Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / 13 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Memaafkan Kesalahan Orang Lain

13 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (fbexternal-a.akamaihd.net)
Ilustrasi (fbexternal-a.akamaihd.net)

dakwatuna.com Hati akan hidup jika dimasuki cahaya keimanan. Tapi cahaya itu akan cepat padam jika tidak dipelihara.

Cahaya Al-Qur’an

Banyak membaca Al-Qur’an akan menghadirkan kebahagiaan dalam hidup kita. Termasuk pada kehidupan berkeluarga. Rasulullah saw. bersabda:

“Banyaklah membaca Al-Qur’an di rumah-rumah kalian. Karena rumah yang banyak dibacakan Al-Qur’an akan bertambah banyak kebaikannya, terasa luas bagi penghuninya, dihadiri para malaikat, dan ditinggalkan setan. Sedangkan rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an akan bertambah banyak keburukannya, terasa sempit bagi penghuninya, ditinggalkan para malaikat, dan didatangi setan.” [HR. Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah].

Orang yang ingin kehidupan berkeluarganya bahagia tentu akan berusaha memberi jatah bacaan Al-Qur’annya dilakukan di rumah, hingga keberkahan-keberkahan yang dijanjikan Rasulullah saw. tadi juga dinikmatinya.

Sahabat Abu Hurairah ra. juga berkata, “Rumah yang ada tilawah Al-Qur’annya bagaikan rumah yang memiliki cahaya. Sedangkan rumah yang tidak ada tilawah Al-Qur’annya seperti tempat kotoran.”

Agar Cahaya Tak Kunjung Padam

Membaca Al-Qur’an membuat hubungan sesama anggota keluarga menjadi harmonis dan bahagia. Rumah ahlul Qur’an juga akan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar. Kebaikan-kebaikan akan dirasakan oleh para tetangga.

Kebaikan-kebaikan ini tentu bertambah sebanding dengan bertambahnya iman. Demikian juga iman akan bertambah sejalan dengan bertambahnya kebaikan-kebaikan ini. Rasulullah saw. bersabda:

“Ada tiga hal kujamin. (Pertama), harta tidak akan berkurang karena disedekahkan. (Kedua), setiap kali orang memaafkan kejahatan orang lain, pasti Allah Ta’ala akan menambahkan kemuliaannya. (Ketiga), setiap kali seseorang membuka pintu meminta-minta kepada orang lain, Allah Ta’ala juga pasti membuka pintu kemiskinan.” [Shahihul Jami’].

Memaafkan kesalahan dan kejahatan orang lain adalah akhlak yang sangat mulia. Sehingga tidak mengherankan jika Allah Ta’ala membalasnya dengan menambahkan kemuliaan. Bertambahnya kemuliaan pastilah disebabkan dari bertambahnya keimanan. Allah Ta’ala akan menambah keimanan orang yang memaafkan orang lain.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَ تُحِبُّونَ أَن يَّغْفِرَ اللهُ لَكُمْ

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” [An-Nur: 22].

Memaafkan orang lain berpahala Allah Ta’ala mengampuni kita. Siapa yang tidak mengharapkan ampunan Allah Ta’ala? (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
H. Moh Sofwan Abbas, MA
S1 Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir. S2 Universitas Al-Neelain, Khartoum-Sudan. Dosen Ma'had An-Nuamy, Jakarta

Lihat Juga

Pasar Merespons Positif Aksi Damai Bela Al-Quran 4 November