Home / Berita / Nasional / Aksi Cepat Tanggap Ajak Masyarakat ‘Menangkan Ramadhan’

Aksi Cepat Tanggap Ajak Masyarakat ‘Menangkan Ramadhan’

Presiden ACT Ahyudin (kiri) dan Peggy Melati Sukma (kanan) saat konpers Menangkan Ramadhan.  (lingga/act)
Presiden ACT Ahyudin (kiri) dan Peggy Melati Sukma (kanan) saat konpers Menangkan Ramadhan. (lingga/act)

dakwatuna.com – Jakarta. Ramadhan bulan termulia, terutama dan penuh berkah. Ramadhan tidak elok jika berlangsung rutin-rutin saja meski tak salah melakoni ibadah ritual Ramadhan sebagaimana tahun sebelumnya. Terlebih jika Ramadhan dikalahkan dengan hiruk pikuknya pilpres, riuh rendahnya piala dunia sepakbola serta liburan sekolah bagi para siswa.

Untuk itu, lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengangkat tema ‘Menangkan Ramadhan’ di tahun ini. ACT  mengajak semua pihak menjadi mitra dalam mengedukasi dan mensosialisasikan isu kedermawanan menjadi ikon aktivitas umat. ACT mengajak semua pihak untuk Memenangkan Ramadhan.

“Semua menang, jangan ada yang kalah kecuali egoisme, keserakahan, ketakpedulian dan inhumanitas. Kalau kita manusia, selayaknya menang di Ramadhan ini dengan kepedulian, berbagi dan menghargai sesama dengan menjunjung kehidupan,”kata Presiden ACT, Ahyudin, Jumat (27/6).

Lanjut Ahyudin, keramaian ibadah ritual memang hadir di setiap Ramadhan. Masjid ramai, pusat perbelanjaan menyediakan keperluan berbuka puasa bahkan sampai Idul Fitri. Nuansa kedermawanan mulai dari zakat fitrah, zakat mal dan sedekah, donasi buka puasa dan sahur menjadi aktivitas umat. ACT berharap tema ‘Memenangkan Ramadhan’ bisa menjadi pemantap skala prioritas dan penyemangat memaksimalkan bulan suci Ramadhan dengan hati, pikiran, kata-kata dan setiap pergerakan tubuh kita.

“Pertama, ACT mengajak Menangkan Ramadhan untuk khalayak khususnya muslimin Indonesia untuk membantu sesamanya,”ungkap dia.

Kedua, kata dia, ACT mengajak dunia usaha untuk Memenangkan Ramadhan agar tak hanya berburu profit, tetapi juga berburu benefit yang menentramkan dengan melakukan tanggung jawab sosialnya. Ketiga, ACT mengajak  media massa untuk mengedukasi khalayak mengenai urgensi kepedulian di tengah hiruk pikuk isu politik pemilihan presiden.

“Perkembangan ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang aktif hingga saat ini tentu tidak terlepas dari peran aktif media dalam mensosialisasikan pelbagai program ACT kepada masyarakat,”kata dia.

Adapun Menangkan Ramadhan ACT pada tahun ini mulai dari menyambut Ramadhan, saat berlangsung Ramadhan, akhir Ramadhan hingga program menjelang Idul Qurban. Untuk Memenangkan Ramadhan, ACT menggulirkan beberapa program.

1.      Menangkan Ramadhan di daerah Bencana. Program Ramadhan yang dilaksanakan untuk korban bencana di Indonesia seperti di Sinabung akibat Erupsi Gunung Sinabung, Aceh Tengah dan Bener Meriah akibat Gempa Aceh, Sekitar Gunung Kelud akibat Erupsi Gunung Kelud, dan Korban Banjir Jabodetabek. Sementara di luar negeri, ACT akan menyebarkan paket Ramadhan berupa beras, minyak, gula dan susu di Laos. Penerima manfaat sebanyak 12 ribu orang yang tersebar di daerah Vientiane, Savannaknet, dan Pakse.

2.      Ramadhan di Ujung Negeri. Program Ramadhan dilaksanakan di daerah perbatasan NKRI. Daerah perbatasan secara umum dalam kondisi yang memprihatinkan dibanding kondisi negara tetangga. Untuk itulah, adanya program ini selain membantu kondisi saudara-saudara kita untuk beribadah di Bulan Ramadhan secara lebih baik lagi, masih ada perhatian dari belahan wilayah Indonesia lainnya. Wilayah program seperti Attambua, Nusa Tenggara Timur Pulau Tarak Papua Barat Nunukan Kalimantan Timur Entikong Kalimantan Barat. Adapun program berupa buka puasa/sahur Ramadhan, Bingkisan Ramadhan, Sedekah Busana Muslim/ah, Wakaf Al Qur’an, dan Ramadhan Ceria bersama Anak-anak.

3.      Ramadhan Bersama Dhuafa, merupakan orang-orang yang terlantar, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang cacat. Kaum dhuafa ialah orang-orang yang menderita hidupnya secara sistemik. Para dhuafa setiap hari berjuang melawan kemiskinan.  Keberadaan mereka banyak sekali dijumpai di sekitar kita. Adapun program berupa Dapur Umum Ramadhan, Buka Puasa/sahur, Bingkisan Ramadhan, Ramadhan Ceria Bersama Anak-anak, Pasar Murah Ramadhan.

4.      Ramadhan di LAPAS. Kepedulian kepada mereka akan dapat memberikan dampak yang positif, bahwa masih ada anggota elemen masyarakat yang lain yang peduli dengan kondisi mereka di LAPAS. Program berupa buka puasa dan sahur Ramadhan, paket bingkisan Ramadhan. Program ini menyasar Lapas Jabodetabek.

5.      Ramadhan Bersama Komunitas. Ramadhan bersama komunitas mulai dari mantan atlet, wanita kepala keluarga, komunitas marbot masjid, dan komunitas penyandang cacat.

6.      Masjid Kita. Pembangunan atau Renovasi Masjid dan Mushalla sehingga akan lebih nyaman dalam mengoptimalkan ibadah di Bulan Ramadhan dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kondisi Masjid di beberapa tempat sasaran ACT masih memprihatinkan seperti atap bocor, kerusakan lantai keramik, tempat wudhu kondisinya kotor, WC yang tidak berfungsi, dinding dan plesteran semen serta pintu yang rusak.

Selain program-program di atas, ACT meluncurkan program Akhwat Bergerak yang diinisiasi oleh artis Peggy Melati Sukma.  Program Akhwat Bergerak yang memiliki tagline ‘Tebar Inspirasi, Berbagi Perjuangan, dan Bangkit Bersama’ merupakan program yang diharapkan menjadi sebuah gerakan massif dari muslimah untuk muslimah dalam berbagi ilmu dan amal di beberapa kota besar Indonesia.

“Bukan hanya menebar inspirasi, tapi juga bagaimana muslimah dapat berbagi solidaritas dengan muslimah lainnya di seluruh penjuru dunia. Juga bagaimana memperkaya muslimah dengan keahlian agar mampu berdiri di atas kaki sendiri,”kata Direktur Kreatif ACT Nurman Priatna.

Selain itu, ACT juga mengundang Syekh muda dari Palestina Abdul Alfattah Hammudah Abdul Al-Fattah Fathy  untuk mengisi kajian dan menceritakan pengalamannya mengenai kondisi terakhir Gaza. Diharapkan, roadshow yang berlangsung di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Klaten, hingga Ternate ini dapat menggalang solidaritas masyarakat terhadap dunia Islam terutama Palestina saat ini.

“Syekh muda dari Palestina ini akan berbagi pengalaman di sekitar 55 masjid selama bulan Ramadhan,”kata Nurman Priatna.

Harapannya, kata dia, pengalaman syekh yang telah menuntaskan S2-nya di Universitas Islam Gaza ini dapat menggalang kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu muslim Palestina.

“Penggalangan dana nantinya diperuntukkan untuk beasiswa anak-anak Gaza dan juga bantuan medis di Gaza,”kata Nurman Priatna. (lingga/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Media Relations Directorate Aksi Cepat Tanggap

Lihat Juga

Tim KNRP melaksanakan program Buka Puasa Bersama dan pemberian bingkisan Idul Fitri untuk pengungsi Palestina di salah satu rumah makan di Kilis, Turki Selatan, Sabtu (2/7/2016). Mereka mengucapkan, "Terima kasih Indonesia". (ist)

Di Ramadhan 1437 H, KNRP Salurkan Rp 12 Miliar untuk Rakyat Palestina