Home / Berita / Nasional / Pengamat Paramadina: Jokowi-JK Sedang dalam Tekanan Besar

Pengamat Paramadina: Jokowi-JK Sedang dalam Tekanan Besar

Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (okezone.com)
Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (okezone.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Sebagian besar hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden yang beredar di masayarakat selalu memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Namun, ada media Australia yang memberitakan bahwa lembaga survei pendukung Jokowi tidak berani mengumumkan survei terakhir karena Prabowo-Hatta nyatanya lebih unggul.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai bahwa sah-sah saja pasangan Jokowi-JK menyembunyikan hasil survei yang menunjukkan Prabowo-Hatta berada di atas mereka. Langkah tersebut menunjukkan hasil survei tersebut menjadi tekanan luar biasa bagi pasangan Jokowi-JK.

“Sah-sah saja menyembunyikan hasil survei oleh tim sukses untuk juga menahan suara lawan. Itu strategi politik, hak mereka. Kan survei itu juga untuk kebutuhan mereka (timses) sendiri. Ditahan itukan artinya suara tidak bagus sehingga akan menjadi tekanan bagi mereka sendiri,” terang Hendri, sebagaimana diberitakan Okezone Sabtu (28/6/2014).

Hendri menjelaskan, hasil survei itu sebenarnya hanya digunakan dan dimanfaatkan oleh para tim sukses, namun tidak akan terlalu menjadi beban bagi pasangan yang diusung.

“Hasil survei berguna untuk tim sukses. Mereka hanya akan menyebarluaskan hasil survei yang berguna bagi mereka. Kalau mereka tidak ingin menyebarluaskan, ya tidak apa-apa. Kalau masyarakat kan cuma buat obrolan,” sebut Hendri. Menurutnya, ibarat pertandingan olahraga, tekanan akan mendera orang yang diprediksi para penonton menang sejak awal.

“Jokowi kan dari awal diprediksi menang, makanya tekanan terbesar di Jokowi saat ini. Kalau Prabowo kan hanya mengejar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD bercerita tentang informasi yang didapatnya mengenai laporan dari media di Australia yang menyatakan bahwa kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak berani “buka-bukaan” soal hasil survei paling mutakhir.

Hal itu terjadi karena tren elektabilitas pasangan nomor urut satu yang kini unggul dibanding pasangan nomor urut dua tersebut. Mahfud juga menyebut bahwa selama ini banyak survei yang berisi kebohongan dan propaganda.

“Banyak selama ini survei propaganda dan bohong, menyatakan menang padahal tidak,” ujar Mahfud ditemui pada acara silaturahim dan deklarasi eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kediaman Akbar Tandjung, Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Juni lalu. (okezone/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (22 votes, average: 8,77 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Pemukim Yahudi di Masjidil Aqsha. (islammemo)

Belum Kapok, Yahudi Kembali Geruduk Masjidil Aqsha