Home / Berita / Nasional / Prof. Arief Rachman: “Revolusi Mental Bertentangan dengan Prinsip Pendidikan”

Prof. Arief Rachman: “Revolusi Mental Bertentangan dengan Prinsip Pendidikan”

Prof. Dr. Arief Rachman. (ask.fm)
Prof. Dr. Arief Rachman. (ask.fm)

dakwatuna.comTokoh Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Arief Rachman mengatakan, ide Revolusi Mental yang diusung Capres Jokowi, sebenarnya bertentangan dengan prinsip pendidikan.

Bagi Arief, Revolusi Mental tidak tepat untuk diterapkan di Indonesia.

“Untuk Revolusi Mental Jokowi, saya terus terang saja, mental itu jangan direvolusikan lah. Mental itu secara didaktif, itu evolusi bukan revolusi,” ujar Arief, sesusai buka puasa bersama dengan Hatta Rajasa, di Kediaman Probosutedjo, Jakarta, Senin (1/7/2014), sebagaimana dilansir situs Inilah.com.

Duta Pendidikan Indonesia untuk UNESCO itu menambahkan, tidak bisa mempercepat atau merevolusi mental seseorang. Bagi dia, itu tidak masuk akal.

“Boleh dikatakan Revolusi Mental itu bertentangan dengan prinsip pendidikan,” imbuhnya.

Dia menghargai ide Revolusi Mental Jokowi. Namun, dengan mengusung ide itu, justru tidak bagus bagi bangsa.

“Mungkin idenya baik, tapi metodelogisnya keliru atau salah,” kata Arief. (gus/inilah/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (52 votes, average: 8,87 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Adrian Satria

    Maklum asal njeplak prof visi misi indonesia ini yg sebenarnya terletak pd kemiskinan dan tidak balance dlm pri keadilan dan ekonomi.gitu saja kok repot.

    • Ori Barbarosa

      SOK TAU LOE BRAY . . . .

  • Arief Masdjudi

    kita kan belum tahu konkritnya, intinya mental orang Indonesia perlu dibenahi mulai sekarang. Mungkin penjabarannya misalnya menghormati pendapat orang lain, disiplin, taat aturan, pembiasaan perilaku yg baik. dsb.

    • Ori Barbarosa

      sepertinya itu cuman teori krn di indon beraneka ragam watak dgn ketidak adilan yg di dpt msyarakat dr pemerintah yg dhalim ini jd mnrt saya REVOLUSI MENTAL ala joko si boneka ajaib hnyalah iklan dr sebuah kampanye . . . . .

  • Tatang Luxito Utomo

    jika evolusi maka hanya melanjutkan dari yang sudah ada agar menjadi lebih bagus. tapi kalo revolusi adalah merubah secara keseluruhan mulai dari hal mendasar, sebagai contoh laptop/pc yang diinstal ulang agar virus/bad sector/unwanted program bisa terkikis habis berganti dengan yang baru untuk mendapatkan output/kinerja yang lebih baik. Tentu ini sangat diperlukan karena doktrin ala suharto masih melekat erat dalam sendi-sendi masyarakat, birokrasi, dan sistem pendidikan di Indonesia.

  • Pak Prof justru sya merasa aneh dgn pendapat Prof ! Lihat pendidikan d Indonesia ada pada tingkat berapa ? Lihat Para Koruptor ? Lihat hasil UN yg sebenarnya d lapangan ? Lihat lah kenapa org2 pintar d luar negeri sampai tdk mau/Enggan untuk kembali k Indonesia dan lebih memilih untuk tinggal d negara org ? Lihat kenapa Sekolah RSBI d ubah ??????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Masih tdk mengertikah ? Jurus apa yg pas dri contoh2 d atas Prof ? Renungkan Prof ??????????

    • Ori Barbarosa

      sikap anda seolah2 anda lebih pintar dr prof ,,klu dia aja gmg sprti itu artinya kita2 wajib mengkaji ulang apa makna sbnrnya dr REVOLUSI MENTAL itu …
      saya ragu anda sendiri tidak tau apa itu sebenarnya REVOLUSI MENTAL . . . . .

      • Rosita Subianto

        Hanya karena seseorang jadi Profesor tidak lantas berarti apapun pendapatnya akan selalu benar. Profesor pun hanya manusia biasa, yang bisa salah dan punya kepentingan pribadi. Anda sendiri apa mengerti arti sebenarnya dari Revolusi Mental yang dimaksud Jokowi? Kalau belum, mungkin lebih baik cari tahu dulu, daripada hanya mengandalkan pendapat dari orang lain. Walau dia Profesor sekalipun.

        • shesan

          Ibu Rosita : apa anda tau Revolusi Mental? bisakah anda jelaskan disini?, soalnya menurut anda Prof pendidikan tdk paham dengan revolusi mental…mungkin anda lebih tau dari prof bid pendidikan?

    • albas

      Bapak2 semua, itu hanya produk politik untuk berkampanye, masalah implementasinya belakangan..yang penting dagangan laku…kalau prabowo membangkitkan semangat nasionalisme, kalo jokowi revolusi mental…produk yang laku dan diminati pasar yang mana. pasarnya warga negara Ind…?/

  • wied

    Profesor pun kalo sdh “terjebak” politik, spt arif rahman dan amin rais, jadi oon, bloon, dan tong kosong.

    • Ori Barbarosa

      MGKN OON KRN TDK MENDUKUNG calon anda ya . . . . .

    • shesan

      Jangan berpikiran buruk terhadap orang lain, apa anda merasa anda lebih pintar? koreksi diri anda sendiri anda itu siapa?apa anda jgtong kosong? Apa anda marah karena amin rais dan arif rahman tdk dikubu Jokowi??

    • albas

      Luar biasa anda mengatakan kata – kata begitu,,, aku yakin anda belum ada sepersepuluh dari ilmunya. itu menandakan andalah yang punya sifat itu.

  • Revolusi —> re- (kembali) evolve (berproses)…jadi kata yg berasal dari bahasa latin revolutus, pp. of revolvere “turn, roll back” . Kalo komputer anda hang, apa iya ga akan dimatikan tanpa shutdown, ditungguin terus supaya berproses? Mohon Profesor Arief mencerahkan kebodohan saya yang belum paham di mana letak proses yang tidak boleh segera dirubah? Saya paham perkembangan pengetahuan anak tidak instan. Tapi apakah selama ini anak2 tidak diajar secara instan Pak? Selama ini kalau Bapak berkenan mengamati, pengajaran di sekolah selalu instan. Tanya mereka apa materi pelajaran yang melekat setelah lulus? Apa ada 1% dari seluruh angkatan kelulusan yang ingat?

  • budi raharjo

    Pendidikan memerlukan proses. Dalam konteks perkembangan jiwa, cermati tahap perkembangannya

Lihat Juga

Perkuat Tentaranya di Perbatasan, Turki Permudah FSA Bersihkan Utara Suriah dari ISIS