Home / Berita / Daerah / Rumah Belajar untuk Anak Pemulung

Rumah Belajar untuk Anak Pemulung

Rumah Belajar Anak (RBA) Sahabat Bumi, di perkampungan pemulung, Jurang Mangu Barat, RT03/RW01, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).  (act)
Rumah Belajar Anak (RBA) Sahabat Bumi, di perkampungan pemulung, Jurang Mangu Barat, RT03/RW01, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (act)

dakwatuna.com – Tangerang Selatan. Global Zakat-ACT, terus menggenjot renovasi pembangunan Rumah Belajar Anak (RBA) Sahabat Bumi, di perkampungan pemulung, Jurang Mangu Barat, RT03/RW01, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pada Rabu (2/7/2014), Tim Global Zakat kembali mensuplai beberapa kebutuhan material bangunan dalam upaya percepatan penyelesaian renovasi pembangunan berupa pintu, jendela, serta kebutuhan lainnya. Setelah beberapa hari sebelumnya telah mensuplai semen, batu bata, pasir, besi kerangka beton dan bahan bangunan lainnya.

“ Tim Global Zakat menargetkan pembangunan RBA Sahabat Bumi ini selesai akhir Ramadhan atau sebelum Idul Fitri,” tekad Dede Abdurrahman, Koordinator Tim Renovasi dari Global Zakat-ACT. Dede menuturkan tim nya sengaja menggenjot pembangunan ini selesai sebelum lebaran tiba, supaya RBA ini bisa dipakai untuk kegiatan belajar anak-anak pada bulan Syawal nanti.

RBA Sahabat Bumi adalah salah satu RBA binaan ACT, yang didirikan pada tahun 2009, yang terus berkembang. Dulunya hanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), kini sudah berkembang dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Tahfizh Al-Qur’an. Ruangan lokal atau kelas pun saat ini bertambah, dulu hanya 2 lokal kini sedang dibangun 2 lokal lagi yaitu di lantai 2.

“Alhamdulillah RBA Sahabat Bumi ini, sudah berkembang pesat, sekarang RBA kami dipergunakan pagi untuk PAUD, siang dan sore untuk TPA, dan malamnya untuk Taman Tahfizh Al-Quran,”ujar Adi (27) salah seorang pengelola merangkap guru RBA Sahabat Bumi.

Sebagian besar para siswa di RBA Sahabat Bumi ini, merupakan anak-anak yang orang tuanya berprofesi sebagai pemulung. “Mereka setiap hari belajar gratis tidak di pungut biaya,” pungkas Adi.  (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Integrated Community Shelter/ICS  yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.  (ACTNews)

Bupati Aceh Utara Instruksikan Pemindahan Pengungsi Rohigya ke Shelter

Organization