Home / Berita / Internasional / Asia / Jutaan Umat Islam Ikuti Pesan Ramadhan Melalui Media Sosial

Jutaan Umat Islam Ikuti Pesan Ramadhan Melalui Media Sosial

Para ulama Teluk dalam sebuah program acara salah satu stasiun televisi (majles.alukah.net)
Para ulama Teluk dalam sebuah program acara salah satu stasiun televisi (majles.alukah.net)

dakwatuna.com – Riyadh. Akun para ulama dan tokoh dakwah Islam negara-negara Teluk kebanjiran jutaan follower yang ingin mendapatkan nasihat-nasihat keagamaan selama bulan Ramadhan ini.

Today’s Opinion, Senin (30/6/2014), membuat sebuah liputan tentang aktivitas dunia maya yang dilakukan para tokoh dakwah dunia asal negara-negara Teluk seperti Syaikh Muhammad Al-Arifi (Saudi Arabia), Syaikh Muhammad Al-Audhi (Kuwait), Ahmad Asy-Syuqairi (Saudi Arabia), Syaikh Thariq Suwaidan (Kuwait), Syaikh Nabil Al-Audhi (Kuwait), dan lainnya.

Pesan-pesan yang dipublikasikan mereka kebanyakan berkisar pada doa, nasihat, ajakan mengikuti program acara mereka di televisi, dan juga ajakan untuk memboikot acara-acara televisi musim Ramadhan yang tidak konsisten dengan norma-norma keislaman.

Syaikh Nabil Al-Audhi adalah tokoh dakwah yang memulai kampanye untuk memboikot stasiun-stasiun televisi yang mengisi musim Ramadhan dengan program-program acara tidak Islami. Bahkan kampanye ini sempat disambut oleh direktur televisi satelit Al-Arab, Jamal Khashoggi, yang menyampaikan apresiasinya, “Aku berpikir untuk bergabung dalam kampanye memboikot stasiun-stasiun televisi satelit itu dengan alasan untuk memelihara selera publik yang tentunya islami.”

Adapun Syaikh Muhammad Al-Arifi, beliau mempublikasikan nasihat-nasihat keagamaan kepada follower twitternya yang jumlahnya mencapai 10 juta orang. Bahkan sekarang beliau mulai mentweet juga nasihat dalam bahasa Inggris agar jangkauan manfaatnya lebih luas.

Sedangkan Syaikh Thariq Suwaidan, para followernya yang berjumlah 3 juta orang selalu beliau beri nasihat-nasihat tentang keutamaan membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.

Di bulan Ramadhan ini, tema-tema keagamaan menjadi trending topic, menggantikan tema-tema politik dan sosial yang sebelumnya menyedot perhatian mereka. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran