Home / Berita / Opini / Palestina, Tanggung Jawab Siapa?

Palestina, Tanggung Jawab Siapa?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Peta Palestina terjajah dari waktu ke waktu. (inet)
Ilustrasi – Peta Palestina terjajah dari waktu ke waktu. (inet)

dakwatuna.comPekan ini, dunia Islam diguncang lagi dengan peristiwa kemanusiaan yang menyayat hati, peristiwa yang selalu membangunkan solidaritas umat Islam di seluruh penjuru dunia. Berbagai kecaman, kutukan dan penolakan terhadap aksi penyerangan yang dilakukan Zionis Yahudi di Gaza bermunculan akan tetapi banyak juga yang menganggap miring hal tersebut, kenapa ketika Gaza yang dibombardir umat Islam langsung bereaksi, terutama umat Islam di Indonesia, kenapa hal serupa tidak terjadi ketika bumi Syam yang dihancurkan.

Meluruskan berbagai kicauan miring yang bermunculan, sebagai umat Islam kita tidak pernah rela terjadi kezhaliman di negara muslim manapun, baik itu di Suriah, Mesir, Irak dan Palestina.

Permasalahan  yang dihadapi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia terutama Palestina bukan hanya permasalahan yang harus dihadapi negara itu sendiri akan tetapi permasalahan tersebut adalah permasalahan seluruh umat Islam, baik secara individu maupun secara negara.

Permasalahan yang dihadapi rakyat Palestina bagaikan episode yang berulang-ulang yang mengisi tahun-tahun kita, seakan-akan permasalahan tersebut tidak akan ada ujungnya atau penyelesaian nyata. Dia akan terus ada selama Palestina masih dijajah negara biadab Israel.

Ketika mengatakan bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan umat Islam baik secara individu maupun secara negara. Maka ada tanggung jawab secara individu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Palestina dan ada ada tanggung jawab negara, di antara tanggung jawab kita secara individu adalah, memberikan bantuan berupa materi semampu kita, karena rakyat Palestina sangat membutuhkan hal tersebut dan yang kedua adalah bantuan moral, baik itu berupa doa terhadap rakyat Palestina, maka sangat dianjurkan kepada kaum muslimin menyisakan waktu mustajab di bulan yang penuh berkah ini untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palestina atau menyatakan kecaman terhadap agresi yang dilakukan Israel, apapun bantuan yang kita berikan kepada rakyat Palestina akan mendapatkan pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT. Hal tersebut Allah sampaikan dalam surat As-Saff : 10 , 11. “ wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(11) (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui”

            Kita sangat bersyukur karena tanggung jawab kita secara individu sebagian besar sudah terpenuhi dan itu semua kita lihat dari antusias masyarakat dalam mendukung rakyat Palestina. Akan tetapi, kita tidak melihat hal yang sama dilakukan negara kita dalam menyikapi permasalahan yang di hadapi rakyat Palestina karena peran sebagai negara tidak cukup hanya sekedar mengecam dan mengutuk agresi Israel.

Ada hal besar yang bisa dilakukan Indonesia sebagai negara di antara lain adalah, pertama, membangun diplomasi dengan negara-negara yang menjadi penyangga Palestina yaitu Mesir, Lebanon dan Yordania. Terutama Mesir karena kata kunci dari penyelesaian permasalahan Palestina adalah Mesir,  negara tersebut sebagai pintu masuk terbesar ke wilayah Palestina. Secara logika bagaimana mungkin kita bisa memberikan bantuan materi kepada rakyat Palestina kalau perbatasan yang menjadi pintu masuk ke Palestina ditutup dan yang bisa membuka perbatasan tersebut adalah negara Mesir.

Kedua, merumuskan undang-undang yang berisikan sikap tegas Indonesia terhadap permasalahan yang dihadapi Palestina, walaupun dalam undang-undang dasar 45 telah menyatakan akan menghapus penjajahan di seluruh penjuru dunia, sehingga tidak terkesan sesuai momen dan kejadian. Ketika undang-undang tersebut sudah ada maka seluruh masyarakat Indonesia mengetahui kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhinya sebagai individu dan negara.

Ketiga,  bantuan kemanusiaan, Palestina tidak mengharapkan rakyat Indonesia datang ke sana untuk membantu mereka memerangi negara teroris Israel akan tetapi yang paling mereka butuhkan adalah bantuan kemanusiaan. Mudah-mudahan ke depannya Indonesia mempunyai peran nyata untuk permasalahan yang dihadapi rakyat Palestina.

Inilah tanggung jawab kita secara individu maupun negara terhadap permasalahan yang dihadapi rakyat Palestina. Bagaimanapun juga, Palestina adalah titipan Allah yang harus dijaga dan diperjuangkan, itu semua dapat kita ketahui ketika Allah memperjalankan hambanya dari mesjid Haram ke mesjid Aqsa dalam peristiwa Isra’ dan Mi’rajnya nabi Muhammad SAW.

Mempertahankan bumi Quds adalah bagian dari penyempurnaan keimanan kita karena mesjid Aqsa adalah kiblat pertama kaum muslimin yang harus dijaga dan diperjuangkan dengan jiwa dan raga.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Alumni Ma'had Ali An-Nuaimy Jakarta angkatan ke3. Guru bahasa Arab di Pondok Pesanteren Khalid bin Walid Rokan Hulu Riau.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General