Home / Berita / Opini / Cara Jitu dalam Memilih Presiden

Cara Jitu dalam Memilih Presiden

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: soundset.hr)
Ilustrasi. (Foto: soundset.hr)

dakwatuna.comManusia selalu memiliki keterbatasan. Menilai sesuatu selalu dari apa yang terlihat. Mengambil suatu keputusan tanpa berpikir terlebih dahulu apakah memang seperti itukah yang terjadi sesungguhnya.

Penulis pernah mendengar sebuah kalimat, “tidak selamanya yang anda lihat itu benar”. Kalimat ini memang biasa saja, namun memiliki makna yang dalam. Pada kalimat ini terkandung makna bahwa apapun yang kita lihat, jangan terlalu cepat mengambil keputusan terhadap apa yang kita pandang hanya dari luarnya saja. Karena kita hanya menilai dari kasat mata. Sedangkan tentang apa yang terjadi sebenarnya, sungguh kita benar-benar tidak mengetahuinya.

Apalagi saat ini, dalam pemilihan presiden. Jangan kita hanya terkecoh dengan tampilan-tampilan luar capres saja. Tapi coba amati dengan seksama dan dianalisis lebih lanjut tindak-tanduknya di masa lalu dan saat sekarang.  Dengan demikian, kita akan tahu siapa masing-masing capres itu sebenarnya.

Meskipun begitu, mari kita berpikiran positif. Jika memang kedua calon presiden itu sama-sama orang baik, tapi alangkah beruntungnya Indonesia dipimpin oleh orang terbaik dari kedua calon yang ada itu.

Saat ini, penulis banyak sekali mendengar kelebihan dan kekurangan masing-masing capres. Tidak hanya di televisi, di media sosial pun penulis melihat para pendukung masing-masing capres saling membeberkan kekurangan capres lainnya.

Menurut penulis, ini tindakan yang kurang bijaksana. Sekali lagi, mereka baru menilai masing-masing capres hanya dari kasat matanya saja. Dari kabar berita yang belum tahu benar salahnya. Hingga pada akhirnya, jika mereka telah memihak pada satu capres, maka biasanya mereka mencari kesalahan-kesalahan capres yang lain.

Jika si A mendukung Prabowo, maka si A  ini akan menshare semua keburukan Jokowi. Begitu juga dengan si B yang mendukung Jokowi, maka dia pun tidak akan segan-segan mempublish semua kejelekan-kejelekan Prabowo. Tujuannya, agar terlihat bahwa capres yang mereka dukunglah yang paling benar.

Meski begitu, kita jangan mudah terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang lain. Sebaiknya, kita jangan langsung mengiyakan. Karena semua ucapan mereka belum tentu benar. Terkadang, ada pihak-pihak yang hanya mengarang bebas agar orang lain tidak tidak memilih capres yang tidak disukainya. Dan pro kepada capres yang dia inginkan.

Jadi menurut hemat penulis,  kita jangan gegabah. Namun jika memang  kita telah menetapkan siapa capres pilihan kita, coba diamati dengan seksama lagi. Sudah tepatkan pilihan kita itu.

Dengan demikian, siapapun capres yang menjadi pilihan kita, maka kita memilihnya dengan adanya alasan. Tidak hanya sekedar ikut-ikutan.

Sekali lagi, mari kita berpikir positif. Memang kedua capres itu sama-sama orang baik, tapi alangkah lebih baik jika kita dapat memilih presiden terbaik untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Untuk Indonesia Tercinta.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Al Washliyah Sesalkan Pernyataan Presiden yang Nyatakan Aksi Damai Ditunggangi Aktor Politik