Home / Berita / Nasional / Burhanuddin Muhtadi Ngotot Bahwa KPU yang Salah Bila Hasilnya Beda dengan Quick Count

Burhanuddin Muhtadi Ngotot Bahwa KPU yang Salah Bila Hasilnya Beda dengan Quick Count

Burhanuddin Muhtadi. (apratimanour.wordpress.com)
Burhanuddin Muhtadi. (apratimanour.wordpress.com)

dakwatuna.comDirektur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yakin benar dengan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaganya. Indikator dia menunjukkan kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan 52,95 persen, sementara Prabowo-Hatta hanya mendapat 47,05 persen.

Terlebih lagi, klaim dia, banyak lembaga survei mainstream lain yang juga menunjukkan hasil serupa.

“Kalau hasil hitungan resmi KPU nanti terjadi perbedaan dengan lembaga survei yang ada di sini, saya percaya KPU yang salah dan hasil hitung cepat kami tidak salah,” kata Burhan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/7/2014) sore, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Hadir dalam kesempatan itu perwakilan survei lainnya yang memenangkan Jokowi-JK, yakni Populi Center, Lingkaran Survei Indonesia, Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia, Saiful Mujani Research and Consulting, dan Cyrus yang bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies.

Panitia acara mengatakan, survei yang memenangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga diundang hadir, tetapi tidak ada yang datang. Lembaga tersebut ialah Puskaptis, Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional, dan Jaringan Suara Indonesia.

“Kalau berbeda, hasil hitungan KPU pasti salah, dalam artian, ada proses kecurangan dari rekapitulasi, mulai dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Karena berjenjang seperti itu, saya lebih percaya apa yang dikerjakan teman-teman,” ngototnya lagi.

Hal serupa disampaikan Direktur SMRC Djayadi Hanan. Menurut dia, kalaupun ada perbedaan, hanya akan terdapat selisih tidak lebih dari satu persen.

“Kami cukup confident ini tidak akan ada perbedaan dengan KPU. Asal perhitungannya properly done, tanpa ada intimidasi,” ujarnya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa hasil quick count bukan hasil resmi perhitungan suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara akan dilakukan paling lambat 22 Juli 2014 nanti. Hasil hitung cepat (quick count) yang cukup banyak beredar dinyatakan bukan hasil resmi penghitungan suara dari KPU.

“Pelaksanaan survei dan quick count adalah bentuk partisipasi masyarakat yang diatur dalam Peraturan KPU nomor 14 tahun 2014. Pada pasal 23 dinyatakan secara terang dan jelas bahwa hasil quick count bukan hasil resmi penghitungan suara,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik saat menggelar jumpa pers di kantor KPU, Jakarta, Rabu (9/7/2014) malam. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (42 votes, average: 5,90 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Rais Matali

    wah payah nih Burhanuddin Muhtadi masih ngotot lembaganyalah yg benar… padahal lembaga yang resmi pelaksanaan Pemilu itu adalah KPU (Komisi Pemihan Umum). Oleh sebab itu otak Burhanuddin Muhtadi ini perlu dipermak lagi biar encer.

    • Resso Ferry

      SEORANG UDIN..MERASA BISA MENJADIKAN SESEORANG MENJADI PRESIDEN DI TANAH AIR…..!!!!! BERBAHAYA….!!!!!! LEMBAGA RESMI AJA BERANI DIA SALAHKAN..KLO TIDAK MENGIKUTI ATURAN MAIN DIA…..

      • sultan

        udin tu biasanya ada di hutan…. kenapa kok skrg dia di jakarta .. Aneh..!

        • anto

          Tulisanmu ga lebih bersih dr otakmu…ribuan org namanya udin.jaga tuh mulut

    • Suharjo Joko Laksono

      Udin Tidak berfikir cerdas, tak tahu kalau anggotanya tak sampai dipelosok untuk mendatangi TPS. Kalau Partai tetap ada menyaksikan sampai perhitungan selesai.
      Tapi sementara perhitungan TPS belum selesai, namun Quick Count sudah menayangkan hasil. Itu kah yang dinamakan Propesional, Akademik, teori bagus, tapi prakteknya asal-asalan.

      • erik

        bener banget bang.. setuju ane..

  • Den Bagus

    Bangsat si para kubu Jokower ini. Inginnya mau ngajak perang atau rusuh??

    • Hari Kusuma

      kalau gak gitu burhanuddin muhtadi gak makan… biar itu aksi nipu2 masyarakat, untung masyarakat sudah cerdas. dajjal pembohong ya gampang nyelusup ke model orang yang mudah dibayar begini.

    • Sonco Tengge

      hahah mau nipu apalagi bossmu masa menang survey di tv one aja…kasian kalian dibohongi bossmu

      • Alby

        sayang si burhan, orang intelek tapi otaknya melek

  • dede rukmana

    ilmuwan yang tidak ilmiah,,,ha ha ha

  • alexa maia

    Wkwkwk dasar bocah

  • Jasmadi Abdullah

    Bagaimana mungkin seorang ilmuan tetapi cara berpikirnya tidak ilmiah bisa mengklaim kebenaran hanya milik dia dan kelompoknya…Berbahaya sekali. Seorang presiden ditentukan oleh survey…hahaha

    • sultan

      iya bang goblok burhan itu

      • AMANK

        Bukan GOBLOK az, tp malah GILA,,,,,

        • Budi Nur Rachmat

          Kalo ngomongnya aja udah sperti itu ( stupid …….! ), sudah pasti metode survey-nya juga ga bener dan sudah dipastikan hasil survey-nya juga pasti salah besar ( hasil survey-nya pasti subjective dan memaksakan kehendak juga menghalalkan segala cara untuk memenangkan Jokowi/JK ) ah…… dasar Udin …..Udin……., tolol bener sih loe………………!
          3 menit · Suka

          • puji

            prnyataan burhan tuh bs mnyulut emosi rakyat

          • chendra

            Ada ko hasil survay prabowo menang yang benar itu.???

          • Asep Si Akang

            masalah sekarang ini bukan hanya quick count tapi MODUS untuk menggoyang NKRI, cuman yang kubu ini yang selalu bikin rusuh.. yang laen mah adem-adem aja tuuh

    • Udien Ithu Aqoe

      bener om..sabar sampai tgl 22 juli lebih bijak dr pd coment yg bs memperkeruh suasana

    • jukarnain

      Takabur, Arogan, knapa mesti ada pmilihn lngsung presiden, knp tdk lwat survey sj.

    • Soekardi Abangk

      Ilmuwan bayaran cara berpikirnya seperti itu, Asal Bapak Senang. Hasil samping dipersamakan dengan Populasi….Bajingan

  • Riko

    Hai Udin gak usah main main klaim kau din. Sok keren loe ah

    • sultan

      udin tu takut sama istrinya bos.. aku tetangga sebelahnya wkwkkkwwkwkw

  • Abdul Aziz

    Masyarakat sudah pintar, tidak perlu memaksakan kehendak, hasil KPU salah, emangnya dia Tuhan, beginilah kalau Liberalis memaksakan kehendaknya.. Statementnya arogan dan egoismenya tinggi..

  • Andi Nurhayadi

    Wah susah nih klu ngotot wis pokoke hrs menang

  • Andi Nurhayadi

    Pdhal lembaga survey yg sdh dukung salah satu calon pasti klu mengambil populasi pemilih adalah lokasi yg sdh dipetakan dan merupakan lumbung suara dr calon dukungannya. Dan ini tdk mewakili scr keseluruhan dr pemilih di suatu daerah.

  • elang

    Ini anak sapa ya???suruh pulang dulu ngedot sm emaknya trus sekolah lagi yg benerr…belajar ngomong yg bener,belajar matematika yg bener..
    Ato jgn2 belom minum obat nih…ngomongnya pake dengkul….emangnya rakyat sebodoh itukah mempercayai omongan lu Din…

  • Brickinsmith Elfaqisiye

    ealah anak2 masih juga gak mau nerima kenyataan…dek wowo udah kalah msh aja gak mau nerima

  • Santi Susanty

    Lantas bagaimana jika kenyataannya semua lembaga survei ini yg dibayar, sebab anak saya sendiri kerja di salah satu lembaga survei yg memenangkan no 2 karena ditekan harus memberikan laporan sesuai kehendak client, ini semua konsfirasi busuk yg sudah direncanakan untuk menggiring opini, jadi jika ternyata hasil perhitungan KPU no 1 yg menang mereka akan menuduh dicurangi untuk memicu kerusuhan.

    • Mereka lembaga Profesional yang bekerja dengan Metodologi Standard yang yang sudah diakui secara akademis..(bisa ditanya ke dosen statistik dikampus2).

      Kalo kita berpikir mereka semua berkonspirasi dan hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita… memang kita tidak perlu percaya ke semua orang..alangkah sulitnya hidup kita…

      Kalo mereka berbohong pasti tidak akan bisa bertahan lama…sunatullahnya begitu… kebathilan itu akan sirna..wallohualam bishowab..

      • Fathoni Mahardika

        tunggu saja nanti tanggal 22 mas..
        memang anda akan menjadi menteri di kabinet pa jokowi ya, tiap ibu ini komen selalu di balas dengan tajam..
        salam damai ya… :)

        • Sonco Tengge

          Prabowo hanya menang di lembaga survey TV koalisi aja.makanya jgn tolol nonton tv netral indosiar, sctv, trans corp, tvri, rtv…semuanya menang…ngga usah mimpilah pendukung wowo..

          • Yunianto Ep

            netral wkwkwkwkwkw

          • Akhmad

            Wuaduh mas…. coba sama-sama dilihat. Baik di Indosiar, SCTV, dll lha itu kan lembaga survey nya sama semua to mas…..

      • Suharjo Joko Laksono

        Berfikir Cerdas dong ..! Teorinya Bagus Orangnya pintar, Tapi tak mau masuk ke plosok, dari mana dapat datanya..?, kalo yang reat tentu sudah ada yang mewakili. Itu yang lebih terpercaya.
        QC by Denny JA No 2 menang selisihnya 0,5% ada yg 6,..%, 4,..% dan seterusnya Mana itu yang benar.

      • sandhy

        ahmad ngotot bgt nentang bu santy.. emang klo pak JOKOWI jd presiden anda akan diangkat jd apa???
        tetep aja sama kerjaan yg semula..
        dari mana anda bisa yakin klo semua lembaga survey itu akurat dan melaksanakan sunatullah?? emang anda siapa????

  • Santi Susanty

    Mohon masyarakat jangan percaya lembaga survei yg memenangkan no 2 ,karena ini pernah terjadi saat Megawati jadi capres melawan Susilo Bambang Yudoyono dan menuduh dicurangi padahal memang kalah. Sebaiknya tunggu hasil dari KPU karena lembaga survei bisa dibayar.

    • Maaf , info ini bisa dipahami salah, bahwa posisi SBY adalah diunggulkan oleh Quick Count, dan mega melakukan kembali menurut survei internal…tapi Quick Count yang mendukung SBY terbukti Benar..wassalam..

    • sandhy

      Capres NO2 kan bonekanya bu Mega, jd jelas lah kalo otaknya bu Mega di terapkan pada bonekanya..
      HIdup.. Hidup…

  • Jhokher Siip

    sekarang demi harta & jabatan orang jadi ngawur ngomongnya kayak siburhanudin

    • Sonco Tengge

      gmana kalo bossmu kita angkat sbg presiden tv one aja…

  • Trimanto Thito Dewanta Pujangg

    Knapa gak skalian kau gantiin KPU sbgai plaksana pemilu din???. Menangkan jagoanmu, absolut menangx dah ^_^

  • Ahmad Syarif

    dia takut lembaga surveynya ga laku pasca pilpres

  • Suhandi Gerindra

    kang burhan jgn malu malu-maluin aktivis ingat ketika berjuang bersama di BEM Si dan Alfonso… jgn ngawur krn kepentingan…

  • Kuroi Han

    emang bener kata pak jk bakal muncul “yg bisa mengalahkan kami hanya kecurangan” dari kata2nya aja udah ky gitu kaga mau nerima kekalahan

  • Ririn Bakhreisyi

    apakah ini cara seorang burhanudin cari makan….?

  • arifin

    pernyataan yang bodoh.kalau quick count lebih dipercaya untuk apa lagi ada kpu.dasar sinting

  • Jiro Suratman

    Masyakat kita dah kritis sekarang gaya pressing -2 seperti itu bikin gak simpatik alias anarkis , patasnya anda malu sebagai orang intelek tapi kurang objektif .

  • Solah Uddin

    waduh, ngaku ilmuwan, tapi caranya kerjanya main paksa kayak preman aja ckckckc

  • putrabangsa

    Burhanuddin Muhtadi
    Jika Pasangan JOKOWI-JK
    Sudah Merasa Yakin Dan Sudah Merasa Pasti Akan Kemengan Dalam Pilpres
    Thn 2014 ini…Maka Kami Sebagai Rakyat Jakarta Berharap Kiranya Sebelum
    Tanggal 22 Juli 2014 JOKOWI Bersedia Mengundurkan Diri Sebagai Gubernur DKI
    Jakarta…

    • aryo budi

      Anda mengatakan Kami berarti menyangkut saya juga…padahal saya tidak sependapat dengan anda,maka sebaiknya anda katakan diri anda sendiri saja atau anda dan pendukung capres anda. Saya adalah saya, Non Blok..Warga negara indonesia yang Cinta Damai..

    • Andry Ferdian

      terlihat sekali orang yang tamak jabatan

    • sandhy

      Setuju

  • ci pal

    gile yang pro jokowi,,,,asli sombong mintak ampun,,,,ancur2,,,manusia boneka banyak amat

  • Sony

    Luar Biasa ini Burhanuddin Muhtadi, yang jadi Capres itu Jokowi jadi yang memutuskan hasil KPU ya Jokowi. Kalau lihat naskah ini diunggah jam 22.21 WIB, Kemungkinan besar tim Jokowi yang ngitung real count sudah tahu hasil akhirnya, jika Prabowo yang menang, jadi tidak mau mendasarkan pada real count. Beginikah pendukung Jokowi !!!. Saya sebenarnya sempat sedikit terbesit juga ada rasa ragu, namun dengan pernyataan Burhanuddin Muhtadi semakin meyakinkan saya jika real count Prabowo besok akan menunjukkan Prabowo Menang. Meksipun begitu, Prabowo tetap akan berpedoman pada hasil KPU. Data dari Polri nantinya dapat digunakan sebagai pembanding. Perlu dicari latar belakang Burhanuddin Muhtadi, biar masyarakat tahu siapa sebanarnya orang ini yang sudah mulai bikin geram.

    • Sonco Tengge

      Bossmu jd presiden tv one aja…..kasian nafsu bgt jd presiden…kok di semua tv lain yg menang jokowi

      • nihan

        lebih parah mas JOK bro…presiden quick count…yang melantiknya jadi presiden ya Surya Paloh…

        • elnin

          Burhanuddin uhuy…

      • akhmad.darus

        ngomonge yang agak enak lah. wong nanti kalau jokowi jadi presiden kamu juga tidak dapat penghargaan apa apa, . KITA HARUS MENJAGA PERSATUAN DAN SEJUKNYA SUASANA

  • Sony

    Dapat diprediksi kalau data yang diinput sebagian besar berasal dai TPS yang suaranya memenangkan Jokowi, memang tidak salah. Tapi kalau nanti nyalahin KPU itu baru salah total. Gimana tuh pak SBY dan Pak Kapolri, ada orang seperti itu masa dibiarkan saja. Bahaya.

  • Rahmad Firia Andika

    ini bahaya sekali, klo sampe salah apa mereka mau mengaku salah, mereka inikan akademisi, jadi klo salah dalam melakukan keilmuannya ya harus berani untuk mengakui kesalahannya. jadi masyarakat pun harus cerdas bahwa yang namanya QC (Quick Count) itu hanya mengambil sampling dari beberapa RIbu TPS saja bukan secara keseluruhan sehingga hasilnya bisa jadi tidak tepat, dan hasil yang mereka keluarkan bukanlah hasil yang secara konstitusi dapat menjadikan salah satu pasang calon menjadi Presiden. kita tunggu saja mana yang terpilih nanti dan KPU pasti akan membeberkan dengan gamblang.

  • aryo budi

    QC itu hanya mengambil beberapa sample didaerah daerah saja ,paling paling hanya sekitar tiga ribuan tps seIndonesia . sedangkan TPS se Indonesia ada beratus ratus ribu. makanya Semua harus bersabar untuk menunggu hasil dari KPU. karena penghitungan KPU adalah benar2 nyata yang dihimpun dari semua TPS se Indonesia..Jikalau kamu semua saling meng-klaim bahwa sudah mempunyai presiden baru..ITU SALAH BESAR..Quick Count hanya perkiraan sedangkan hasil KPU adalah FINAL..Kami semua yg merasa sebagai bangsa indonesia akan tunduk kepada keputusan KPU dan tidak akan tunduk pada keputusan Q Count…Selamat. JAYALAH INDONESIAKU.

    • Siti Fatimah

      Betul……betul….betul……

  • Satya Lukita

    bahaya ni orang belum ada keputusan dari KPU sudah ngambil keputusan sendiri, hahahah apakah dia tau semua kertas suara jumlah d indonesia dan d luar negri hebat ni orang bisa tau semua hitungan berarti juga n orang bisa baca pikiran dan hati orang klo bs mengambil keputusan gitu hahahahahh

  • Alam

    Kalo Jokowi Menang itu benar, tpi Kalo Jokowi Kalah berarti Curang ” Semaunya Sendiri aja “

  • Anjani Quen Anjani

    huh sewot lihat nya

  • Papaputra Awan

    kekhawatiran akan dcabutnya segala fasilitas oleh penyedia dana untuk kemakmuran keloimpok dan keluarganya,,,,berbahaya sekali kau lae……..

  • rhezkey maoelana

    Bagaimana mungkin metode quick count di anggap lebih sah dan credible di banding real count versi resmi KPU lembaga yg memang berhak menentukan siapa presiden RI ke 7 hasih pilpres…. apakah ini skenario besar para lebaga survey titipan agar terjadi status quo… saya takut ini merupakan cara xara licik yg d lakukan tuk menjamin jika kalah… dapat beralasan di curangi oleh KPU…. hahaha terbaca strategi mu…

  • Sarwono Rusman

    omongan si udin ini sgt provokatif… memancing tindak anarkis pendukung capres yg ddibelanya, jika KPU menetapkan kemenangan Prabowo…

  • Zahrul Ulum

    suruh dia saja jadi ketua KPU, biar murah biaya pileg & pilpresnya. maksa kali dia. Dampak revolusi mental gak jelas

  • Dimas darmawan

    Dibayar berapa loo muhtadi burhan sampai ngotot begitu dassar orak Yahudi

  • Siti Fatimah

    Harus difahami dulu apa itu Quick Count. QC atau hitung cepat yaitu suatu cara untuk menghitung suara secara cepat dengan hanya menggunakan beberapa sampel TPS (klu hanya bbrp, mk tdk terwakili seluruh rakyat, bisa jadi di satu TPS didominasi oleh A, TPS lain didominasi oleh B = perolehan suara tdk merata) dan itu hanya digunakan sebagai pembanding. Pembanding itu haruslah mewakili pemerataan perolehan suara yang seimbang ditiap2 TPS, baru bisa berfungsi sebagai pembanding, ibaratnya pembanding disini mewakili jumlah suara rakyat keseluruhan. Ada suatu daerah dimana daerah itu lebih mendominasi suara dari si A, dan ada pula suatu daerah itu mendominasi suara si B. Jadi, QC belum bisa dijadikan acuan sebagai final dari perolehan suara, belum bersifat objektif. Yang adil itu real count, hitungan langsung dari jumlah suara yg diperoleh dari TPS2. Itunbaru fair.

    • Maaf Anda Benar tapi tidak cukup tepat, mungkin bisa dibaca lagi ttg Uji kecukupan data dan teknik sampling menggunakan multistage random sampling, pendapat anda yg mengatakan QC itu tidak bisa dijadikan acuan final, bertentangan dengan teori statistik..bahwa sebuah sample dengan variansi dan kecukupan data yang tertentu serta memadai dan dilakukan pengambilan sampel yang mengikuti kaidah random metode tertentu dapat dijadikan acuan, tentu dengan level of confidence dan margin of error yang ditetapkan..

      • Fir Daus

        anda benar, tapi ingat hanya dapat dijadikan acuan. tambahan lagi dengan level of confidence (misal 95%) dan margin of error (misal 2%) yg ditetapkan artinya apa? memang peluang error hanya 2% itu besar sekali (95%) tapi bukan 100% yg artinya pasti…belum lagi kalau dibahas masalah non sampling error..

      • daya agung

        masalahnya adalah beliau mengatakan hasil QC lebih benar dari hasil KPU..itu loh masalahnya. kl secara akdemis silahkan saja, dan saya jg percaya hasil QC selama ini jarang sekali meleset. kecuali yg titipan…

        • Jose Rizal

          Benar Mas, ditambah Indonesia Penuh dengan Lembaga Survey bayaran yang melelang Hasil Kemenangan untuk Kliennya…Dasar Mada Faka…

      • merakyat_donk

        pertanyaannya @ahmad QC itu tujuannya apa? untuk dasar pemenangan salah satu calon? dimana dasar hukumnya…. ini namanya Ilmiah yang ke blinger …..

        • Sonco Tengge

          dmana2 QC sama dgn hasil KPU…bagus kayak fauzi bowo lbh sportif lgsng ucapkan selamat..daripada tunggu hasil KPU..ntar lebih malu

          • merakyat_donk

            Mengucapkan selamat dr perhitungan prematur (hanya 0.0036% dr dpt?haloooo) semoga ditunjukkan kebenarannya di 22 juli nanti, siapa yg malu… btw kalau kalah jangan bikin rusuh ya…

            Hehehe

      • Siti Fatimah

        Coba anda fahami ttg tehnik pengambilan sampling. Coba anda fahami : ” bahwa sebuah sample dengan variansidan kecukupan data yang tertentu serta memadai dan dilakukan pengambilan sampel yang mengikuti kaidah random metode tertentu dapat dijadikan acuan. Coba anda ulangi memahaminya lagi. Apakah teori statistik itu bisa diterapkan dalm penghitungan suara yang akurat dengan tingkat error yang kecil???????? Indonesia luas, jumlah penduduk banyak, dari sabang sampai merauke, beraneka ragam suku bangsa, dsb. Itu menentukan potensi kantong suara.kita smbil contoh, pd suatu daerah tertentu itu merupakan kantong suara bagi capres A, di daetah lain juga merupakan kantong suara bg capres B. Jadi pemerataan suara pd masing2 daerah kadang tidak sama (dalam artian persentase perolehan suara tidak merata). Contoh dekat aja, disebuah area (satu kecamatan terjadi perbedaan suara yg mencolok). Jadi dimana letaknya QC bs dijadikan acuan final?

        • Pagi Smua

          Setuju Mbak Siti Fatimah…intinya Gak usah panjang lebar. berteori boleh…ilmiah boleh tapi liat juga perilaku manusianya…

      • Siti Fatimah

        Hasil QC tidak bisa mengcover seluruh suara rakyat Indonesia

      • erik

        wow.. ilmiah sekali.. sayang kita jg ga tau personil pengambil sampelnya dtaruh dmana aj.. pasti abisin duit banyak tuh..

      • Asep Si Akang

        maksudnya telor dadar di ceplok terus ditaburi wijen dengan air alakadarnya jadilah MODUS …. hehe

  • Maaf ngotot memang tidak baik, tapi itu sebetulnya bukan yg penting, yg justru penting kenapa ilmuwan kita ini sebegitu ngotot nya, mari sambil kita buka buku statistik dan kita sambil pelajari sejarah quick count yg membantu mengatasi kesalahan/kecurangan…contoh salah satunya seperti philipina yg dikuasai marcos begitu lamanya hingga akhirnya diganti aquino….tidak percaya ke 8 lembaga survei begitu saja juga bukan hal yg bijak…dimana 8 lembaga tersebut mendpat hasil yg kurang lebih sama…

  • suryawan

    Sampling 1% harus mengalahkan real count 100 % pakai logika macam apa ?

    • lebih tepatnya 270rb dibagi 478ribu TPS = 56,49% Real Count Gerinda dari Tim Pengawas Kader PKS, yg menarik disini ayuk kita baca lagi buku statistik.. :)

  • ngotot itu tidak baik, tapi kita juga harus tahu kenapa seorang ilmuwan ini ngotot? apa alasannya? apa motivasinya? sambil kita buka buku statistik kembali mari kita ingat bagaimana Quick Count itu membantu mengatasi kesalahan/kecurangan dalam penghitungan suara (real count), kalo kita lihat sejarah bagaimana presiden marcos philipina cukup lama menguasai yang akhirnya bisa dikalahkan presiden aquino…mari di googling aja…

    • roy

      ini si Ahmad jangan” si Burhan kali yak…sepertinya sampean ahli yo dalam bidang statistik..

  • ary gunawan murtomo

    KPU adalah lembaga yang sah dari pemerintah, kalau dibilang tidak benar lembaga survey saja yang menyelenggarakan PILPRES , JANGAN MERASA PALING BENAR di dunia… orang lain salah, kalau orang lain beda orang lain curang orang lain tidak benar…. mohon saudaraku jangan membuat statement yang membikin kusut suasana……

  • Jangan Lupa Real Count yang dilakukan GERINDRA belum 100% selesai…dari 478ribu tps baru 270rb… dan lokasi TPS yg menggunakan kader PKS tidak dirancang utk keterwakilan data seluruh TPS, tapi yang secara lokasi tidak jauh dari tempat tinggal Kader PKS yang ada (maaf dugaan awal)… sehingga ini memungkinkan hasilnya tidak sama/hampir sama dengan hasil Quick Count 8 dari 12 Lembaga Survei yg ditayangkan Televisi…Tidak mempercayai 8 lembaga survei dan hanya mempercayai 4 atau 2 yang lain rasanya tidak bijak juga… mari kita perdalam lagi ilmu statistik kita…Maaf para lembaga survei ini punya kapasitas pada bidangnya…walo tidak bebas/netral dari kepentingan..Kredibilitas Mereka Taruhannya…(kalo salah , akan tidak dipercaya lagi dan bisa bangkrut)…atau dipecat dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI)..tks..

    • Dondi Zulheri

      Sepakat untuk brother ahmad…kondisi bgn tdk seharusnya kt saling menyalahkan apalagi merasa benar sendiri….untuk membuktikan pemenang tentu kt harus sepakat dgn aturan main yg sdh disepakati bersama..yaitu hasil dr KPU…tp untuk menilai lembaga mana yg benar atau tdk benar tentu perlu diteliti dulu secara rinci tentang cara2 masing2 lembaga mengambil sampling serta metoda apa yg mereka gunakan… Khusus untuk Burhanudin Murtadi ini komen saya ” ORANG INI SUNGGUH TDK LAYAK UNTUK DIIKUTI STATEMENTNYA..KRN HANYA MENYESATKAN..SEHARUSNYA KOMENTARNYA INI DIA SAMPAIKAN JIKA ATURAN PILEG, PILKADA DAN PILPRES SUDAH BERBUNYI BAHWA HASIL QUIC COUNT DARI LEMBAGA SURVEY SUDAH CUKUP UNTUK MELEGALKAN MENANG ATAU KALAHNYA KONTESTAN PEMILIHAN……

      • Suharjo Joko Laksono

        Tetap saja survey tidak bisa dikatakan cukup untuk melegalkan, sebab survey tidak mewakili semua TPS, Buktinya Perhitungan belum selesai tapi quich coun sudah menayangkan hasil.

    • Jose Rizal

      Maaf Pak saya Orang Kampung, Kalau Mereka Salah, kan bisa tinggal cari alasan Ilmiah saja Pak ! Benar tidak Pak?..sekali lagi Maaf, Saya Orang Kampung…

  • mentari mu

    Mencari-cari pembenaran dengan ancaman… ande mande

  • jimmy ken

    hehheeh anda siapa burhan?
    yang ngitung kertas suara real secara keseluruhan siapa ?
    anda hanya sampling….

    sikap anda menjelaskan banyak hal bung !

  • ubhe

    terlalu banyak ngomong ini orang..

  • zeflin

    Ini sih ilmuawan dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Gemblung…wakakakaka

  • zeflin

    Aparat aman kan dan tangkap orang ini provokator ini jelas sudah siapa …tanyain pernyataan aneh ini

  • wahyu

    Keliatan banget ngototnya kelompok ini, yang nyapres MOMONGANNYA, yang ng-deklarasikan seolah-olah dia menang IBU ASUHNYA…..hhmmm

  • Fmalika Khairunnisa

    Kebenaran hanya milik Allah SWT bung Burhanuddin, Manusia itu makhluk paling suka membatah….tau diri dikit donk!??!?…

  • Bune Lintang

    Wkkwkkk yang disurve berapa? apakah mewakili Indonesia kaya ngomong sama anak TK

  • daya agung

    gak jelas nih orang katanya terpelajar… ngomong sembarangan… yg bener mah hasil rekapitulasi KPU kalii.. siapa pun pemenangnya..

  • rahbudi

    Provokator!!!

  • Syafrizal Rizal

    burhan-burhan , ilmu apa yg kamu pakai,….tinggal bongkar saja data TPS yg kamu punya,…tps mana , no berapa, siapa saksi disana,…toh cuma ada 1000 tps , tentu sangat mudah mendokumentasikannya !!!,….sebentar lagi pihak berwajib akan bergerak, siapkan saja data-data sahnya !

  • Lukman Nul Hakim

    BURHANUDIN MENDEM SEMIR !!! KPU JELAS LEGALITASNYA KOK DISALAHKAN LEMBAGA SURVEY!!! hANCUR NEGERI INI KLO SEPERTI INI.

  • AMANK

    Burhanuddin Muhtadi ORANG GILAAA,,,,,,,,,,,!!!!

  • Bang Cau

    pertama yg dikeluarkan statemen bahwa No.2 tidak akan kalah kalo TIDAK DICURANGI,trus mereka mengeluarkan fatwa menang lewat survey ga jelas……jadi kalo KPU nanti mengeluarkan Pemenang yg sebenarnya kubu No. 1……..mereka akan mengeluarkan statement…..NO. 2 DICURANGI……….Hmmmmmm…….sip banget ya …

    • sandhy

      mantap… setuju banget tuh, gitu lah kalo kubu No. 2 otaknya telah diracuni oleh komunis.
      TOP bgt

  • AMANK

    Bener yang salah KPU yg bener Burhanuddin Muhtadi, menurut dia!
    Tp yang GILA menurut saya Burhanuddin Muhtadi,,,,,!!!!

  • Moch.Fuad Fuad

    Sebuah penelitian itu harus didasarkan metogologi yang jelas sesuai aturan secara akademis bung Muhtadi, apalagi seperti “quick count”, ini kan serban instant. Jadi hasil quick count masih debatebel atau gambling. Jangan ngotot lho, nanti kalau hasilnya meleset (dan pasti meleset) pasti anda akan strok berat !!!.

  • Moestopo

    kasihan burhannudin…. reputasi hancur….

  • Moch.Fuad Fuad

    Muhtadi ngakunya jebolan ANU (Australian National University) tapi daftar nggak diterima, lalu bukak praktek ramal Pilkada- Pilek – Pilpres; obat yang ditawarkan “Bodrek” jadi hasilnya MABUK dan GILA. Nggak usah digubris.

  • Janim George

    Sotoy banget nih…akademisi yang dipertuan dan bisa dibeli begini…pola pikirnya sempit dan tertutup mengakui kebenaran dari pihak lain

  • Nia Dwi Rahayuningtyas

    Opini publik emang diarahkan begini, padahal lembaga
    survey ybs mengambil sampel 2.000 dari total 487.828 TPS dengan margin
    error 1% (yang ngerti statistik pasti paham ;) ). Kita tunggu hasil
    dari KPU saja sodara-sodara. Tak usah terlalu senang dan sombong atau
    terlalu sedih dan kecewa, sekedarnya saja. Jadi, kalau hasil nya tidak
    sesuai harapan kita akan bisa legowo…

  • anto

    Lembaga yang kredibel hanya KPU, kalau Lembaga Survei yang lainnya LS KW 3 semua, termasuk punya Udin ini kelihatan BEGO nya

  • Dian

    Wadoooh, blom apa2 udah kluar tanduknya neh… heheheh sabar mas bro, undang2 bilang hasil hitung KPU yg memutuskan seseorang jd pres atau tidak jadi pres.. bukan hasil kuik kooooon.. qqqq

  • Yuliza Sachira

    Dudulz…

  • Amha

    Ahahahaha…. Sdh bisa ditebak alur politisnya… Dari awal mmg udah ganjil. Kubu No 2 mengeluarkan hasil quick count secara dini, agar terbentuk opini publik. Ntar kalau hasil KPU berbeda dgn mereka, mereka akan klaim dicurangi, bahkan sblm pemilihan saja mereka udah ngomporin “yg bisa mengalahkan kami hanya kecurangan”. Next kekuatan publiklah yg jadi senjata mereka yg sdh mereka persiapkan dari awal dr pembentukan opini publik. Dan disinilah masyarakat harus jeli, jgn mw di bentrokin sama org2 yg hanya mementingkan kekuasaan. SAngat muak, blum jadi penguasa udah terlihat gelagat mw bikin kacau negara, apalagi kalau udah jd penguasa.
    DAn buat si udin anda ini sebenarnya akademisi atw politisi? kalau mmg lbh berbakat jadi politisi busuk mending bubar aja dari lembaga, bikin malu akademisi saja anda ini!

  • Dimas Siker

    Aneh banget nich orang… KPU itu yg SAH, elo siapaaaa emangnya pake ngotot segalaa? Ketahuan waktu sd lulusnya nyogok ya?

  • yudi destarius

    kalau lembaga survei adalah badan yang resmi di tetapkan uu dan atau peraturan pemerintah sebagai lembaga yang mewakili utk melakukkan atau memutuskan perhitungan pemenang pemilu itu dengan data +- 2000 TPS, maka kami tunduk dan tawadu atas keputusan Lembaga Survei anda dan anda berhak bicara KPU itu di bubarkan saja.

  • Vicki Sii Ahmatd

    Wah bahaya ni orang yang kayax gni -_-
    memang dia yang membuat semua rakyat indonesia berpatisivasi untuk memilih calon pemimpinnya ??
    sampai” merasa dirinya benar

  • Budi Seto

    suatu saat nanti si Udin ini bisa bilang ngga perlu pemilu, cukup survey dia aja bisa menentukan presiden. dasar ga waras

  • aszhury

    waduh….mantap kie…hbis survai gak mau kalah takut ngembalikin…tender nie……..ehmmm…

  • sukarman

    BOLEH USUL PEMILU YANG AKAN DATANG PENYELENGGARANYA ADALAH LEMBAGA SURVEY BUKAN KPU SUPAYA NEGARA INI HANCUR OLEH KEPENTINGAN MEREKA

  • ferry

    burhanudin tolong jangan merasa smart dehhh,,, yg diakui pemerintah
    Komisi Pemilihan Umum.. oia maaf ya Pak burhan-udin kalo tak salah
    apakah riset anda dibiayai salah satu partai pendukung ya ??? mungkin
    anda malu dg beliau ? jadi anda bilang seolah riset anda benar ??? kalo
    anda benar hasil anda berdasar apa ??? sedangkan KPU berdasarkan total
    suara bukan “sampel suara”. jika merasa anda benar ajukan masalah ini ke
    Pihak yang bayar anda utk riset dan biar pihak anda yang mengajukan
    keberatan ke pihak ranah hukum tapiiii tunggu hasil selesai penghitungan
    suara dan hargai juga KPU sebagai legilitasnya yang diakui pemerintah
    Republik Indonesia… semoga Anda tau yang namanya Pancasila yang
    berbunyi disila ke 4. tks

  • Iyan Zulfayandii

    ni orang udah gila kali ya

  • isfam sunarko

    Seeekkk … sseekkk …. sseekkk …. Sebentar Yaaa …. Yang Goblok itu AKU apa ORANG INI yacchhh …… Emang dia itu SUTRADARA PEMERINTAH … yang bisa meng-CUT putusan KPU …. ~!@#$%^&*()_+ …. Yaaacchhh maklumlah … pada momen2 seperti ini orang2 pada cari muka semua …. Karena merasa namanya gk pernah dipublikasikan akhirnya bikin yg aneh2 …. begitu nama serta wajahnya muncul di media masa …. ternyata dia hanya berkomen ,”GILA!!! TAMPAN BENAR AKU YA … KALO MASUK KORAN ATAU TIPI KELIR” … Mumpung lagi trend juga … PENCITRAAN diri sendiri

  • Junot Januar Kayafani

    pernyataan Tolol dari orang yang Tolol

  • MuhammadNur Junaedi

    emang harus ngikutin lembaga ente din… terus kalau beda mau ngapain ente… bahaya ini si udin, bisa perang antar geng….. ikutilah peraturan yang sudah syah yaitu KPU.

  • Riko Satria

    ya,,begini kalau orang ngk percaya tuhan,,,,, sebenarnya apa yang tentukan Allah SWT,,udah ada ketentuannya…Jadi kata Allah Jadi….mau junkir balik kah,,mau,,bolak balikan,,apalah namanya..kalau Allah ngk jadikan, ngk bakal Jadi2…..
    ini yang bahaya…..sekarang,,termasuk Si UDIN ini…..semoga Allah menunjuki Udin..ke jalan yang Benar ,,AMINNN……
    sering2 belajar ya Udin..?

  • Bobo Bozz

    Bagi pendukung Jokowi jangan mau diadu domba ya … karena anda bukan domba

  • merakyat_donk

    Jangan menghina orang lain dengan menyebut beliau orang Bodoh, padahal dia berpendidikan loh…. dia itu cuma kurang cerdas aja…. hahahahaha

  • JENDERAL PETAK

    TU ORANG GA WARAS,…BERANI MEMBELA YANG BAYAR

  • Muhazir Yusuf

    kalau pemikiran orang2nya gak objektif, bagaimana bisa lembaga surveinya bekerja secara objektif, think again!!!!!!!!

  • Amin Lukitarto

    si Burhan ini seorang Ilmuwan , sayang PANDIR mau mendikte Kekuasaan Negara ( KPU ) ini bahaya !!! ini lho REFORMASI semua orang mudah mengumbar suara dan keinginannya ..Yang Goblok Juga Mega ..mengapa mengambil suasana yang di buat Burhan CS sebagai Indikator Kemenangan ..anda bayar berapa???? ini bangsa ga bodo bodoamat…Mega ini lucu

  • Sonco Tengge

    Ketua dewan lembaga survey akan mengaudit semua anggotanya…dan hasil audit akan diumumkan ke publik mana lembaga survey bayaran…krn menyangkut kredibiltas lembaga survey….dan anehnya lembaga survey yg dikontrak TV one tdk mau datang…kayaknya prabowo akan diangkat mjd presiden tv one aja..

  • nurman abdaul

    Qc hnya sampel, msa menyalahkan KPU yg nyata2 htungannya manual, statemennya bsa memicu konflik, ingat, QC prnah beda dgn KPU, QC mmenagkan Mega-Hasyim, tp stlh htungan manual KPU, yg mnang SBY-JK, jd jgn lah sombong dgn hsil QC. brpikir lah scara ilmiah, apa lg klo afiliasinya k no 2, hsil QC bsa dprtanyakan, jgn lngsung klaim no 2 mnang,krn yg brhak mngumumkan pmenangnya hnya KPU, bkn olh lmbaga mna pun, tp ini tdk,, lmbaga plaku QC & psangan no 2 sma2 sdh klaim mnang, jgn kcewa klo kmenangan nya dbatalkan KPU.

  • Andang Irfan Riyanto

    hahahahah oon pisan

  • Nabila Danish

    Burhan burhan bagusnya lo jadi burung hantu aja

  • [email protected]

    Stres orang ituu mau menang sendiri kalau kalah di bilang kecurangan, kalau menang bisa hancur negara ini…..

  • Jose Rizal

    Ngaku Ilmiah Tapi Idiot, Jelas Hitung Manual yang lebih Afdol daripada Survey Quick Count yang ngakunya Ilmiah Tapi Bisa Di Bayar Hasil nya…..Dasar Idiot…

  • Dasar Wong Edan,,, sejak kapan pula Orang gila ini jadi penentu presiden Indonesia???? walau dengan sampling data yang bagai mana pun tetap aja pemilihan presiden itu ada undang-undangnya bung,,, jangan mimpi lah,,,

  • Noverry Setiadi

    Ini namanya pemaksaan kehendak secara bergerombol……yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dibayar untuk menyesatkan rakyat Indonesia….!!! Patut dikasihani orang-orang seperti ini dan kita meragukan kebenaran ilmu yang dimiliki.

  • Deandra

    “Kalau berbeda, hasil hitungan KPU pasti salah, dalam artian, ada proses
    kecurangan dari rekapitulasi, mulai dari tingkat TPS, kelurahan,
    kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Karena berjenjang seperti
    itu, saya lebih percaya apa yang dikerjakan teman-teman,” ngototnya
    lagi.
    ada
    baiknya pernyataan burhanudin ini jadi tolak ukur KPU nanti, bisa tuk
    dibawa keranah hukum, jika apa yg direbitkan oleh lembaga survey itu
    nantinya beda dgn hasil KPU, secara tidak lgsung pernyataan burhanudin
    itu mendekati pitnah atau tuduhan terhadap kpu..

  • AGUS

    ANAK KEMARIN SORE SOK PINTAR,PADAHAL GOBLOK,DIA INGIN MENGGIRING OPINI PUBLIK,MEMBENARKAN UCAPANNYA,UCAPANNYA PROVOKATOR

  • AGUS

    UCAPAN SETAN

  • Ferry Arbania

    Wah, mulai kapan Pak Burhanudin Muhtadi ini menjadi sombong dan bodoh seperti ini. Sbg orang yg berilmu, mestinya malu melontarkan ucapan yang justru memancing amarah warga negara yang saat ini sedang kalud, justru ‘karena’ adanya lembaga survey yg melakukan Quick Count pilpres.

    Cerobohnya lagi, 00000000000 Burhanudin justru tak bisa mengendalikan menjaga mulutnya dari ucapan kasar di bulan suci Ramadhan spr skrg ini.

    Logika mana, yg kemudian membenarkan lembaga survey membenarkan diri aplg mengaku lebih benar dari KPU. Lembaga Survey bukan penyelenggara Pemilu, KPU? Jelas dunk…………….”Saya aja nggak pake kacamata bisa liat dan bisa bedakan itu.

    Jangan seret rakyat Indonesia ke medan kisruh yg lbh tajam dengan uacapan-ucapan yang hanya mementingkan perut sendiri. BElajar dewasa bung. Publik sudah cerdas dan tak perlu sok gawat begitulah……..!!!!!!! hahhaaaaaaaaaa#EmangDasar

  • Saepul

    manusia gak waras…!!! sekolah tinggi otak anak SD..!!!

  • Sapto Widodo

    yang koment di bawah bnykan pendukung wowo , pada nggak terima dengan pendapat realistis bang Burhan ……

    • Andry Ferdian

      realistis? berarti besok besok yang menyatakan menang lembaga survey aje ye?

  • Andry Ferdian

    sepertinya ada konspirasi besar besaran. bagaimanapun orang indonesia sudah bisa berfikir cerdas, lembaga yang paling berhak menentukan adalah KPU bukan lembaga survey

  • Boy Boyan

    Salut anda berhasil menggiring opini Publik..

    Hidup Burhan…. Anda dan Metro TV selalu Benar..
    Ingat Tuhan tidak tidur…

  • Dewi Asmaraningsih Sanusi

    cara mengumpulkan data juga berpengaruh, ada dr relawan bersih pas abis pencoblosan minta data brp yg milih n engga trus kirim sms tanpa ikut perhitungan itu terjadi di TPS kami, n relawan PKS ikut sampai perhitungan terakhir..fakta dilapangan

  • Bento Betawi

    si Burhan bayi Prematur ngomongnya ngaco, KPU tuh independen emangnye lembaga ente Maju Tak Gentar Membela yang Bayar

  • mas_unggul

    Orang, kalau sdh kebangetan pintar begini jadinya, data C1 dari KPU dianggap salah , lah dia pikir dia yg punya aturan dan QC yg paling benar gitu, haloooo

  • Amane Hiranuma

    INILAH MANUSIA PALING TOLOL, BERBANGGA HATI DENGAN DIRI SENDIRI, SEMENTARA ORANG LAIN DIREMEHKAN, OTAK NYA DANGKAL KALI NI ORANG

  • Good Rasa

    INI JELAS PROVOKASI SI UDIN INI HARUSNYA SUDAH DI TANGKAP DAN DI ADILI KARENA SUDAH MELECEHKAN LEMBAGA NEGARA KPU..HARUS DI TANGKAP DAN DI ADILI NIH SI UDIN.

  • Budi Nur Rachmat

    Kalo ngomongnya aja udah sperti itu ( stupid …….! ), sudah pasti metode survey-nya juga ga bener dan sudah dipastikan hasil survey-nya juga pasti salah besar ( hasil survey-nya pasti subjective dan memaksakan kehendak juga menghalalkan segala cara untuk memenangkan Jokowi/JK ) ah…… dasar Udin …..Udin……., tolol bener sih loe………………!
    3 menit · Suka

  • udin

    indonesia 1

  • udin

    Persiapkan
    kekuatan jantung dan ketabahan anda para pendukung capres yg sudah
    termakan politik quick count, atas hasil murni yang nanti akan diumumkan
    oleh KPU tanggal 22 juli 2014, data real count sudah 90 % masuk ke KPU,
    silahkan minta informasi yang akurat dari orang yg anda kenal berada
    pada tempat pengumpulan data yg betul2x murni hasil C1 nya, jangan dari
    internet ,berita tv , yang merasa capresnya sudah unggul lewat politik
    quick count, semoga nanti jangan merasa dicurangi apalagi sampai arogan
    ya, salam damai untuk kemajuan Indonesia — senang .

  • sandhy

    RENUNGKAN……!!!!!!!!
    Udah tau lembaga resmi itu KPU (Komisi Pemilihan Umum) masa yg d bikin acuan malah Quick Count???
    Hasil Vote suara Rakyat yang udah pasti benar ya cuman KPU yg tahu, karena KPU-lah yang berhak atas segala wewenang dalam PEMILU..
    Coba anda telaah kembali, apakah kita harus mengikuti informasi yg berasal dari pihak2 yg tidak bertanggung jawab???

  • admad

    pendukung capres no.2 tidak adayang muncul. wk wk wk wk wk

  • chendra

    Diskusi pendukung prabowo saya dukung prabowo tunggu tgl 22 aja hasilnya tapi kalo prabowo memang kala rapopo.

  • chendra

    Tgll 22 kpu jadi penentu semangat kpu

  • H joko s

    Burhanuddin pulang kampung aja ngarit, kpu lebih berhak, jk anda nggak percaya kawal saja laporannya dr tps sampe pusat, jangan menyalahkan kpu, sy yakin orang kpu lebih pintar dp anda.

  • boy

    dasar tolol

  • Etna Ratnadi Martanegara

    Ada satu kemungkinan lain lagi….. yaitu kamu dan teman2mu yang curang …. silahkan baca komentar ini : SETIAP ORANG SIAP UNTUK MENANG, TAPI TIDAK SEMUA ORANG SIAP UNTUK KALAH!. JK: Hanya kecurangan yg bisa kalahkan kita. Sesumbar sekali JK

    1. jokowi menang versi QC sementara prabowo menang di realcount

    2. perhatikan ‘Keanehan’ perubahan hasil Quick Count versi SMRC (saiful mujani) untuk memenangkan

    catat | itu data SMRC pukul 13.05 dan tengoklah data pukul 13.19

    3. data QC ‘aneh’ langsung tercipta | angka yg awalnya dipegang prabowo 52% | berubah menjadi milik jokowi | dlm 14 menit | dgn data 17,65%

    4. data itu berubah ketika iklan masuk dan diselingi adanya artis yang menyanyi di TV | ‪#‎pengalihan‬

    5. catat! | saya sedang tidak membangun opini versi saya | TAPI | saya justru sampaikan ‪#‎fakta‬ dari akun SMRC milik saiful mujani

    6. dalam waktu 14 menit | dialihkan iklan dan adanya penyanyi | data DI BALIK SMRC | prabowo 47,3% dan jokowi 52,7%

    7. dalam 14 menit | dgn data 13,78% sd 17,6% alias naik hanya 4% perubahan suara jokowi naik dari 47% ke 52% alias naik 5% | ‪#‎ANEH‬

    8. data hanya naik 4% tapi perubahan suara jokowi naik 5% | sekaligus dgn diturunkan suara prabowo ke angka 47% tanpa ada kebagian naik

    9. dan ‪#‎ANEHNYA‬ lagi dimenit yang sama | semua QC lembaga survey pesanan angkanya langsung berubah sama sesuai settingan Subiakto Tjakrawerdaya

    10. baiklah kalau anda sedang membangun ‪#‎KLAIM‬ | tapi jangan bodohi rakyat dengan segala misi dan pesanan yang sudah dibeli

    KITA TUNGGU NANTI HASIL REAL COUNTNYA

  • adlu

    BURUNG HANTU

  • Bojan

    Seru baca komen-komen nya :v

  • Muke Gile

    1 KATA BURHANUDDIN TOLOL…!!! SOMBONG AROGAN… Kaloo ketemu mau nanya dia kadar otaknya berapa cc?

  • akhmad.darus

    Pa burhan anda seorang sarjana Agama Islam, seharusnya lebih mengedepankan Qudrat dan irodatnya Allah, kenapa lebih menggunakan akal Bapak, manusia tempatnya khilap dan salah, kebenaran yang hakiki milih Allah. nanti anda bisa kualat

  • Andika Yunani

    Pernyataan Burhan ini bentuk provokasi ke masyarakat untuk melawan KPU. Ini sangat berbahaya. Saya yakin rakyat tidak sebodoh itu mau percaya dgn Burhan

  • Asep Si Akang

    yang penting sebenarnya adalah bahwa Kita sebagai warga negara yang baik, punya pikiran cerdas dan hati yang bersih harus bisa menahan diri untuk tidak terpancing dan terprovokasi , tunggu dan sabar tanggal 22 Juli 2014… Selamatkan Indonesia ..!!

  • Ardhi Samudra

    burhanudin anda layak jadi ketua kpu abal abal.

  • Jaka Jago Kandang

    Burhanuddin Muhtadin…liat tongkrongan dan sok pinternya lebih pas dipanggil Udin…din, Udin katro yang punya hajatan tu KPU…Kenapa Loe ngotot yang nentuin hasilnya?!…Loe jumawa seolah – olah QC elo yang paling benar dan terbebas dari kesalahan, SOMBONG BGT! mmang Loe siapa?…kalau sama kaya kita, cuma debu di alam raya…jangan banyak menepuk dada…mu muntah ngeliatnya

Lihat Juga

Kemenangan Trump Dipastikan Untungkan Israel