Home / Pemuda / Essay / Dicari: Pemuda Pendobrak Kebangkitan!

Dicari: Pemuda Pendobrak Kebangkitan!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kita tidak mencari aktivis pencari pekerjaan, tetapi aktivis petarung yang siap bekerja siang dan malam mewujudkan keyakinan. Untuk sebuah kebangkitan, menjadi pemain utama dalam proyek kebangkitan, ikhtiar yang dibangun dengan nama jihad iqtishodiyah. Kelak, kita akan berkata bahwa kita pernah memberinya kesempatan untuk bersama-sama membangun. Sekalipun memperjuangkan keyakinan senantiasa berkeringat dan bertahan dalam tekanan serta himpitan.

Tapi, itulah sunnatullah yang banyak dinafikan oleh pihak perindu kebangkitan. Merefleksikan hebatnya peradaban silam dalam sejarah di tengah-tengah kesibukan masing-masing yang menelan-menenggelamkan.

Yang kita cari bukanlah aktivis yang mencari Kehidupan. Tetapi aktivis pejuang yang siap menanggung beban penghidupan dalam kesungguhan membangun sistem kesejahteraan bagi kedaulatan umat. Kelak, kita akan berkata, bahwa kita pernah melibatkan mereka membangun ekonomi kerakyatan berbasis Co-operative System di tengah keinginan jiwa muda mewujudkan kekayaan sejak dini dalam relung-relung individualisme. Menambah orang kaya baru yang tetap berkala menjadikan janda-janda dan dhuafa sebagai komoditas politik. Menyamarkan konsep pro-ekonomi rakyat dengan merawat kemiskinan umat.

Yang kita cari bukan aktivis yang mencari pengakuan. Tetapi Jiwa-jiwa yang siap meleburkan cita dan asa untuk episode kebangkitan. Jiwa-jiwa itu bertahan tanpa keluhan yang terumbar. Jiwa-jiwa itu bermunajat di tengah hak-hak kemanusiaan. Jiwa-jiwa itu bergumam keras, “Tak mungkin aku berleha di gedung-gedung kepura-puraan di tengah rakyat yang terus meronta dalam legowo dan tepo saliro.” “Tak mungkin pula kita bersyahdu merdu dalam naungan kubah-kubah ketika nafas-nafas umat terjerat lintah darat.” “Tak mungkin pula kita habiskan kesempatan dengan mencari jawaban atas keacuhan orang-orang shalih yang mampu dan berada di tengah ibu-ibu yang terlilit hutang dan dihadapkan dua pilihan pegadaian; rumah atau anak gadis kah?”

Yang kita cari bukan pula aktivis yang hebat debat dan gemar adu argumentasi tanpa eksekusi. Mental-mental deklarasi dan mencari keuntungan pribadi. Mana mungkin pertarungan peradaban ini harus dibiayai dengan pelacuran ideologi. Dan, mana mungkin pula solusi ekonomi hadir dari aktivis yang berpangku tangan dari medan siyasi lalu bersibuk diri menjustifikasi pihak yang berijtihad dalam pertahanan di jalan juang?

Yang kita cari adalah pemuda-pemuda yang mampu menangkap pesan masa depan dan peluang menghadirkan kebangkitan. Pemuda-pemuda yang bukan meyadari besarnya beban dan tantangan lalu lari dan menyembunyikan diri sembari berpangku tangan serta kembali saat kemenangan dan hadirnya cahaya kebangkitan. Tetapi, yang kita cari adalah pemuda-pemuda yang menyadari bahwa mereka punya Tuhan Mahabesar yang dapat membukakan jalan. Bahwa mereka punya Tuhan Mahabesar yang dapat melapangkan dada saat himpitan perjuangan menerjang. Pemuda yang meyakini bahwa mempersiapkan saraf politik dan urat nadi ekonomi adalah keharusan kedaulatan yang mengangkat izzah Islam. Pemuda yang tidak disibukan untuk menangkap proyektil kebangkitan (pemburu proyek), melainkan berorientasi memiliki dan mengendalikan industri di negeri sendiri.

Yakinlah, bahwa rahasia kebangkitan sebuah bangsa, salah satunya ada pada bangkitnya pemuda. Paling tidak, pemuda yang mau belajar untuk menjadi pekerja keras dalam proyek kebangkitan. Pemuda yang mau menyisihkan masa liburan untuk berlatih mental pemenang dan karakter pejuang. Pemuda yang mau menyisihkan ambisi pribadi untuk terkoordinasinya kekuatan amal jama’i. Pemuda yang siap berfikir luas dan kerja mendetail. Pemuda yang menyertakan Tuhan dalam tiap karya dan taubat meninggalkan kemaksiatan..

Karena sejatinya, yang kita cari adalah mereka yang mengenal baik Tuhannya dan memosisikan secara benar dan layak Tuhan mereka. Semoga Allah menganugerahkan kita kesadaran kebangkitan dan menjauhkan diri kita dari segala bentuk dan ukuran kesombongan. Semoga semangat perjuangan kebangkitan merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Allah SWT. Karena kecintaan terindah adalah yang Allah menganugerahkannya.

Salam Kebangkitan

Untuk Pemuda dan Pemimpin yang Membangkitkan

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pembina Relawan Kaum Tani (REKAT). Pengurus Koperasi Tani Sejahtera Indonesia.

Lihat Juga

Salman Al-Ouda. (rassd)

Syaikh Salman Al-Ouda: Sedih, Ada Muslim Berhati Zionis

Organization