Home / Berita / Internasional / Asia / (Video) Heboh, Seorang Politisi Jepang Menangis Histeris Saat Konferensi Pers, Diduga Menyalahgunakan Dana Publik

(Video) Heboh, Seorang Politisi Jepang Menangis Histeris Saat Konferensi Pers, Diduga Menyalahgunakan Dana Publik

[youtube t3pZMA5275M 640]

dakwatuna.com Ryutaro Nonomura, seorang politisi tingkat provinsi berusia 47 tahun di Jepang dengan cepat menjadi fenomena internet di Jepang pada hari Rabu (2/7/2014). Hal tersebut karena dia menangis histeris ketika konferensi pers, saat mencoba untuk menjelaskan borosnya penggunaan dana publik.

Siaran televisi setempat menunjukkan situasi saat konferensi pers di mana Ryutaro Nonomura menangis meraung-raung sembari menghentak-hentakkan tangannya ke meja, dan air matanya pun keluar di wajahnya. Ketika itu dia berteriak dengan keras diselingi tarikan nafas panjang untuk teriakan berikutnya.

Nonomura, yang terpilih sebagai anggota majelis di Hyogo daerah Jepang bagian Barat pada tahun 2011 itu, diduga telah menyalahgunakan tunjangan pejabat sebesar 3 miliar Yen, atau sekitar 349,5 miliar rupiah.

Berdasarkan laporan media, dia menghabiskan uang pada 195 kali perjalanan yang ia buat ke 4 lokasi dalam satu tahun, termasuk 106 kunjungan ke lokasi resor musim semi, semuanya tanpa tanda terima atau sebuah laporan.

Dalam konferensi pers selama 3 jam di Kobe tersebut dia menangis sambil mengatakan, “Saya akhirnya menjadi anggota majelis… dengan tujuan tunggal mengubah masyarakat… Jepang ini… Saya ingin mengubah masyarakat ini… Saya telah mempertaruhkan hidup saya… Tidakkah Anda mengerti?”

Video rekaman tersebut diunggah ke YouTube oleh ‘vivipandanzon’ pada hari Selasa (1/7/2014). Ketika berita ini diturunkan, video tersebut telah dilihat sebanyak 2.703.797 kali oleh para pemirsa YouTube. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Belajar dari Sato san, Seorang Muslim Penduduk Asli Jepang