Home / Berita / Internasional / Asia / 10 Kemenangan Perlawanan Palestina

10 Kemenangan Perlawanan Palestina

Roket-roket diluncurkan dari Gaza (Al-Muslim)
Roket-roket diluncurkan dari Gaza (Al-Muslim)

dakwatuna.com – Gaza. Pembantaian yang beberapa hari ini dilakukan militer Israel melalui serangan udaranya hanyalah karena Israel mengalami kekalahan dalam menghadapi perlawanan di Gaza. Demikian ditulis Amir Said di Al-Muslim, Senin (14/7/2014) kemarin.

Ada beberapa kemenangan penting yang sangat tidak diduga Israel dan juga dunia diperlihatkan oleh gerakan-gerakan perlawanan Palestina, terutama Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas (Gerakan Perlawanan Islam) di Gaza. Minimal ada 10 kemenangan yang sudah dan akan terus mereka petik.

Pertama, dua kali operasi angkatan laut yang berhasil dilakukan. Pertama, keberhasilan menerobos pangkalan militer Israel di Zikkim melalui jalur laut. Yang kedua, operasi penghadangan upaya menerobos yang dilakukan pasukan angkatan laut khusus Israel di pesisir Gaza bagian utara. Dalam operasi yang juga melibatkan Jihad Islami, 4 personil Israel tertembak dan kemungkinan tewas. Dengan demikian Israel gagal masuk ke Gaza melalui jalur laut.

Kedua, ancaman peluncuran roket ke Gaza dengan menyebutkan timing dan undangan kepada media untuk meliputnya. Ancaman itu benar-benar dilaksanakan Hamas. Ini sangat melemahkan psikologis Yahudi karena ternyata Israel tidak menemukan tempat peluncuran, dan tidak bisa menghadang saat di udara.

Ketiga, Israel berhasil dibuat bingung, sehingga tampak sangat lamban dan bodoh dalam taktiknya. Perlawanan Palestinalah yang memegang kendali perang. Israel pun menurunkan target-targetnya. Tak lagi bisa berharap menghabiskan total perlawanan Hamas dan lainnya.

Keempat, Brigade Izzuddin Al-Qassam berhasil menarget tempat-tempat penting dan sensitif, seperti airport, industri senjata, industri minyak, beberapa pelabuhan laut, dan juga kompleks nuklir Dimona.

Kelima, perlawanan Palestina berhasil melemahkan kemampuan intelijen Israel. Misalnya, Israel tidak bisa menemukan para pemimpin Hamas, terowongan persembunyian, tempat penyimpanan dan peluncuran roket, dan lainnya.

Keenam, perlawanan di Gaza memegang kendali dalam menaikkan dan menurunkan intensitas serangan. Sehingga bisa mengatur tingkat ancaman kepada Israel.

Ketujuh, kesiapan perlawanan benar-benar mengejutkan Israel. Setelah semua akses bantuan ditutup, mereka mengira perlawanan akan menjadi mangsa lemah, tapi ternyata sebaliknya. Hamas bahkan saat ini bisa dengan merdekanya menyatakan menolak media Mesir yang saat ini dikuasai pemerintah kudeta.

Kedelapan, ada beberapa negara yang membantu dan mendukung Gaza, yaitu Turki, Qatar. Perang di Gaza akan memperkuat posisi dan daya gawar negara-negara tersebut. Apalagi jelas-jelas Mesir telah disingkirkan. Upaya damai harus melalui mediasi negara-negara tersebut.

Kesembilan, saat ini Gaza memiliki konstruksi terowongan kota yang menjadi tempat pengamanan pimpinan, persenjataan dan sebagainya. Ini akan sangat membantu jika benar terjadi perang darat.

Kesepuluh, ruginya industri senjata Amerika Serikat. Walaupun persenjataan Israel-Hamas tidak berimbang, namun sampai saat ini Israel tidak bisa berbuat banyak. Persenjataan mahal Israel hampir seluruhnya berasal dari Amerika. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (78 votes, average: 8,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia