Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / 9 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Berjuang Membebaskan Palestina

9 Ramadhan, Menghidupkan Hati dengan Berjuang Membebaskan Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Masjid Al-Aqsha (paldf.net)
Masjid Al-Aqsha (paldf.net)

dakwatuna.com Hati akan hidup jika dimasuki cahaya keimanan. Tapi cahaya itu akan cepat padam jika tidak dipelihara.

Cahaya Al-Qur’an

Saat membaca Al-Qur’an, hendaknya yang dipikirkan bukanlah bagaimana segera sampai pada akhir juz atau akhir surat. Yang dipikirkan hendaknya bagaimana kita paham saat membaca hingga akhirnya mendatangkan pengaruh.

Abu Jumrah ra. berkata, “Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas bahwa aku cepat dalam membaca. Aku biasa mengkhatamkan dalam tiga hari. Ibnu Abbas menjawab, ‘Aku lebih senang hanya membaca surat Al-Baqarah semalaman dengan tartil dan tadabur, daripada membaca banyak sepertimu.’”

Ibnu Mas’ud ra. juga berwasiat kepada kita semua, “Janganlah membaca Al-Qur’an seperti membaca syair atau cerita. Tapi bacalah dengan menghayati keajaibannya. Gerakkanlah hatimu saat membacanya. Jangan memikirkan kapan akan sampai pada akhir surat.”

Ibnul Qayyim ra. mengatakan, “Membaca Al-Qur’an dengan penuh tadabur dan tafakur adalah hal yang paling bermanfaat untuk hati. Karena di dalam Al-Qur’an terdapat kisah orang-orang yang berjuang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Seandainya saja orang-orang tahu manfaat membaca Al-Qur’an dengan tadabur, mereka pasti akan meninggalkan kesibukan yang lain. Karena membaca satu ayat dengan tafakur lebih baik dari mengkhatamkan seluruh Al-Quran.”

Agar Cahaya Tak Kunjung Padam

Orang yang membaca Al-Qur’an setiap hari pasti akan mendapatkan kisah bangsa Yahudi. Kisah mereka mengambil jatah halaman yang sangat banyak dalam Al-Qur’an. Ketika membaca ayat-ayat itu, Al-Qur’an mengajari umat Islam bagaimana menghadapi mereka. Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa bangsa Yahudi akan menjadi musuh terbesar umat Islam.

Saat ini bumi Palestina yang menyimpan salah satu masjid suci umat Islam berada di bawah jajahan bangsa Yahudi. Isyarat Al-Qur’an tepat, iman kita bahwa Al-Qur’an mengabarkan berita-berita gaib pun semakin kuat karena takwilan berita itu sedang kita alami saat ini.

Memperjuangkan kemerdekan rakyat Palestina, dan membebaskan Al-Aqsha dari cengkeraman bangsa Yahudi tentu akan menghidupkan hati dan menguatkan keyakinan kita kepada Al-Qur’an. Kita akan mengetahui betapa kejam, licik, dan penakutnya Yahudi. Sama seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an.

Apalagi Al-Qur’an menyebut wilayah Palestina dan sekitarnya adalah bumi yang diberkahi Allah Ta’ala. Mencintai, membant, dan memperjuangkannya tentu akan menyebabkan kita juga turut diberkahi. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
H. Moh Sofwan Abbas, MA
S1 Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir. S2 Universitas Al-Neelain, Khartoum-Sudan. Dosen Ma'had An-Nuamy, Jakarta

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General