Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Puasa Karena Allah, Bukan Karena Hadiah!

Puasa Karena Allah, Bukan Karena Hadiah!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (acehonline.info)
Ilustrasi. (acehonline.info)

dakwatuna.com Punya anak yang rajin puasa, orang tua mana yang tak bahagia. Apalagi jika dilakukan sejak usia dini tanpa unsur paksaan. Diharapkan kebiasaan bagus ini bisa berlanjut hingga putra-putri kita dewasa nanti.

Sayangnya, ada yang salah dari kebiasaan masyarakat kita. Biasanya untuk memberi semangat pada anak-anak yang masih belajar puasa, orang tua mengiming-imingi dengan hadiah. Bisa berupa mainan, pakaian ataupun benda lain yang menjadi kesukaan si anak.

Perilaku orang tua seperti ini mungkin tujuannya baik, untuk memotivasi si anak agar lebih rajin menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Tapi tanpa disadari, ini malah menjerumuskan buah hati pada niat yang salah.

Mereka rajin puasa bukan karena ingin meraih ridha dan pahala dari Allah, tapi justru malah beribadah demi sebongkah hadiah. Bukankah segala amal perbuatan dilihat dari niatnya? Jika niat awalnya saja sudah salah, dikhawatirkan ke depannya perilaku orang tua seperti ini berdampak pada ketidakikhlasan mereka menjalankan ibadah puasa. Bisa juga menimbulkan perilaku tak jujur, seperti diam-diam makan dan minum tanpa sepengetahuan orang tua. Sebagai konsekuensi puasa yang tak ikhlas tadi.

Sebaiknya sejak pertama melatih anak untuk berpuasa, tanamkan pada mereka bahwa puasa itu ibadah yang khusus dipersembahkan untuk Allah, bukan semata-mata niat yang lain. Sebagaimana yang tercantum dalam hadits Qudsi, yang artinya, ”Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberikan ganjarannya, dan kebaikan itu dengan 10 kalinya,” (HR. Bukhari).

Kalaupun ingin memberikan reward, sebaiknya disebutkan bahwa itu bukan hadiah karena ia telah berpuasa, tapi sebagai penghargaan karena sudah menyenangkan hati orang tua, bagian dari birrul walidain yaitu telah menjadi anak yang shalih dan shalihah dengan rajin berpuasa.

Jadi alangkah bagusnya bila sejak dini anak kita dibiasakan untuk beribadah puasa Ramadhan karena Allah, bukan hadiah. Wallahu ‘alam Bishshawab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Milanur Almair
Ibu satu anak yang tinggal di Cikarang, Bekasi. Aktif menimba ilmu kepenulisan di Komunitas Bisa Menulis, grup menulis FB bentukan Isa Alamsyah dan Asma Nadia. Juga aktif mengikuti kelas menulis di bawah naungan Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi. Aktivitas selain blogging, juga terjun ke dunia direct selling.

Lihat Juga

Begitu Melimpah Nikmat Allah, Maka Berqurbanlah