Home / Berita / Daerah / Ikapas Nisam Targetkan Tahun 2030 Menjadikan Nisam Kota 1000 Santri

Ikapas Nisam Targetkan Tahun 2030 Menjadikan Nisam Kota 1000 Santri

Safari Ramadhan Pengurus Ikapas dan Guru Dayah Darul Iman Peudada Bireuen. (ikapas nisam)
Safari Ramadhan Pengurus Ikapas dan Guru Dayah Darul Iman Peudada Bireuen. (ikapas nisam)

dakwatuna.com – Bireun.  Dalam kesempatan tausiah Tgk. Muhammad Wali Ibnu Qasem, Pengurus Ikapas dan Guru Dayah Darul Iman Peudada Bireuen, menyampaikan target yang hendak ditempuh Ikapas Nisam. Diantara target yang disampaikan adalah menjadikan kecamatan Nisam sebagai kecamatan seribu santri.

Sebelumnya beliau menyampaikan pentingnya ilmu agama atau ilmu fardhu ‘ain untuk dimiliki oleh setiap mukallaf. Ilmu itu mencukupi ilmu tauhid, fiqih dan tasauf.

Pentingnya ilmu tauhid supaya mengenal siapa pencipta dan merupakan syarat mutlak keimanan seorang hamba. Adapun fungsi ilmu fiqih adalah untuk menjadikan amaliyah dan ibadah sah dan sesuai dengan yang disyariatkan. Sedangkan ilmu tasauf untuk mengawal hati kita dari sifat yang tercela sehingga hidup jadi aman dan tidak menjadikan amal hangus sia-sia karena penyakit hati, demikian kupasnya panjang lebar.

Berdasarkan demikian, maka salah satu tujuan pokok Ikapas Nisam adalah menggalakkan remaja dan anak-anak untuk menjadi santri dalam memilih jenjang pendidikan, mulai dari TK sampai pendidikan diusia tuanya tetap memilih sebagai santri.

Tausiah ini disampaikan dalam kesempatan kunjungan santri bersilaturahim dan safari Ramadhan, Rabu 9 Juli 2014 di Mns. Binje Kecamatan Nisam.

Upaya yang ditempuh oleh Ikapas Nisam diantaranya adalah membentuk Taman Pendidikan Quran (TPQ) untuk memperkenalkan dunia pesantren sejak dini. Mengadakan kajian kitab kuning setiap Jum’at Ramadhan dan kegiatan lainnya, tujuannya untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dan orang tua mereka.

Bukan berarti tujuan kami menjauhkan anak-anak ini dari pendidikan umum dan menjauhkan mereka meraih sarjana, bukan!!!. Tapi andaipun mereka sarjana , mulai S-1 sampai Doktor sekalipun mereka tetaplah jadi santri yang mencintai ilmu agama dan mengamalkan dalam kehidupan,  Pungkasnya.

Sedangkan yang menjadi Imam Tarawih adalah Tgk. Mawardi A. Gani, dewan guru LPI MUDI Masjid Raya Samalanga.

Kegiatan yang dimulai dari shalat ‘Isya berjamaah dan tarawih 20 rakaat serta witir 3 rakaat  dihadiri oleh segenap masyarakat Binje, Cot Leupe dan sekitarnya. Dan juga disiarkan langsung lewat Radio Dakwah Sahabat Santri, Ikapas Nisam.

Imum Gampong, Tgk. Nurdin memberikan sambutan hangat kepada santri Ikapas. Dalam sambutannya Alumni LPI MUDI Samalanga ini sangat mengharapkan kepada masyarakat agar mengantarkan anaknya ke pesantren untuk menjadi penerus agama di gampongnya.

Dalam kesempatan tausiah ini, pengurus Ikapas juga mengundang seluruh kaum muslimin bansigom donya (seluruh dunia) untuk menghadiri Gema Shalawat yang akan dilaksanakan pada 08 Syawal 1435 H mendatang , Shalawat Akbar ini akan dipandu oleh Majelis Zikra Alhasani LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga.  (ikapas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi - Jamaah shalat di sebuah masjid di Pattani, Thailand. (senejet.net)

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Agar Kemesraan Tak Segera Berlalu