Home / Berita / Opini / Karena Kita Punya Harga Diri (Izzah)

Karena Kita Punya Harga Diri (Izzah)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Surat Suara Pilpres 2014. (Antara)
Ilustrasi – Surat Suara Pilpres 2014. (Antara)

dakwatuna.comSewaktu saya menjadi saksi di Pilpres kemarin, saya ditemani oleh seorang saksi dari kubu sebelah (Jokowi – JK). Setelah berkenalan, si saksi ini bercerita jika dia sebetulnya tidak mengerti apa-apa mengenai tugas,  kerja serta tanggung jawabnya sebagai seorang saksi. Dia bercerita ke saya bahwa dia diminta oleh suaminya untuk menjadi saksi, tanpa ada pelatihan apapun sebelum-sebelumnya. Kalau istilah saya, dia ini hanya seorang saksi “cabutan” alias asal-asalan.

Ketika saya tanya, apakah membawa surat mandat dari tim pemenangan Jokowi – JK? Dia bingung lalu balik bertanya, surat mandat apa? Saya kasih tahu bahwa surat mandat itu seperti ini, sambil menunjukkan surat mandat yang saya bawa. Selanjutnya saya jelaskan apa fungsi dari surat mandate tersebut. Yakni apabila seorang saksi tidak membawa Surat Mandat Saksi dari tim pemenangan capresnya, maka saksi tersebut tidak akan bisa berbuat apa-apa di TPS di mana dia ditempatkan. Dia tidak berhak mendapatkan form C-1 berikut tanda tangan seluruh petugas KPPS. Dia juga tidak berhak mengajukan protes atau keberatan apapun, apabila terjadi hal-hal yang dianggapnya janggal atau merugikan pihaknya, dan lain-lain. Oleh sebab itu, Surat Mandat Saksi ini sangatlah penting.

Mendengar segala penjelasan saya, dia cuma diam dan manggut-manggut saja. Kebingungan yang sangat tampak terlihat di wajahnya. Lalu saya katakana, tenang saja nanti saya bantu waktu pengisian form C-1nya.  Saya menaruh respek kepadanya, karena hati saya mengatakan bahwa dia ini baik. Sangat jauh dari kesan urakan, “pecicilan” serta mucu alias muka curang.

Alhamdulillahnya ternyata dia dibekali surat mandat dari timses Jokowi – JK. Jadi secara administrasi tidak ada masalah. Hal ini saya tanyakan langsung kepada pihak KPPS, dan mereka menunjukkannya kepada saya. Saat memasuki waktu shalat zuhur, kami bergantian melakukan shalat di rumah salah satu petugas KPPS yang dijadikan TPS tempat kami bertugas. Dan ketika tiba waktu penghitungan dan rekapitulasi surat suara, saya ikut membantu dia mengisi serta melengkapi data form C1 yang kami dapatkan dari petugas KPPS. Padahal jika saya mau berbuat jahat kepadanya, bisa saja saya “kadalin” dia dengan memanipulasi data atau bersikap masa bodoh terhadapnya.

Namun semua itu tidak saya lakukan, dan memang tak ada niat sedikitpun untuk melakukannya. Terlebih lagi saat ini di bulan Ramadhan, yang merupakan bulan penuh keberkahan. Hanya saja yang memang agak “songong” (istilah orang Betawi) itu adalah Korsak (koordinator saksi) mereka. Apalagi di TPS saya ini, capres no. 1 yang dukung kalah tipis dari capres no. 2 yang mereka dukung. Lalu ditambah lagi dengan adanya “deklarasi kemenangan” yang terlalu prematur oleh Ibu Megawati di salah satu stasiun TV pada siang itu. Maka makin menjadi-jadilah  lagak dan lagunya.

Sampai akhirnya semua selesai. Kami pun berpisah dan berpamitan dengan baik-baik. Bahkan sebelumnya kami malah sempat foto bersama pula, sebagai kenang-kenangan. Jadi demikianlah, jika ada pihak-pihak yang menuduh macam-macam kepada kader PKS yang menjadi saksi di TPS-TPS, tentu saja akan saya lawan habis-habisan. Jangan coba-coba menuduh kami melakukan kecurangan dan lain-lain. Jangan coba-coba mengotak-atik kami ataupun menganggap remeh kami. Pasti akan saya lawan. Sebagaimana kata Prabowo, “Kita jangan mau diinjak-injak oleh orang lain atau bangsa lain!” Betul sekali, karena kita punya martabat dan harga diri (izzah) yang tidak bisa dibeli oleh siapa pun dan dengan apapun juga!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ria Dahlia
Ibu rumah tangga dengan 5 orang anak.Terus berkarya, baik dalam diam maupun bergerak, tak ada kata berhenti sampai Allah yang menghentikannya, tetap tegar walau badai menghadang.
  • Riyand Atom

    Bahkan ada saksi sebelah yang mengaku terang-terangan nyoblos Prabowo-Hatta kepada saksi no. 1 (Pengalaman saksi di lapangan)

Lihat Juga

DR. Thariq Suwaidan. (albosala.com)

Thariq Suwaidan: Kemenangan Trump Tidak Sepenuhnya Buruk, Karena Justru Akan Hancurkan Amerika

Organization