Home / Berita / Nasional / Pesan dan Doa Aa Gym untuk Sukses Pilpres 2014

Pesan dan Doa Aa Gym untuk Sukses Pilpres 2014

KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. (@aagym)
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. (@aagym)

dakwatuna.con – Jakarta.  KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberikan pesan khusus kepada seluruh bangsa Indonesia demi suksesnya perhelatan Pilpres 2014.

Pesan yang di sampaikan Aa Gym dalam sebuah rekaman suara yang di publish melalui twitter @aagym diawali dengan nasihat bahwa pilpres merupakan bagian dari amal shalih.

“Hari ini kita punya kesempatan untuk beramal shalih, meluruskan niat untuk memilih presiden karena memang itulah episode yang ada di negeri ini” ungkap Aa dalam kalimat pembukanya.

Aa juga menghimbau agar pilpres dijalankan dengan cara-cara yang baik dan memasrahkan semua hasilnya hanya kepada Allah SWT.

“Semua hasil kita pasrahkan kepada Allah.. Allah Maha Tahu siapa yang akan dijadikan pemimpin di negeri ini, karena Dialah yang menentukan sebagaimana diisyaratkan dalam Quran Surat Ali Imran ayat 26”

Pimpinan Ponpres Daarut Tauhid ini juga berpesan agar menjadi pemilih yang cerdas, memilih dengan hati nurani dan senantiasa menyerahkan urusan kepada ahlinya.

“silakan gunakan hati nurani, ingatlah jika suatu urusan diserahkan bukan kepada bukan ahlinya tunggulah kehancurannya, tafakuri siapa yang paling matang, siapa yang paling berkemampuan memimpin amanah dinegeri ini dan lihatnya kawan-kawannya, karena seseorang bisa dilihat dari kawan-kawannya”.

Diakhir pesannya, Aa menyampaikan nasihat yang sangat menyejukkan. “Hindari sikap emosional, berlapangdadalah dengan perbedaan”. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sidang Paripurna

Ini Pengakuan Muhammad Syafi’i, Pembaca Doa Penutup Sidang Paripurna