Home / Berita / Nasional / BUMN Peternakan Jangan Hanya Memikirkan Untung

BUMN Peternakan Jangan Hanya Memikirkan Untung

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa.  (fraksipks.or.id)
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa. (fraksipks.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi IV DPR RI, Habib Nabiel Almusawa meminta PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tidak hanya fokus memikirkan untung.  BUMN memang wajib untung agar bisa eksis dan menyetorkan dividen untuk negara.  Tetapi esensi pembentukan dan keberadaan  BUMN adalah ikut memikirkan dan membantu mengatasi permasalahan negara.

“Kalau yang ada dipikiran pucuk pimpinan BUMN hanya untung, lalu apa bedanya dengan perusahaan swasta”, tandasnya menanggapi keengganan Dirut PT. RNI menangani bisnis pembibitan sapi di Indonesia.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengeluhkan mahalnya mengembangkan bibit sapi di Indonesia.  Antara biaya produksi dengan hasil tidak sebanding.  Secara bisnis tidak masuk.  Yang paling  menguntungkan adalah mengimpor bibit (pedet/sapi anakan) dari negara lain yang tingkat efisiensi tinggi lalu digemukkan di Indonesia.  Namun untuk impor, PT. RNI tidak bisa melakukannya karena tak kunjung mendapat izin impor dari Pemerintah.

“Salahsatu permasalahan besar negara di bidang peternakan adalah kekurangan bibit sapi di dalam negeri dalam jumlah yang banyak”, tandas Habib.

Kalau RNI mengimpor bibit, menurutnya, lalu dimana peran aktif membantu memecahkan permasalahan ini ?.  “Sikap itu bisa diartikan dengan tidak peduli dengan permasalahan besar negara”, tegasnya.

Kalau untuk mengatasi kelangkaan bibit di dalam negeri selalu dilakukan dengan impor, lanjutnya, selamanya kita akan tergantung pada impor.  “Saya setuju RNI tidak diberi izin impor pedet agar termotivasi untuk mengembangkan bibit sendiri”, katanya.

Kalaupun mau impor, lanjutnya, izinnya diberikan khusus untuk impor sapi betina produktif atau sapi indukan.  “Untuk sapi jenis ini, saya mendukung RNI diberi izin untuk mengimpor dalam jumlah berapapun dan jenis apapun yang dikehendaki”, ujarnya.

“DPR sudah mempermudah  dunia usaha untuk menggenjot pembibitan sapi di dalam negeri dengan revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang baru.  Tepatnya melalui pasal ijin impor terbatas demi pemenuhan pembibitan sapi dalam negeri dari negara-negara zona based country”, paparnya.

 

Dari sapi-sapi indukan impor ini, harapnya, akan lahir pedet jantan untuk bakalan dan pedet betina untuk calon indukan berikutnya. “Yang pedet jantan digemukkan untuk keuntungan perusahaan.  Yang pedet betina dikembangkan untuk memperbanyak bibit di tanah air”, tuturnya.

 

“RNI harus menjadi BUMN ideal, mampu mengemban tugas negara dan dapat untung”, pungkasnya.

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Per 1 Oktober 2014, Dirut Pertamina Resmi Mengundurkan Diri