ayah dan bunda adalah guru terbaiknya yang selalu membuat mudah, hal yang sulit, yang selalu membuat belajar menjadi menyenangkan”

Menjadi orang tua bukanlah hanya sekedar takdir  tetapi merupakan anugerah yang terindah  dari Allah SWT.  Tidak jarang  pasangan suami istri yang telah lama menikah belum juga memiliki anak. Ini semua adalah hal yang  harus  disyukuri oleh setiap orang tua. Allah memberikan  kesempatan kepada kita untuk mencurahkan  cinta dan kasih sayang kepada anak  yang telah dititipkan-Nya. Anugrah ini merupakan bentuk eksistensi orang tua sebagai hamba untuk meneruskan rencana  Allah hingga akhir zaman kelak.

Anakmu bukanlah anakmu

Mereka adalah putra putri sang hidup  yang rindu akan dirinya

Mereka lahir lewat engkau tetapi bukan darimu

Mereka ada padamu tetapi bukanlah milikmu

(Khalil Gibran)

Puisi ini menekankan bahwa anak yang ada pada orang tua adalah titipan-Nya, yang harus dijaga dan diwarnai dengan cinta serta kebaikan-kebaikan, yang di akhir nanti dimintai pertanggungjawaban atas diri anak yang dititipkan kepada ayah dan bunda. Inilah hakikat siapa diri anak. Dari siapa dan untuk apa ia ada di dunia adalah fungsi ayah dan bunda sebagai orang tua untuk memberikan makna itu dengan cinta dan sayang dalam kesehariannya. Oleh sebab itu orang tua harus mampu memberikan yang terbaik bagi anaknya.

Keluarga merupakan madrasah awal bagi anak. Di mana orang tualah yang memberikan pendidikan awal, tentang apa, siapa , dan bagaimana. Anak belajar untuk pertama kali dari orang tua. Karenanya orang tualah yang menjadi guru pertama bagi anaknya. Sebagai orang tua, ayah dan bunda  harus menyadari ini.

Allah sudah memberikan nikmat ini kepada ayah dan bunda. Ayah dan bunda sudah dijadikan orang tua dan guru pertama bagi anak titipan-Nya. Apakah kita harus membiarkannya saja? Tanpa berbuat apa-apa untuk menjadikan ayah dan bunda sebagai guru yang terbaik bagi anak anda. Apakah ayah dan bunda akan dikalahkan oleh guru-guru di sekolah kelak. Para guru tersebut hanya 5-8 jam bersama anak anda sedangkan selebihnya mereka bersama anda.

Apakah orang tua ingin ketika anak anda ditanya siapa guru terbaiknya, ia menjawab ibu fulanah / bapak fulan. “Tentu tidak… “ saya yakin kalimat ini merupakan jawaban para orang tua. Nah..! Bagaimana agar ayah dan bunda menjadi guru terbaik bagi anak anda. Kita harus mampu menjadi orang tua dan GURU yang spesial baginya.

Berbicara tentang guru, tentu ayah dan bunda tidak akan lupa dengan makna “diGUguh dan ditiRU”. Guru harus mampu menjadi teladan bagi muridnya. Semua sikap dan prilaku menjadi panutan. Guru bertugas memberikan pengajaran, membimbing, dan mengarahkan. Hal ini harus disadari orang tua agar menjadi guru terbaik bagi anaknya.

Prof  Dr  Fuad  Hasan menjelaskan bahwa sebagian besar orang masih banyak keliru dalam penafsiran tentang makna pendidikan sebagai  prasekolah padahal, makna pendidikan jelas lebih luas ketimbang prasekolah. Pendidikan harus memiliki  3 prinsip utama yaitu pembiasaan, pembelajaran, dan peneladanan. Pembiasaan dilakukan untuk memantapkan prilaku anak. Pembelajaran merupakan proses berlatih, proses menambah ilmu, dan perubahan prilaku yang disebabkan tanggapan dari pengalaman. Sedangkan peneladanan merupakan proses pembelajaran sosial, di mana anak akan belajar meniru semua tingkah pola dari orang-orang dewasa yang di sekitarnya.

Menyerahkan pengajaran anak kepada guru dan pihak sekolah sepenuhnya merupakan  anggapan yang keliru. Apalagi anak dibiarkan menerima pendidikan dari lingkungan sekitar tanpa kontrol dari orang tua. Dan di sinilah orang tua harus mengambil peran dari ketiga prinsip di atas agar anak mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah.

Orang tua harus mampu memberikan pengajaran yang baik melalui proses belajar dan di sisi lain harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan prilaku  yang akhirnya menjadikan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga sebagai orang tua mampu menjadi guru yang terbaik bagi anak anda.

Untuk itu semua orang tua harus menyadari dan memahami tentang pertama, orang tua menyadari bahwa anak adalah anugerah terindah dan nikmat yang harus disyukuri dengan menjaga dan memberikan pengajaran yang baik sesuai fitrahnya yang suci. Orang tua harus memahami hakikat keberadaan seorang anak, dari siapa, untuk apa, dan akhirnya ke mana tujuan hidupnya. Cintai  dan sayangilah  buah hati ayah dan bunda…

Kedua, teladan…

Orang tua harus mampu menjadi teladan bagi anak dalam segala sikap dan prilaku. Karena anak dalam kesehariannya mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua dan sekitarnya. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan cinta dan kasih sayangnya dalam memberikan teladan. Sikap sabar itu sangat diperlukan dalam mendidik anak kita.

Ketiga, orang tua harus memahami hakikat belajar anak dan cara belajar anak sehingga orang tua mampu memberikan sikap yang sesuai cara belajarnya. Ada berbagai cara belajar anak, ada Visual, Audio, dan Kinestetik. Orang tua harus memahami ini dan bagaimana memperlakukan belajar anak anak dengan kecenderungan cara belajarnya.

Dikatakan visual, bila anak lebih suka belajar dengan melihat gambar, ataupun belajar dengan secara konkret atau  nyata yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan. Audio, bila anak lebih suka belajar dengan mendengar suara, nyanyian, dan juga yang berkaitan dengan indra pendengaran. Sedangkan kinestetik, anak lebih suka berlari-lari, bergerak dan melakukan. Anak belajar dengan bergerak.

Keempat, Kenali gaya belajar anak dan Bantulah….

Menurut Howard Gardner, gaya belajar anak dipengaruhi oleh sisi keragaman kecerdasan otak. Secara mudah ada 8 pembagiannya yakni kecerdasan matematika logic, kecerdasan bahasa (Linguistik), kecerdasan spasial, kecerdasan musik, kecerdasan alamiah (natural), kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal  dan kecerdasan kinestetik, Memahami gaya belajar anak agar orang tua dapat menerapkan  dan membantu anak anda  dalam belajar di rumah. Berikanlah ia kebebasan dalam belajar dan kita sebagai orang tua harus mampu membuat ia nyaman untuk belajar.

Dan saya yakin bahwa Ayah dan Bunda mampu menjadi GURU TERBAIK bagi anak anda. Ketika cinta dan kasih sayang mengalir maka akar kesabaran aka nada di hati anda. Semangat menjadikan perbaikan diri menjadi orang tua yang dinanti senyum dan pelukan oleh putra/putri anda.

Salam Hangat….

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Heni Akhwat Damanik
Relawan Guru Sekolah Guru Indonesia - SGI Dompet Dhuafa Angkatan V. Penempatan Raha, Sulawesi Tenggara. Alumnus Pendidikan Matematika Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah Medan pernah aktif sebagai anggota Pengurus Daerah KAMMI Medan (2012-2013) ,dan menjadi sekertaris umum PK KAMMI UMN (2011-2012). Dan pernah juga aktif di BEM fakultas sebagai bendahara umum (2010-2011) dan BEM universitas (2009-2010) sebagai divisi pemberdayaan perempuan. Berikan apa yang bisa kau perbuat untuk Agama, bangsa dan Negerimu melalui pengabdian yang tiada henti sebagai guru karena menjadi guru adalah investasi dunia akhirat.

Lihat Juga

Menjemput Baiknya Kematian