Home / Pemuda / Essay / Betapa Kamu Masih Bisa

Betapa Kamu Masih Bisa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (aljazeera.com)
Ilustrasi. (aljazeera.com)

dakwatuna.com Betapa beruntungnya kamu. Iya, kamu.

Masih bisa melihat langit. Warnanya biru. Awannya putih. Tidak ada roket yang lalu lalang.
Masih bisa merasakan panasnya sinar matahari, bukan panasnya udara akibat ledakan api.
Masih bisa menginjakkan kaki di tanah yang kering. Kalaupun basah, paling juga karena tersiram air hujan. Bukan tanah bersimbah darah, kan?

Masih banyak ‘masih bisa – masih bisa’ lainnya, yang cuma kamu sendiri yang bisa menimbang betapa masih nikmatnya hidup kamu, seberapa harus bersyukurnya kamu atas nikmat-nikmat itu.

Dalam surat cinta-Nya yang ke-55, dari 78 ayat yang diturunkan, sebanyak 31 ayat, kita hanya disuguhkan sebuah pertanyaan retoris:

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Apa kamu tahu bagaimana cara menjawabnya?

Hari ini, mungkin kamu ‘masih bisa’ merasakan semua nikmat itu. Tapi, siapa yang tahu bagaimana kelanjutan hidup manusia (kamu) di masa yang akan datang?

Hanya Ia, kan?

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Tuhan seru sekalian Alam.

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim: 34)

Epilog

Di belahan bumi lain, saat ini, di tanah para syuhada, kebathilan tengah menyerang tiada henti. Sejenak, bersamaan dengan datangnya nikmat Tuhan padamu, berupa hujan yang turun membasahi bumi; angin yang berhembus sedemikian kencangnya; matahari yang tak henti menyinari, mari, kirimkan doa-doa terbaik untuk saudara-saudarimu di Gaza sana.

Karena doa adalah senjata kaum mukmin, senjatanya orang yang beriman, tiangnya agama dan cahaya langit. Ingatlah ketika doa Nabi Musa dikabulkan Allah, hingga Fir’aun dan kaumnya dibinasakan dari muka bumi.

#PrayForPalestina #GazaUnderAttack! Khaibar Ya Yahuud!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Cut Septya Mauliza
Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Banda Aceh.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General