Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Masih Malukah Kamu untuk Menangis?

Masih Malukah Kamu untuk Menangis?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (bidadarisurga.deviantart.com)
Ilustrasi. (bidadarisurga.deviantart.com)

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

dakwatuna.com Allah berfirman, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’:109).

Air Mata…

Dibalik kenikmatan hembusan nafas, kita pasti pernah menangis. Menangis bisa dilakukan oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Selama ini menangis identik dengan yang namanya kaum hawa. Apakah kaum Adam tidak pernah menangis? Jika mereka bilang tidak, sebenarnya itu salah. Paling tidak kaum Adam maupun hawa menangis saat pertama kali dilahirkan ke dunia ini. Selama ini air mata juga sangat diidentikkan dengan kelemahan ataupun cengeng. Apakah itu benar? Apakah seseorang yang mendokrin air mata adalah kelemahan ataupun cengeng tidak pernah menangis? Mungkin kita harus merenung sejenak.

Semua orang berhak untuk mengeluarkan air mata. Karena air mata adalah bahasa manusia. Dengan air mata kita dapat mengekspresikan perasaan yang sedang kita alami, mendorong emosi untuk keluar, memberikan rasa haru, dan memberikan rasa lega ketika segala macam masalah menyesakkan dada. Melihat orang yang menangis seakan air mata mampu menyentuh lubuk hati kita yang terdalam. Pada intinya dengan air mata kita dapat merasa lebih baik karena sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun psikis.

Tetapi, dari manakah asal air mata ini? Nah, tepatnya air mata adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar air mata (lakrimal). Air ini diproduksi melalui proses lakrimasi yang berfungsi untuk membersihkan mata.

Walaupun air mata hanyalah berupa tetesan-tetesan bening yang keluar dari sudut-sudut mata, tetapi air mata mengalir penuh kelembutan. Saat kita sedih, senang, terharu, tertawa, saat mata terasa sakit, bahkan di saat marah maka keluarlah air mata. Di saat kemarahan datang bersamaan dengan air mata maka seolah air yang mengalir tersebut adalah tetesan-tetesan emosi yang keluar secara perlahan hingga mampu mengurangi kadar kemarahannya.

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa air mata tidak hanya berdampak baik di psikis saja. Air mata juga dapat bermanfaat dalam fisik kita. Di antaranya dapat membantu dalam penglihatan kita, cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada mata yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Selain itu air mata dapat mengeluarkan racun ataupun toksin yang ada dalam tubuh kita dan mengeluarkan hormon yang berlebih dalam tubuh. Juga dapat sebagai antibiotik, membunuh bakteri-bakteri jahat yang menyerang pada mata. Dan masih banyak lagi keajaiban-keajaiban dibalik air mata yang belum diuraikan.

Menangis tanda kelembutan hati. Menangis menandakan bahwa jiwa kita peka terhadap peristiwa yang menimpa diri kita maupun orang lain. Menangis tanda peduli terhadap sesama. Menangis menandakan kita hanyalah hamba-Nya yang kecil di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya. Menangis membantu kita bagaimana cara mengevaluasi diri.

Nah, masihkah kamu malu untuk menangis? Ketahuilah bahwa tidak ada ruginya kita menangis. Karena menangis adalah nikmat Allah yang mesti kita syukuri. Karena dengan menangis Allah masih menjaga agar hati kita lembut dan tidak keras membatu bagaikan tanah tandus, kering, dan gersang yang butuh akan limpahan air.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Trioki Ningsih
Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan dan Relawan RZ Medan. Dengan tulisan saya bisa menangkap moment-moment selayak Fotografer menangkap moment tersebut juga.. :)

Lihat Juga

Studi Ilmiah Sederhana Fenomena Pohon yang Menangis di Blitar