Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Betapa Malu Diri Ini

Betapa Malu Diri Ini

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com

Betapa malu diri ini
Tatkala Ramadhan menghampiri
Tak ada sebuah perubahan yang pasti
Dalam menaati perintah Nabi
Menjunjung tinggi syariat Islami
Tuk mengarungi hari-hari

Betapa malu diri ini
Hanya mampu berdiam
Saat pahala berhamburan
Tak mau bergerak
Untuk bertindak

Betapa malu diri ini
Di depan mata ada bulan suci
Tetapi tak dihiasi
Dengan amal ibadah terpuji
Melewati hari-hari
Tanpa mengingat Sang Ilahi

Pahala berlimpah diberi
Kasih sayang-Nya ditunjuki
Rahmat-Nya dihampiri
Masihkan tak mau memuji?
Diri ini terlalu angkuh
Tak mau patuh
Menjalankan yang disuruh
Hanya mengikuti hawa nafsu tubuh
Maksiat disentuh
Kebaikan pun luluh

Mengapa tak bergembira?
Di saat datang bulan nan mulia
Bulan yang mendidik manusia
Menjadi insan yang bertaqwa
Mematuhi segala perintah-Nya
Menjauhi semua larangan-Nya

Tak malukah diri ini?
Berlumur dosa setiap hari
Tak mau bertaubat sejak dini

Tak malukah diri ini?
Bulan mulia mendekati
Tapi malah dijauhi
Berlari… Pergi…
Tanpa ada dzikir Ilahi
Yang menunjukkan bukti
Bahwa diri ini
Mengharapkan ridha Ilahi

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Khairaat Putra Yogyakarta.

Lihat Juga

Ramadhan Kekinian