Home / Berita / Nasional / Perbedaan Jokowi, Prabowo, dan SBY dalam Menyikapi Kritik Media

Perbedaan Jokowi, Prabowo, dan SBY dalam Menyikapi Kritik Media

Capres Joko Widodo (antaranews.com)
Capres Joko Widodo (antaranews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pendudukan dan penyegelan kantor TV One oleh massa PDIP dan pendukung Jokowi-JK menunjukkan bagaimana sikap Jokowi dan pendukungnya terhadap kritikan. Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, memaparkan perbedaan menyikapi kritikan antara Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Prabowo Subianto.

Menurut Pangi, cara-cara pihak Jokowi menduduki dan menyegel stasiun TV One bertolak belakang dari komentar Jokowi selama ini yang menjunjung kebebasan pers.

“Kalau caranya seperti ini apakah nanti ketika Jokowi berkuasa berita-berita kritis disensor semua atau media tersebut dicabut izinnya oleh Jokowi. Sekarang belum jadi presiden saja sudah main kepung,” kata Pangi kepada Republika, Kamis (3/7/2014).

Pangi menilai, kubu Jokowi telah gagal membentuk opini publik. Ia menyesalkan sikap dari Sekjen PDIP sekaligus ketua tim pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, yang ikut membolak-balik emosional pemilih sehingga massa PDIP berbuat anarkis.

Menurut Pangi, hal tersebut berbeda dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkuasa. Partai Demokrat yang didirikan SBY dan menjadi partai penguasa kerap menjadi sasaran kritik dari berbagai media mulai dari masalah korupsi hingga masalah Cikeas.

“Namun SBY tak membredel atau mencabut izin media yang mengkritiknya. Jokowi dan PDIP belum teruji. SBY lebih demokratis,” kata Pangi.

Sikap Jokowi dan pendukungnya juga berbeda dengan Prabowo Subianto. Selaku calon presiden, Prabowo pernah dituding berbagai kritikan. Mulai dari dituduh penculik, pembunuh, hingga psikopat, namun Prabowo tetap diam dan tak ada reaksi marah di depan publik.

Seperti diketahui, puluhan orang yang mengatasnamakan relawan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mendatangi Kantor TV One di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (3/7) dini hari. Kedatangan mereka untuk melakukan protes atas pemberitaan yang menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan sarang komunis. Selain stasiun TV One di Jakarta, massa PDIP juga telah menduduki dan menyegel stasiun TV One yang ada di Yogyakarta.

Aksi massa tersebut tak terlepas dari pernyataan Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan sekaligus ketua tim pemenangan Jokowi-JK Tjahjo Kumolo yang  menyerukan seluruh kader partai berada dalam posisi siaga satu. Seruan ini menyusul pemberitaan di stasiun televisi TV One yang memberi kesan PDI Perjuangan mengusung kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Sikap saya sebagai Sekjend PDI Perjuangan, segera kami siaga satu,” kata Tjahjo dalam keterangan pers yang dikirimkan Kepala Humas Protokoler DPP PDI Perjuangan, Giyanto, Selasa (2/7).

Tjahjo mengatakan pemberitaan TV One yang menyebut PDIP kawan PKI dan musuh Angkatan Darat merupakan fitnah dalam situasi krisis. Dia mengatakan saat ini PDI Perjuangan sedang menyiapkan surat izin ke Polda Metro Jaya untuk mengepung Studio TV One.

“Disiapkan segera mengepung studio TV One. Surat Ijin ke Polda Metro kami siapkan,” ujar Tjahjo. (republika/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 9,10 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • syarif

    kalo dukung prabowo ya dukung saja ndak perlu meramal yg blum tentu kpastianya…….. malu sama nama uin……….. sampeyan ngerti agama di banding saya mestinya sampean berfikir dahulu tentang kata2 njenengan………….. mereka marah karena mereka di cap komunis………….. sampean mau di bilang kalo UIN SYARIF HIDAYATULLOH sarang komunis pasti sampeanm juga munkin bisa seperti mereka yg di bilang komunis………

    • Danu Warga Amarta

      Kalo g merasa knpa mesti rusuh? Knpa anarki? Kalo anda suka jokwi mka slakan. Tpi jgn ngrasa sok bner jga dan nyalahin pndapt org

    • ファントム

      klo emg gk merasa kenapa harus marah/tersinggung? klo anda milih jokowi silakan. tapi biarkan kebebasan pers/kebebasan publik tetap ada.

    • Joggello

      klo emg gk merasa kenapa harus marah/rusuh? Knpa anarki? klo anda milih jokowi silakan. tapijgn ngrasa sok bner jga dan nyalahin pndapt org. biarkan kebebasan pers/kebebasan publik tetap ada.

    • Bujang

      Sbnrnya kl emg itu org g merasa ya knp harus marah… bukankah slama ini prabowo di katakan apa.. pnculik,pembunuh, pelanggar ham dst.. ngaca dann mikir kalau situ orng yang intelek dan berpendidikan………..

    • zubaidi zubed

      mas syarif, njenengan sewot karena yang anda dukung partainya sarang komunis? tapi anda seneng kalau lawan pilitik yang anda dukung disebut pembunuh, pezinah, dan sebagainya itu? g’ usah munafik lah

  • Ariati Purwoko

    Reaksi yg sama terhadap walikota surabaya mau menutup lokalisadi doly, pdip langsung lakukan boikot.

  • zubaidi zubed

    la mang belum dewasa kok dicalonkan, yabuyar Indonesia ini lo joko jadi presiden, g’ usah dipilih aja, gituaja kok repot

  • Reza Mansoer

    Pengamat ini memang kelihatan pro prabowo, sewaktu wartawan metro tv beberapa kali ditolak utk wawancara oleh prabowo sambil marah2 kpd wartawan tersebut…pengamat dari uin ini tdk tahu apa pura2 tidak tahu…apa ini yg dibanggakan oleh pengamat tersebut!!??

Lihat Juga

Surat Kabar Amerika Shock Berat dengan Kemenangan Trump