Home / Berita / Nasional / KPI Minta Lembaga Penyiaran Proporsional Siarkan Quick Count

KPI Minta Lembaga Penyiaran Proporsional Siarkan Quick Count

Ilustrasi - Surat Suara Pilpres 2014. (Antara)
Ilustrasi – Surat Suara Pilpres 2014. (Antara)

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh lembaga penyiaran untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa penyiaran quick count (hitung cepat), survei, dan exit poll dalam pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden bukanlah merupakan perhitungan suara resmi. Hal ini untuk menjamin masyarakat memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan amanat undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Hal tersebut disampaikan Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, hari Rabu ini (9/7/2014).

Sebagaimana dikutip dari situsnya, KPI meminta lembaga penyiaran harus menyampaikan pula bahwa perhitungan suara resmi yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan adalah perhitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertugas untuk melakukan rekapitulasi hasil perhitungan, menetapkan serta mengumumkan hasil Pemilihan Umum secara nasional yang dilakukan pada tanggal 22 Juli 2014.

KPI meminta seluruh lembaga penyiaran menahan diri dan bersikap proporsional dalam penyiaran mengenai quick count atau hitung cepat. Lembaga penyiaran diharap tidak melebih-lebihkan penyiaran hitung cepat ini sehingga menimbulkan klaim kemenangan salah satu pihak. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak buruk yang memicu disintegrasi dan provokasi di tengah masyarakat.

KPI mengingatkan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab untuk turut serta menjaga keutuhan Bangsa dan Negara demi terciptanya proses demokrasi yang baik sesuai dengan harapan kita semua. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Moch.Fuad Fuad

    Saya mohon dan meminta dengan sangat KPI juga harus ikut mengawal sehingga kerja KPU dapat profesional, jujur, adil, berani, dan bertanggungjawab sesuai dengan konstitusi dan aturan main yang jelas. Hasilnya bangsa ini menjadi berwibawa, bermartabat, dan damai. Oke !!!

Lihat Juga

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah menggelar Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode-1. (bisnis.com)

KPI: Sinetron dan Infotainment Harus Dibenahi