Home / Berita / Nasional / MUI, Muhammadiyah, dan NU Bereaksi Keras Terhadap Karikatur Jakarta Post yang Hina Islam

MUI, Muhammadiyah, dan NU Bereaksi Keras Terhadap Karikatur Jakarta Post yang Hina Islam

Ilustrasi. (islam.ru)
Ilustrasi. (islam.ru)

dakwatuna.com – Karikatur yang menghina Islam pada koran ‘The Jakarta Post’ edisi Kamis (3/6/2014) di halaman 7, mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Reaksi tersebut di antaranya muncul dari MUI, Muhammadiyah, dan NU.

Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Djunaidi, menyatakan ‘The Jakarta Post’ telah melakukan pembunuhan karakter dan penistaan terhadap Islam.

“Seharusnya media menahan diri selama bulan Ramadhan ini agar tidak memberitakan sesuatu yang sensitif dan provokatif,” tutur Muhyidin sebagaimana dilansir Republika Online, Senin (7/7/2014) malam.

Menurut Muhyidin, ‘The Jakarta Post’ harus mengklarifikasi karikatur itu dan minta maaf kepada umat islam.

“Umat Islam tidak perlu emosional, melainkan lebih mengutamakan penggunaan jalur hukum sebagai langkah pembelaan sekaligus memberikan efek jera,” ujar Muhyidin.

Sementara itu Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, meminta pihak Jakarta Post menjelaskan tujuan dan target dari pembuatan karikatur tersebut.

“Yang perlu dijelaskan oleh Jakarta Post adalah tujuan dan target mereka dalam memublikasikan karikatur tersebut,” ujar Daulay sebagaimana dilansir Republika Online, Senin (7/7/2014).

Dia mengatakan, redaksi koran berbahasa Inggris tersebut harus menjelaskan agenda yang ada dari pihak redaksi terkait karikatur tersebut. “Misalnya, apakah Jakarta Post sengaja memancing gejolak sosial di tengah ketatnya persaingan dalam pilpres yang akan segera digelar,” katanya.

Ia menambahkan, jika pihak Jakarta Post memiliki agenda seperti itu maka perlu dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap awak redaksi. “Bagaimanapun, tindakan mereka bisa dinilai mengancam keamanan dan ketertiban menjelang pilpres,” paparnya.

Sedangkan Pengurus Besar (PB) Nahldatul Ulama (NU) akan menuntut Jakarta Post karena telah melakukan tindak pidana religious crime alias penodaan agama. Ketua PBNU KH Maksum Machfoedz menegaskan, organisasinya akan meminta klarifikasi kepada koran berbahasa Inggris tersebut.
Dia akan meminta apa maksud dari publikasi gambar karikatur berlafaz Tahlil, Allah, dan Muhammad itu yang disandingkan dengan gambar tengkorak yang menjadi simbol bajak laut.

“Kita harus tuntut permintaan maaf terbuka dari Jakarta Post. Kita harus tuntut ini sebagai religious crime, urusannya sudah pidana urusannya, bukan sekadar perdata,” ujar Kyai Maksum sebagaimana dilansir Republika Online, Senin (7/7/2014).

Menurut dia, karikatur Jakarta Post jelas melukai hati umat Islam. Apalagi, masyarakat Indonesia mayoritasnya merupakan kaum Nahdliyyin.

“Secara pribadi, saya gemetar melihat karikatur itu. Saya juga gemeter membaca berita itu. Tega sekali melakukan pelecehan terhadap agama mayoritas. Tentu ini harus diperkarakan,” tegas Maksum.

Tanpa tindakan tegas itu, Maksum mengaku khawatir gelombang gerakan pengadilan jalanan akan membengkak. Menurut Maksum, PBNU dalam setiap geraknya senantiasa mempromosikan kedamaian dan persaudaraan sejati antar umat melalui toleransi tanpa batas, lokal dan global.

Karikatur koran ‘The Jakarta Post’ edisi Kamis (3/6/2014), yang dimuat di halaman 7, harian berbahasa Inggris, memuat karikatur dengan gambar simbol Islam dalam ukuran yang cukup besar di rubrik Opini.

Itu setelah karikatur tersebut menggambarkan bendera berlafaz ‘laa ilaha illallah’ dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera.

Tidak sekadar itu, lafaz tahlil tersebut dipadukan dengan bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan ‘Allah, Rasul, Muhammad’.

Gambar tersebut memuat karikatur dalam beberapa adegan. Adegan menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (52 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Anton Akong

    namanye juga korannye orang2 yahudiiiiii….selalu kaga ade seneng2nye ama orang MUSLIM

  • Dudung Eko Patriono

    LAPORKAN! PIDANAKAN!!

  • alonk

    Islam tetap akan di hina dan di fitnah, org2 yg anti Islam akan melakukan segala mcm upaya utk merusak citra Islam, yg lebih celaka lagi umat yg mengaku Islam pon ikut2an merusak Agamanya, Selamat berjuang suadaraku dlm menjaga Agama kita, smoga Allah swt meridhoi

  • iwenk

    Usir aja The Jakarta Post dari Indonesia, minoritas telah dihargai di bumi ini, jangan bangunkan macan di kandangnya sendiri…

  • eman..suherman

    tutup aja media begtu

  • lizartarigan

    Salah satu dr konspirasi global!!

  • Birowo

    Syiah,Nashara dan yahudi bersatu hantam islam dan tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah, fitnah dan adu domba adalah senjata mereka setelah kaum mukminin terpecah belah mereka akan menghantam islam baik dari dalam (perusakan Aqidah) maupun dari luar (dengan terang terangan menyatakan perang terhadap islam) , sayangnya hanya sedikit saudara kita yang sadar akan bahaya tersebut. waallahu a’alam bishawab

  • suhebot

    pak polis tangkap itu redaktur jakarta post dkk… ini MAKAR PA

  • widyo

    @iwenk
    Lho kok minoritas yg disalahin?
    Baca jakarta post aja belom pernah.
    Nyalahin ya redaktur jakarta post dong.
    Jangan gebyah uyah gitu.
    Kami jadi makin ngerasa ga aman dan nyaman kalo disalahin mulu.
    Jangan lupa, kami juga berperan di jaman perjuangan kemerdekaan, kami juga warga negara, dan masih akan selalu menghormati umat agama lain.
    Sedih rasanya, bro.
    Dianggap asing di negeri sendiri.

  • indang

    sabar saudara saudara ku setanah air yg saya cintai, kita harus arif menyikapi masalah seperti ini apa lagi negara kita terdiri dari beberapa suku & macam agama, biarkanlah para tokoh agama & aparat penegak hukum yg menyelsaikan, kita jgn muda terpancing oleh para oknum yg tidak bertanggung jawab. banyak negara diluar sana yg tidak ingin melihat indonesia rukun dan damai.

  • Dian

    Harus diusut sampai tuntas, seret pelakunya ke pengadilan, ini tindakan provokasi.

  • joko.pitoyo

    Jangan cuma dituntut minta maaf, mereka hanya tertawa di belakang, tutut ke pengadilan. itu lebih baik agar mereka tau, islam itu punya aturan yang salah harus dituntut.

Lihat Juga

Austria Larang Pembagian Al-Quran