Home / Berita / Nasional / “Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

“Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

Ilustrasi. (shoorabad.deviantart.com)
Ilustrasi. (shoorabad.deviantart.com)

dakwatuna.com – Kediri. Banyak cara membantu penderitaan rakyat Gaza, Palestina, yang hari ini terus dibombardir tentara Zionis Israel. Mulai dari mengirim tenaga relawan, bantuan uang, makanan dan obat-obatan, hingga sekurang-kurangnya doa.

Namun berbeda dilakukan sejumlah penulis di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Mereka menulis puisi dan menyerukan pembebasan Palestina dan perdamaian dunia lewat bait-bait puisi yang menyentuh jiwa.

Puisi itu dilombakan untuk menarik minat masyarakat Indonesia agar menujukan mata dan hati ke Palestina. Lomba telah dibuka mulai 15 Juli 2014 hingga berakhir pada 30 Agustus 2014.

Sementara itu, pemenang akan diumumkan pada 7 September 2014. Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia memberikan hadiah berupa uang tunai, paket buku, dan piagam penghargaan. Puisi terpilih juga dibukukan.

Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela, Selasa (15/7/14) mengatakan, lomba terbuka untuk umum, baik muslim maupun non-muslim yang turut peduli terhadap derita yang dialami rakyat Palestina. Sebab katanya, penduduk Palestina, selain muslim juga dihuni oleh non-muslim.

“Walau lewat puisi, ini wujud kepedulian penulis Indonesia terhadap saudara-saudaranya di Gaza,” kata Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”.

Dijelaskan, adapun ketentuan lomba di antaranya, puisi bertema “Bebaskan Palestina”. Naskah puisi harus asli (original) karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada lomba lain yang bersamaan.

“Puisi mengandung unsur kebaruan dan memuat pesan-pesan dukungan dan kepedulian terhadap penderitaan yang sedang diderita rakyat Palestina,” ujarnya.

Selain itu, naskah puisi diketik di komputer dengan ukuran A4/kuarto, maksimal 1 halaman 1 spasi, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Peserta menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) dibubuhkan di lembar terakhir naskah. Puisi yang diikutsertakan maksimal 2 (dua) judul.

Naskah dikirim ke panitia lomba via email: [email protected] (selambat-lambatnya 30 Agustus 2014). Subjek Email ditulis: LOMBA CIPTA PUISI FAM_NAMA PENULIS.

“Informasi lebih lengkap dapat bergabung di grup “Forum Aishiteru Menulis” di facebook yang saat ini beranggotakan 10.700-an anggota,” tambahnya. (rel/fam/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina