Home / Berita / Nasional / Timses Jokowi-JK Akan Cabut Tap MPRS Tentang Pelarangan Komunisme, Politisi PDIP Tegur Musdah Mulia

Timses Jokowi-JK Akan Cabut Tap MPRS Tentang Pelarangan Komunisme, Politisi PDIP Tegur Musdah Mulia

Musdah Mulia dan Megawati. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Musdah Mulia dan Megawati. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

dakwatuna.com – Jakarta. Pernyataan Tim Sukses (Timses) Jokowi-JK, Prof Dr Musdah Mulia bahwa jika terpilih Jokowi akan mencabut Tap MPRS No XXV/1966 tentang larangan paham komunisme, dikecam banyak pihak. Pencabutan itu sama saja menghidupkan kembali paham komunisme di Indonesia.

Kecaman keras itu antara lain datang dari budayawan Ridwan Saidi. Komunis, kata Ridwan, adalah sejarah kelam Indonesia. Bumi Indonesia dibanjiri darah untuk menghilangkan komunis dari Tanah Air.

“Komunis itu, ajaran yang memiliki pengalaman kelam di Indonesia, dan bangsa ini berjuang dengan darah untuk membasmi faham itu. Jadi, PDIP jangan seenaknya main hapus saja Tap MPR itu. Patut dicurigai, PDIP akan kembali ‘menghidupkan’ dan menyebarkan faham itu, ini harus kita lawan,” kata Ridwan dengan nada meninggi di sebuah cafe di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin, sebagaimana dilansir situs Harian Terbit, Selasa (24/6/2014).

Dia meminta kepada PDIP jangan mengatasnamakan diskriminasi, hak asasi manusia (HAM), dan Bhineka Tunggal Ika sebagai alasan untuk mengembalikan ajaran komunis ke Indonesia.

Menurutnya, ajaran tersebut tidak akan ada yang menganut, karena Indonesia sudah memiliki Pancasila sebagai dasar tumpuan negara. “Ini aneh, ketika komunisme sudah runtuh kenapa PDIP mau membangun itu kembali,” tegasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat jika ada orang-orang yang sudah bergerak menyebarkan paham komunis, maka segera melapor kepada pihak berwajib. “Komunis ini cukup kita pelajari saja jangan sampai ada orang yang menyebarkan,” ungkapnya.

Kubu Jokowi Frustasi

Ridwan menilai kubu Jokowi-JK seolah frustasi melihat elektabilitas Prabowo yang semakin naik. “Saya lihat kubu Jokowi sudah susah mencari suara makanya mereka ngumpulin tetelan-tetelan kecil kaya komunis itu,” tutupnya.

Ridwan mengaku tidak kaget dengan ucapan salah satu kader PDIP Musdah Mulia yang mengatakan siap mencabut Tap MPR No XXV Tahun 1966 dengan dalih membangun Indonesia tanpa diskriminasi.

Menurutnya, PDIP dari zaman presiden almarhum Gus Dur sangat vokal soal penghapusan Tap MPRS No XXV/1966 tersebut. Tapi yang dia heran mengapa saat Megawati berkuasa, PDIP sama sekali tak bersuara soal peraturan itu.

“Kalau kita lihat dari debat capres jilid III, Jokowi bilang siap mempersenjatai Resimen Mahasiswa (Menwa), Hansip demi melindungi pertahanan negara. Itu jelas prinsip-prinsip komunisme,” kata Ridwan.

PDIP Tegur Musdah

Anggota Fraksi PDIP Adang Ruchiatna membantah pernyataan Musdah yang ingin mencabut Tap MPR No XXV/1966 adalah program Jokowi-JK. Menurutnya wacana pencabutan Tap tersebut tidak pernah dibahas oleh Jokowi maupun Jusuf Kalla.

“Kita sudah tegur Musdah karena asal bicara. Kita tidak pernah ingin menghidupkan komunisme di Indonesia,” kata Adang.

Senada dengan Adang, anggota tim pemenangan JKW4P Denny Iskandar menegaskan, selama pemaparan visi misi Jokowi-JK, pencabutan Tap MPR tersebut tidak pernah dibahas. Dia pun mengaku memang belum bertemu Musdah untuk berbicara hal ini. “Kita belum bahas masalah ini kepada Musdah, tapi mungkin nanti,” pungkasnya.

Bantahan juga datang dari Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta, Abdul Azis yang mengatakan, langkah pasangan capres-cawapres Jokowi-JK yang berniat mencabut Tap MPRS No XXV/1966, tidak benar adanya. Pasalnya wacana tersebut tidak keluar langsung dari Jokowi.

“Saya belum dengar langsung dari Jokowi, wacana yang dilontarkan timses itu belum tentu semuanya benar,” kata Abdul saat dihubungi Senin (23/6).

Menurutnya, masyarakat Indonesia dengan mayoritas pemeluk agama Islam sudah melekat stigma aliran komunis tidak baik dan aliran yang mengerikan. Dia menilai apabila wacana tersebut benar adanya, maka masih harus melalui mekanisme di DPR RI.

“Saya menyayangkan jika Musdah Mulia benar melontarkan pernyataan tersebut. Sebab, pernyataan itu dapat berbalik menjadi bumerang terhadap Jokowi-JK. Timses Jokowi-JK, sarannya, perlu melakukan evaluasi guna meminimalisir blunder politik,” ujar Abdul.

Di tempat terpisah, juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK Poempida Hidayatulloh tak yakin jika nanti capres nomor urut dua Jokowi terpilih sebagai presiden akan mencabut Tap MPRS No XXV/1966 tentang larangan paham komunisme demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi. Meskipun diakuinya dalam visi misi Jokowi-JK yang disampaikan ke KPU ada paham mengenai Indonesia tanpa diskriminasi.

“Saya gak yakin Jokowi akan mencabut Tap MPRS itu. Karena menurut saya tidak sangat mudah untuk mencabut ataupun mengubah Tap MPRS tanpa ada koordinasi dengan parlemen,” kata Poempida, Senin (23/6), kemarin, sebagaimana dilansir Harian Terbit.

Cabut Tap MPRS XXV/1966

Seperti dikutip dari situs berita online kabar7 Direktur Eksekutif Megawati Insitute Prof Dr Musdah Mulia, meyakini jika capres dan cawapres nomor urut dua, Jokowi-JK terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, siap mencabut Tap MRPS No XXV/1966, tentang larangan paham komunisme, demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi.

“Ya pastilah (mencabut tab MPRS No XXV/1966 tentang larangan komunisme) akan kita lakukan, demi menjamin perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM) kepada semua warga negara,” ucap Musdah kepada wartawan kabar7.

Musdah yang juga sebagai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan, ini bukanlah persoalan paham yang dilarang oleh negara, tetapi ini soal melindungi warga negara secara merata. “Jadi kita tidak akan tebang pilih dan mendiskriminisasi kepada seluruh warga negara dalam hal perlindungan HAM. Ini harus dihilangkan demi menghapus diskriminasi,” lanjutnya. (Remmy/Luki/HanTer)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (30 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • abdusomad

    Kalau memang betul ungkapan musdah mulia ttg pencabutan uu tsb,maka jelaslah sudah bahwa PDIP adalah Partainya orang2 Komunis Indonesia yg diam-diam sdh bangkit dan menyusun kekuatan dan PDIP merupakan partai formalitasnya saja,maka Kami (pribumi) sebagai warga negara Indonesia yg sejati…Yang
    Cinta Akan Tanah Air…Siap Mati!!! melanjutkan Perjuangan para Pahlawan dulu yg telah gugur dalam mengusir Penjajah dan Menumpas Komunis sampai ke akar-akarnya,karena Komunis tak patut berkembang dan bercokol di Bumi Pertiwi Yg Tercinta Ini.
    Kalau pemerintah kurang merespond serius mengenai ungkapan Musdah Mulia itu…maka kami bertindak sendiri mengumpulkan Orang2 yg Setia pada Tanah Air untuk Bergerilya menumpaskan Orang2 Komunis dan Orang2 yg membenarkan Komunis dengan cara kami sendiri.titik

    • apaaja

      mas, musdah ini sering ngelantur kasih opini pribadi dia terus diatasnamakan punya Jokowi. Coba cari info Musdah ralat soal info hapus kolom agama.
      Si Musdah ini lama2 kelihatan seperti duri dalam daging. pembelot di tim sukses Jokowi JK. Kalau mau jelas, mending cari artikel yg langsung wawancara ama Jokowi nya. Bukan tim sukses. Thanks

      • dule

        Edan… emang bisa jokowi tanpa tim sukses…!

        • rahmat

          hati-hati joko sama pdip adalah antek” komunis,,komunis halal untuk dibunuh…

    • Sujana Nanang

      “Tidak ada asap kalau tidak ada api”.Musdah adalah seorang profesor+Guru Besar apa mungkin dia asal bicara.waspadai bahaya latin Komunis.

  • apaaja

    Duh lagi2 si Musdah. Wong si Musdah sering banget salah kasih infonya.
    Kayak peraturan akan hapus kolom agama dari KTP. terus akhirnya dia ralat sendiri gara2 salah. Dia bilang itu opini pribadi. Si Jokowi dan anggota tim sukses lain aja ga pernah bilang mau hapus kolom agama. Jangan percaya si Musdah deh.
    Lama2 keliatan kayak duri dalam daging.
    Kalau mau cari info yg netral jangan cari di media Indo. Bisa disogok dan memihak pihak tertentu, alias ga netral. Kalo post di suatu media lebih banyak nyinggung salah satu capres, ini mah black campaign alias memihak 1 kubu. Mending baca artikel di media lain deh ckckckck

    • Wanita Tegar

      Kalao PDIP emag sering salah kasih Info kenapa jandi anggota PDIP, berarti anggota PDIP pusat orangnya asal cabut yah partai macam apa ini klo memilih anggota katakanlah ASBUN. orang kurang mengerti tentang partainya… kalo menurut saya sih mungkin si Musda itu memang jujur mengakui bahwa dia anak PKI dan dia juga penerus PKI..

  • NATSIR SANDIAH

    Mari kita telusuri latar belakang dari Prof Musda Mulia, jangan2 Wanita ini turunan dari anggota Partai PNI ALI SURACHMAN (PNI ASU) andebou PKI yang menghiananti PNI Bung Karno zaman Orde Lama, sekarang mencoba untuk berjuang untuk menghancurkan PDIP Megawati Soekarno Putri.!!!! (hati2 Bu Mega)……ini perempuan waktu dimetro tv. bicara Agama Islam tapi nda paham sama sekali tentang ajaran Islam…..jangan2 PROFESOR nya PALSU….

    • Nur Zaimah Jasmine

      Prof. itu, anggota jaringan Islam leberal (JIL)

    • bunda ajenk

      Aduh gemes deh sm tante musdag ini…smua agama di Indonesia g akan setuju dg komunis…tentunya Islam akan digaris depan….hati2 ….tp maaf bukan sy g sk JOkowi…tp g suka dg orang2 dibelakangnya…jokowi JK orang baik tp dalam lingkaran yg g baik…pro rakyat hanya kemasan luar saja…yg dijual…lihatlah lebih dalam siapa orang2 dibelakangnya:syiah siap2 menyerbu Indonesia setelah deklarasi International dukung jokowi,skrg komunis siap2 bangkit…bangunlah saudara2ku sebangsa setanah air…

  • Arman Wani Soleman

    REVOLUSI MENTAL….pertama kali di teriakkan kalrmax di dunia ini..kalau di indonesia pertama kali di teriakkan DN AIDIT ..terus sekarang ini di teriakkan lagi…pantas untuk di waspadai..

  • Arman Wani Soleman

    buk MUSDAH MULIA adalah angota JIL (jamaah islam liberal)…

  • Riri cayang dia

    Mudah “n gk terjadi

  • suwardiriyanto

    Makin seneng lah liat bangsa ini akan hancur kembali , agar cepat pulih kembali biar karma untuk bangsa ini hilang dari orng yang merasa pejuang berhasil menjatuhkan soeharto tp cara dan fitnahnya tidak terbukti, hati hati kerusakan yg terjadi bals dendam atas kejatuhan soekarno yg belum habis seperti komunis berjalan dalam sekam yg terbakar

  • suwardiriyanto

    kubu JOKOWI yg suka membangkitkan masa lalu seperti api dalam sekam , belum puas menguasai indonesia, jadilah negarawan dan percaya pada generasi muda yg disiapakan untuk menjadi pemimpin bangsa , jgan tebar lagi fitnah untuk menjatuhkan sesama bangsa indonesia .

  • Yoso Rasimin Kromodirejo

    InsyaAllah….kaum Muslimin akan berjihad titik darah penghabisan

  • Heri Subiyandono

    partai yang sudah tersusupi kelompok komunis……….ada musdah, ada oneng, dan lain2, cuma ditegur tapi dibiarkan bergabung dan diberi tempat srategis……..partaidalam kondisi berbahaya

  • Bustami Oce

    hahaha bu musdah kl memang dia gak becus asl ceplos knpa jdi timsukses??yg bohong siapa sbnrnya in??skrang ngelak2 tkut suaranya kurang gara2 pengakuan bu musdah…hahahah gmna negara mau maju kl kyak gni..sudah la akui saja kl memang itu benar jeltelment saja gak usah d tutup2i lagi toh masyarakat sudah tau kl pernyataan itu gak ASBUN(asal bunyi atau asal nyeletup…hati2 in pertanda mhn d renungkan buat msyarakat indonesia dalam memilih capres dan cawapres…

    • Pratikno Herlambang

      betul bung….kalau aibnya mulai terkuak, ada saja alasan2 yg dicari buat membela diri…biar bisa bohongi publik…tapi Allah maha tau apa yang tersembunyi di setiap hati kecil seseorang…

  • Anton Akong

    wong edannnnnnn

  • yui holiday

    PKI MULAI LAHIR LAGI, DIDALAM TUBUH PDIP

  • Fahad Amrie

    Komunis tidak bisa dipercaya, jangan lakukan itu kalau tak ingin indonesia berantakan. Tujuan Komunis itu tidak lain ingin menghilangkan Pancasila dari NKRI. Pasti akan ada perang hebat melawan zionis komunis.. Lihat saja nanti dan itu tak akan terelakkan.

  • rahmat

    komunis halal untuk dibunuh..

  • Inotz

    ya goblok aja kalo komunisme hidup lagi di NKRI……… gw gak nyangka meski Aidit,Muso,Sutopo udah masuk Neraka, Eh bibit2nya koq masih ada yg kesisa ya

Lihat Juga

boy-sadikin-mengundurkan-diri

Ini Isi Surat Pengunduran Diri Boy Sadikin dari PDIP

Organization