Home / Berita / Opini / “Tragedi Berdarah” di Palestina

“Tragedi Berdarah” di Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Jalur Gaza (ilustrasi).  (deseretnews.com)
Jalur Gaza (ilustrasi). (deseretnews.com)

dakwatuna.comKetika umat Islam dunia menjalani Ramadhan untuk meraih piala dunia-akhirat berupa derajat taqwa, Israel kembali berulah Negara zionis ini, mempertontonkan kebiadaban dan kezhalimannya dengan nyata pada dunia. Dengan membabi buta, negara ini menyerang Palestina, melampiaskan ambisi durjana untuk menghabisi pejuang Hamas di kota Gaza. Berawal dari hilangnya tiga orang remaja Israel yang kemudian ditemukan tewas di Hebron, membuat Israel buta hati dan menuduh tanpa data, anggota Hamas sebagai pelakunya . Setelah itu, ditangkaplah pemuda Palestina Muhammad Abu Khudair berumur 16 tahun dan dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup oleh tentara Israel. Belakang terbongkar kabar bahwa tuduhannya itu tidak terbukti. Hal ini hanya dijadikan sebagai dalih untuk membenarkan tindakan barbarian dan genosida Israel pada Palestina, negeri tempat lahirnya para Nabi dan Rasul Allah.

Sejak Selasa (8/7), Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Membombardir dari udara dan menembakkan rudalnya tanpa ampun dari darat dan laut di sepanjang jalur Gaza. Jadilah tanah Gaza kembali membara, penyerangan dilakukan tanpa hentinya bahkan sampai larut malam. Banyak jatuh korban dari kalangan anak-anak dan kaum wanita yang tak berdosa. Memasuki hari ke sepuluh agresi Israel, sudah lebih 204 orang syahid dan ribuan yang luka parah. Rumah warga, sekolah, masjid bahkan rumah sakit juga tidak luput dari serangan jahat tentara Israel. Satu di antara sasaran gempuran Israel adalah Graha Tahfizh Daarul Quran Indonesia cabang Gaza, yang merupakan sumbangan masyarakat Indonesia yang baru saja selesai pembangunannya.

Ironisnya, PBB sebagai “lembaga perdamaian dunia”, tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan serangan maut Israel yang sudah berlangsung sepuluh hari. Sekjen PBB, Ban Ki-Moon hanya mampu mengecam atau mengutuk saja dan “mengemis” meminta agar Israel menghentikan gempurannya dan melakukan genjatan senjata dalam menyelesaikan tragedi berdarah ini. Tanpa mengeluarkan satu resolusi PBB pun yang memberi sanksi tegas dan hukuman pada Israel atas kejahatan kemanusiaan yang diperankan oleh Negara Yahudi tersebut. Apalagi PBB sampai mengerahkan pasukan perdamaian dalam menghentikan lajunya gempuran Israel sebagaimana yang dilakukannya pada Negara lain yang sedang bergolak.

Hal inilah yang membuat Israel berani dan leluasa melakukan serangan tiba-tiba pada Palestina. Maka seruan PBB , ibarat pepatah, “anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu”. Israel bukannya menghentikan serangannya, namun justru menambah pasukannya untuk melakukan serangan darat besar-besaran. Empat puluh ribu pasukan elit sudah disiapkan bahkan sudah bergerak memasuki wilayah darat kota Gaza.

Babak baru perang darat sudah mulai digelar, pasukan Brigade Al Qassam sayap meliter Hamas sudah siap menghadang dan melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Pasukan Islam ini optimis meraih kemenangan dalam pertempuran melawan Israel walaupun dengan persenjataan yang sangat sederhana. Seperti mengulang peristiwa yang sama pada perang yang berlangsung awal tahun 2009 yang lalu. Pejuang Palestina mampu mengalahkan Israel dan harus hengkang meninggalkan tanah Gaza dengan tangan hampa dan penuh nestapa.

Melihat fenomena yang selalu berulang terus, menyangkut kejahatan zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Bagi banyak orang menjadi pertanyaan besar, kenapa begitu berani dan leluasanya Israel melakukan tindakan keji ini? Banyak faktor yang dapat dikemukakan dengan terang benderang sebagaimana yang dikemukakan oleh beberapa orang pengamat Timur Tengah, setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan tragedi berdarah Palestina berulang kembali.

Pertama, dendam sejarah, maksudnya sejarah memaparkan secara gamblang bagaimana, sifat dan watak orang Yahudi selama ini. Al Quran menjelaskan bahwa orang Yahudi sangat suka menumpahkan darah dan membuat kerusakan di muka bumi bahkan juga dengan mudah membunuh para Nabi dan Rasul Allah. Hal yang sangat membuat Yahudi marah dan membenci umat Islam adalah karena Nabi terakhir, bukanlah berasal dari keturunan Bani Israel sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Melainkan berasal dari keturunan Bani Ismael yaitu Nabi Besar Muhammad Saw sebagai nabi penutup.

Faktor ini yang sangat dominan mengisi hati dan pikiran orang Yahudi dan didoktrinkan pada anak cucunya. Kebencian Yahudi terhadap Umat Islam juga di ungkapkan Allah Swt dalam QS Al Baqarah 120, “ Tidak akan pernah senang orang Yahudi dan Nasrani kepadamu Umat Islam sebelum kamu mengikuti agama mereka …”. Maka yang ada di benak mereka adalah membunuh dan menghabisi orang Islam yang dianggap musuh yang berbahaya dan penghalang dalam mewujudkan nafsu serakahnya dalam menguasai dunia.

Kedua, memperlihatkan pada dunia kesombongan dan keangkuhan Israel. Sebagaimana diketahui, Israel merupakan Negara keempat yang memiliki angkatan bersenjata yang hebat di dunia. Untuk mewujudkan nafsu setannya, Israel menggelar perang yang tidak seimbang dengan pasukan Palestina yang hanya memiliki senjata hasil rakitan pejuang Hamas saja. Rudal Hamas yang ditembakkan ke Israel, hancur di udara oleh radar Irone Dome milik Israel yang mampu mendeteksi setiap rudal yang memasuki wilayahnya sehingga korban tidak banyak yang menimpa warga Israel.

Namun demikian, kabar terakhir menyebutkan bahwa rudal Hamas sudah dapat mengecoh sistem radar pertahanan Israel sehingga dapat memasuki dan menghancurkan beberapa sasaran dan termasuk sebuah SPBU milik Israel yang mengobarkan kebakaran dahsyat. Hal ini sangat memukul mental rakyat Israel akan bahaya rudal Palestina, sehingga sirene mengaung bertalu-talu di langit Israel yang menyebabkan orang Israel mati ketakutan.

Apabila persenjataan Hamas lebih canggih lagi dan mendapat pasokan dari Negara luar maka tentu keadaan berubah. Israel akan berpikir panjang untuk melakukan agresi ke tanah Gaza karena mendapat perlawanan yang imbang. Jadi dapatlah dikemukakan bahwa yang terjadi sekarang bukannya peperangan tetapi penghancuran dan pembumihangusan Palestina. Dengan harapan agar Israel dapat menguasai Gaza dan memperluas daerah kekuasaannya.

Ketiga, tidak adanya kekuatan yang bisa menghentikan kebejatan Negara Yahudi tersebut AS dan Negara Barat yang selama ini menggaungkan dengan lantang HAM dan demokrasi, ternyata terhadap tragedi Palestina , mereka diam seribu bahasa dan menutup mata atas kekejian yang telah menghina dunia. Hal yang sama juga dipertontonkan PBB yang seharusnya aktif mengambil peran signifikan seperti yang telah dilakoninya selama ini dalam menyelesaikan Negara yang bertikai, terutama menyangkut Negara yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi besar bagi Negara adidaya yang menguasai lembaga dunia itu.

Ketika PBB berhadapan dengan keserakahan Israel, lembaga ini tidak punya nyali bahkan tidak bertenaga (impoten) untuk menghentikan kebrutalan Israel. Sehingga sebagian umat Islam berpikir, apakah PBB masih bisa diharapkan atau masih dibutuhkan lagi dalam menyelesaikan konflik yang menyangkut umat Islam. Karena nyata sekali PBB selama ini mempunyai standar ganda dalam menyelesai masalah dunia.

Sementara Negara Timur Tengah juga tidak dapat diharapkan banyak karena negaranya sendiri juga sedang bergolak, disebabkan, terjadinya perang saudara yang sudah mengorbankan jutaan umat Islam yang tak berdosa. Pemimpin Negara Arab asyik mempertahankan kekuasaan dan tahta singgasananya di atas lumuran darah rakyatnya sendiri. Sebut saja seperti, Suriah, Libia, Irak, Afghanistan dan Mesir yang terlilit dengan banyak masalah dalam negeri.

Arab Saudi dan Negara teluk yang diharapkan dapat mengambil peran besar dalam membela Palestina dengan kekuatan ekonomi yang dimilikinya ternyata juga tidak berdaya karena kebijakan luar negerinya yang senada dengan Amerika, seperti ketika menyikapi krisis Mesir, Arab Saudi dan Negara Teluk lainnya justru lebih mendukung dan membela rezim meliter Mesir, Abdul Fattah as Sisi, yang telah merampas kekuasaan pemerintahan Muhammad Mursi yang sah, hasil pemilu yang demokratis sepanjang sejarah Mesir.

Jadilah Palestina berperang sendirian menghadapi pasukan Israel yang memiliki senjata yang mutakhir. Pasukan Palestina sangat berharap mendapatkan bantuan dari langit sehingga dapat memenangkan pertempuran yang dahsyat ini. Prinsip pejuang Palestina adalah berjuang untuk mencari mati syahid, sementara Israel berperang untuk mencari hidup. Dari kedua prinsip inilah, secara mental pejuang Palestina sudah menang dan kemenangan nyata sudah di depan ketika Israel meminta genjatan senjata melalui Mesir.

Bantuan doa dan dana muslim dunia sangat berarti dalam perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan kemuliaan (izzah) umat Islam dunia. Doa sebagai kekuatan yang maha dahsyat, akan mampu memberi kekuatan baru bagi pejuang Islam dalam meraih kemenangan hakiki. Dana masyarakat dunia sangat berarti dalam melanjutkan perjuangan dan menjaga kemuliaan umat Islam dan negeri yang dimuliakan Allah sebagai tempat berlabuhnya Rasulullah dalam Isra’ Mikraj menuju Sidratul Muntaha. Semoga Allah selalu melindungi dan mengamankan negeri dan kota suci ini dari cengkeraman Yahudi laknatullah. Aamiin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Organization