Home / Berita / Opini / Mari Membantu Jokowi

Mari Membantu Jokowi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. (inet)
 Joko Widodo. (inet)

dakwatuna.com 

Yang saya hormati,

Rakyat Indonesia

Di manapun anda berada

 

Tulisan ini saya tujukan untuk bangsa yang amat saya sayangi. Bangsa raksasa yang pernah dan akan kembali mengecap peradaban unggul. Bangsa dengan sifat persaudaraan yang kental melebihi bangsa benua manapun. Bangsa yang menjadikan gotong royong jadi kekuatan padu untuk maju. Kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, kumpulan huruf ini saya persembahkan.

Indonesia yang saya cinta, hari-hari ini akan menjadi bagian dari sejarah besar bangsa kita. Kita akan memilih nahkoda besar untuk melanjutkan pelayaran kita sebagai sebuah bangsa yang masih belia. Nahkoda yang akan membawa ‘kapal’ keempat terbesar di dunia ini menuju masa depan. Entah akan lebih matang, atau akan porak-poranda sebelum negeri ini berdiri gagah di hadapan dunia.

Di hadapan kita, dua putra terbaik bangsa sedang memersiapkan kemungkinan-kemungkinan itu. Dua putra terbaik bangsa sedang menata kemampuannya memimpin macan yang sudah bangun tidur dan bersiap menajamkan taring. Semua mata melihat, telinga mendengar baik-baik, tulisan dan siaran media meliput, dunia bahkan ikut harap-harap cemas, menanti siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Dua putra bangsa itu; Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Indonesia yang saya cinta.

Siapa di antara kita yang ingin saling menjatuhkan? Siapa di antara kita yang rela melihat rekan sebangsa saling menikam? Siapa yang ridha melihat kawan yang tadinya sejawat menjadi penyerang paling kejam? Tak ada! Indonesia lahir dalam tabiat kerukunan yang telah menjadi darah dan daging! Selamanya, bangsa ini takkan pernah menganggukkan kepala dan bertenang hati melihat sesama saudara saling menjatuhkan.

Air mata saya menetes ketika disuguhkan keadaan hari ini, tepat di depan mata saya, terdengar amat dekat oleh telinga, dan teraba amat nyata dalam indra. Suasana Pilpres hari ini membelah rakyat menjadi dua kubu besar. Saya tidak memermasalahkan dua kubu ini, mau berapa kubu pun, memang itu kenyataan berdemokrasi.

Yang saya sayangkan adalah satu sikap seorang Capres –salahsatu putra terbaik bangsa ini- yang membuat saya khawatir. Saya hormat dan menghargainya; kesederhanaan, kesantunan, dan kerendahan hatinya. Saya mengkhawatirkannya karena beliau punya satu amanah yang belum usai dilaksanakan dan menyisakan banyak masalah. Namun, beliau malah mencoba menjajaki amanah yang lebih besar lagi.

Saya menghormatinya; supelnya, kekhasannya menyampaikan gagasan, dan langkah-langkahnya yang jitu. Sayang seribu sayang, satu hal ini belum tuntas melaksanakan amanah rakyat. Tapi mengapa malah ingin mencoba menapak tangga yang lebih tinggi? Padahal, beban dan akibat yang dirasakan bertambah berat? Saya khawatir, bagaimana dan apa jawaban yang beliau sampaikan ketika berhadapan dengan Pemilik Asli Indonesia bahkan alam semesta?

Baiklah, langsung saja kepada Pak Jokowi. Saya kagum pada beliau. Namun kali ini, langkahnya terlalu dini dan seperti tak berfikir matang. Kasihan beliau. Karena atas apa yang beliau lakukan, beliau membuka pintu bagi saudara-saudara setanah air untuk mencela dan mencari aibnya sampai menciptakan fitnah. Kasihan beliau. Karena apa yang beliau putuskan telah membuka pintu bagi warga DKI mencecarnya. Membuka pintu dosa yang seharusnya tak ada. Sudah dihadapkan dengan beban yang makin berat, masih pula terjerat tanggungjawab yang belum usai.

Demi Allah, saya tidak ingin menjatuhkan apalagi memfitnah. Tidak! Bukan untuk itu muslim bicara negara. Bukan untuk itu muslim berdemokrasi. Lebih dari itu, kita sebagai bangsa yang bijaksana menginginkan jalan keluar dari kebisingan dan kekalutan ini. Kita ingin semua pihak bisa menjadi teladan dan bisa menjadi pemimpin amanah yang dicintai penghuni bumi, dan diridhai penghuni langit. Kami mencintai dua putra terbaik bangsa ini –Prabowo dan Jokowi- dan kami tak ingin salah satunya “kandas” di hadapan tuhan. Mereka adalah kebanggan bangsa ini.

Maka, untuk Pak Jokowi, ingin sekali saya menghormati anda dengan membantu anda menjadi teladan kepemimpinan yang amanah. Juga ingin membantu Pak Prabowo menjadi pemimpin bijak yang tegas melaksanakan tugas. Saya tidak ingin melihat putra terbaik bangsa mempunyai aib dalam perkara amanah. Padahal, tanggungjawab adalah mutlak harus dimiliki mereka yang memimpin bangsa raksasa ini.

Mari membantu Jokowi dengan memersilahkan beliau menjadi pemimpin yang tuntas melaksanakan tugas. Jangan kita tega-tega saja melihat beliau berkeliling nusantara. Tapi rakyatnya di Jakarta mendoakannya yang tidak-tidak. Saya tidak berbohong, berapa kali rakyat berbondong menuntut beliau, berarak di jejalan raya meminta beliau menuntaskan tugasnya dulu. Survei menyatakan, sebagian besar rakyat ingin beliau kembali menuntaskan amanahnya terlebih dahulu. Jika sukses dan tuntas, silahkan menuju Istana.

Maka, mari membantu Pak Jokowi. Agar namanya baik di mata penghuni bumi, dan terdengar apik di atmosfer penghuni langit. Cara, dengan mendukung beliau menuntaskan amanah di Jakarta. Lalu mendoakannya agar menjadi Gubernur yang teladan bagi rakyatnya. Insya Allah, ini baik bagi beliau, rakyat DKI, dan bangsa kita.

Lalu, bagaimana dengan Pak Prabowo? Bagaimana kita membantunya menjadi pemimpin yang amanah? Wahai Indonesia yang saya cinta, kita telah benar-benar faham bahwa suara kaum muslimin ditentukan dan instruksi apa yang dikatakan ulamanya. Telah tersebar di media juga berita-berita nusantara. Para Kyai dan Habaib, Guru Agama juga Asatidz, Mu’allim juga Muballigh yang menaruh dukungannya pada Bapak Prabowo. Ditambah lagi Almarhum Gusdur. Guru bangsa yang lahir dari rahim Nahdatul Ulama, menaruh harapan besar pada Bapak Prabowo.

Mari membantu Pak Prabowo dengan mendukungnya menjadi nahkoda baru bagi bangsa ini. Mengapa beliau? Salah satu alasannya, karena beliau telah menggagas kebangkitan bangsa ini jauh-jauh hari sebelum hari ini. Beliau telah menciptakan skema tahapan yang brilian bagi Indonesia jauh-jauh hari sebelum debat Pilpres. Jika beliau menjadi Presiden, gagasan baik dan mulianya ini bisa dijalankan.

Inilah kita, wahai Indonesia. Kita ingin semua pihak menang dan bisa menjadi pahlawan. Bukan memerjuangkan satu pihak dan membunuh yang lain. Itu bukan kita. Bukan Indonesia! Apalagi kita hidup dalam arahan katalog Islam yang begitu detail berbicara kepemimpinan. Kita telah diajari, membaca, diberi nasehat guru; bahwa pemimpin dambaan ummat adalah mereka yang amanah. Amanah. Sekali lagi, amanah sampai tuntas. Pemilu ini, bukan untuk memenangkan dan mengalahkan salah satunya. Semua bisa menang. Semua bisa jadi teladan. Semua bisa berkarya di tempatnya masing-masing.

Mari, mari membantu putra terbaik bangsa –Jokowi dan Prabowo- menjadi teladan terbaik yang dijadikan contoh bagi generasi Indonesia hari ini dan masa depan. Agar Pak Jokowi bisa menuntaskan kerja di Jakarta dan Pak Prabowo bisa menjalankan master plan briliannya memajukan bangsa. Win Win Solution. Tak ada yang kalah. Semuanya pahlawan bagi kita. Selamatkan Indonesia. Bangkitkan Indonesia, barulah bisa menjadi Indonesia hebat!

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (66 votes, average: 8,68 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Edgar Hamas
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir | Alumni SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang | Alumni Ponpes Husnul Khotimah Kuningan
  • Abi Baehaki

    Gak usah sok membantu orang, belum tentu kita ini mampu menolong diri sendiri. Baik di dunia sekarang ini maupun di hadapan tuhan nanti, tidak ada satu penolongpun kecuali ijin tuhan. Sekali lagi saya sarankan,gk usahlah sok mau tolong Jokowi. Beliau sudah sanagat besar di bandingkan kita,mungkin malah kita yg butuh pertolongannya kelak. Coba renungkan kembali

    • Hanif Rahmat Fithrony

      ini yg komen kayaknya belum baca artikelnya ya :3

    • Ridho Adidaya

      dianjurkan untuk membaca dulu baru berkomentar. ini bukan untuk menjatuhkan, tapi menolong. sesama umat muslim harus saling mengingatkan. bukannya sok membantu orang, tapi tujuannya untuk mengingatkan.

    • afrilya

      baca dlu isi artikelnya ….baru komentar keles_

    • lamone

      mas di baca baik-baik artikelnya….. ingat penolong yang selalu siap siaga setiap saat hanyalah ALLAH S.W.T bukan jokowi

    • Restya puspa pertiwi

      ” …mungkin malah kita yg butuh pertolongannya kelak”
      sebesar itukah harapan anda? Mengharapkan pertolongan pada pak Jokowi. :P
      satu satunya, JUST ONLY ONE. Hanya ALLAH yang hanya dapat memberikan pertolongan.

  • sukarman

    YANG KOMENTAR INI ORANG APA SETAN YA NGGAK NGERTI AMAT ISI ARTIKELNYA

  • royudi

    بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ku coblos kertas nya yg no.2 hati ku mantep pd no.2 اَللّهُ اَكْبَرُ… اَللّهُ اَكْبَرُ

  • Didi Rasyidi

    Saya memahami dan mengerti siapa itu Prabowo Subyanto, siapa itu Hatta Rajasa, siapa itu Joko Widodo, siapa itu Yusuf Kalla, saya mengikuti alur cerita mereka, saya menentukan pilihan kepada nomor 1 dengan maksud, kita mendapat kemenangan ganda, Prabowo, Presiden yang tegas, jujur dan amanah, didampingi Hatta Rajasa yang sudah menunjukkan kinerja yang baik, lalu, kita mendapat Gubernur yang insyaAllah, akan membuat jakarta nyaman, aman, tenteram, yang diakhir periodenya nanti, ‘Monorel’ sudah terwujud (masih tanda tanya>??) dan membuat Jakarta tidak macet, dan pa Yusuf Kalla, bisa jadi penasehat Bangsa.

  • Ibrahim Iskandar

    Banyak2
    Istighfar dan bertaubatlahhh sodara2ku sebangsa setanah air.. dan
    BERTAQWALAH sebenar – benarnya taqwa kepada Allah Azza Wa Jalla..
    Introspeksi diri itu lebih baik.. “NASIHAT YANG BAIK”.. Barakallahufikum..

  • ida farida

    jangan mengatasnamakna agam klo mau ngedukung partai atw cln tertentu..setiap pemimpin ada kekurangan ada klbihan. jadilah pemilih yang dewasa, ga usah ngejelek jelekin saling ngjatuhin itu namanya politik barbar tdk beretika. jangan menghakimi orang anda bukan Tuhan. Ketika ngedukung cln tertentu muji muji setinggi langit tapi ketika tdk mendukung mencaci maki seolah tidak ada sisi kebaikan sdkit pun dr org tersebut.. ini bukan membantu tp Menjatuhkan pelan2 pake bhs halus utk tdk memilih cln nomor 2 dan agar memilih no 1…berpolitik yang DEWASA, CERDAS, MIKIRRR!!!

    • Johandika D. Ferbiantoko

      Memilih pemimpin juga harus berdasarkan ajaran agama. Bahkan setiap perbuatan kita harus berlandaskan agama. Yang saya lihat di artikel2 dakwatuna, mereka tidak mengagung-agungkan prabowo, karena yang patut kita agungkan adalah Allah SWT. Tapi kita tidak ingin orang2 dibelakang jokowi menjadi berkuasa. Dan sekarang saya akan balik tanya ke ukhti, siapa yang tidak “DEWASA, CERDAS, MIKIRRR!!!” kalau begini caranya?

      Allah bersabda dalam surat At Taubah ayat 24 : “Katakanlah:”jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q.S. At-Taubah : 24)

      • Ibnu Kencana

        jangan pilih pemimpin yg gak bisa baca quran dan selalu menolak jadi imam sholat (karena dia sendiri baru Islam setelah menikah)

    • Anhazh Zaidh

      mff y mbk.. saya hanya mau ralat sdkit, anda nyuruh org mikir tp anda sendiri tidak mikir komen dgn bhasa yg kurang santun bahkan cenderung dgn pola pikir dangkal… pahami dulu sebelum komen, mff skali lgi

  • arif andrianto

    saya dah baca artikelnya .. maka dari itu saya setujuuu memilih nomer 1.. dan dari pemilu awal saya juga mantap dukung gerindra . NO 1 . alesannya kenapaa ?? karena No2 aja dukung nomer 1 INGET NGGAK BATU TULISS !!! HAHAHAAA…

  • Mudiee Zie Rooster

    seharusnya yg anda tulis adalah ttg agama,,bukan politik….semoga anda penulis selalu diberi kesejahteraan..

    • Nadiya nur jannah

      Maaf sebelumnya saya hanya ingin bertanya memangmya dalam agama islam itu tidak boleh yah membicarakan tentang politik? Tentang pemerintahan?

  • M.oghy

    Sodaraku.. yang dikatakan artikel ini benar, jujur saja saya sesungguhnya tidak mendukung sepenuhnya kepada salah satu pihak, saya hanya ingin INDONESIA MERDEKA SEUTUHNYA, mau prabowo atau jokowi sayng setuju asal mereka amanah, tapi di artikel ini sudah dijelaskan dengan begitu detail, permasalahan yang menurut saya adalah memang fakta yang nyata bukan hanya karena ingin menguntungkan salah satu calon, saya pun sering mendengar langsung dari teman teman saya, ” gw ga suka jokowi mencalonkan diri jadi presiden, jakarta aja belom beres mau langsung jadi presiden gitu aja, ga amanah ” itu sejujur jujurnya dari saya tanpa dibuat buat. bukan maksud saya ingin menjatuhkan beliau, tapi saya merasakan rakyat jakarta sangat sangat sangat membutuhkan sosok beliau untuk membenahi jakarta, dan menuntaskan semua janji janjinya kepada masyarakat jakarta, memang mungkin banyak yang berpikiran ” ya walau pun jokowi ada di istana bukan berarti dia ga peduli jakarta kan? ” ya memang mungkin itu benar, tapi faktanya presiden itu menurut saya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin hanya fokus menjalankan dan membangun satu daerah, dan dia juga pasti banyak tugas/ janji dengan pihak” luar negri yang membuat dia tidak bisa selalu mengutamakan satu daerah yaitu jakarta, dan ya betul yang dikatakan artikel ini, yang ditakutkan adalah kepemimpinan beliau akan di bumbui dengan fitnah, sindiran dan cercaan yang membuat rakyat jadi tidak simpati kepadanya.. mohon jangan ditanggapi dengan negatif, di mengerti terlebih dahulu dengan baik

  • InksMamentoz Dian Sastra JingG

    ckckkckckkk….
    ini subyektif.!!!

    menggiring opini publik.
    ngopi aja dulu gan biar melek.!!!

  • mahfudz ibnu zdan

    Saya kira yg berkomentar disini bukan sytan ataupun jin tp insyaallah penghuni syurga
    Yakni manusia yg cinta akan indonesia dan dicintai allah subhanahu wata’ala
    Saya kira kalian sudah cukup dewasa dalam berbicara
    Dan cukup tahu untuk merangkai bahasa yang tida membuat lainnya terluka
    sya hargai artikel dan komentar anda semua
    Karna aq yakin kalian pasti memiliki tujuan yang baik bagi saudara kita
    Tp alangkah baiknya jika kita berbicara tanpa harus mnjatuhkan yang lainnya
    Meski memakai bhasa yg bijaksana
    Tak sepatutnya kita bercara senaknya meski didasri fakta atupun cinta pada sesamanya
    Karna sya yakin saudara kita semua punya hati untuk mersa punya mata untuk melihat fkta
    Dan punya akal dan hak untuk memustuskan pilihannya
    Jadi bagimanapun bentuknya dan keadaanya kita jangan sampai berburuk sangka
    Dg keadaan kita
    Kami pun tahu jokowi tidk melanjutkan memimpin jakarta
    Tp itu tdk seharusnya membuat kita mengambil keputusan bahwa jokowi mengingkari janjinya karna dia tdh berpindah negara ataupun kota
    Melainkan mencoba untuk membenahi bangsa dngan sekala yg besar di indonesia dan jakrtapun tetap mnjdi tanggung jawabnya
    Begitupun dg prabowo dia memiliki masa lalu yg suram dg kasusnya
    Melanggar hak asasi manusia tp itu belum nyata
    Hanya sekedar wacana
    Saya hanya ingin mngajak kalian mari bersikap dewasa
    Dan kembali mengkaji pancasila dan asasnya yng berbunyi
    Binika tunggal ika agar kita tidk saling merasa paling benar diantara yg lainnya
    Kita perlu mengingatkan sesama tp tdk harus dg cara membandingkan dg yag lainnya
    Cukuplah hati kita yg berbicara tnpa mnyinggung tetangga
    Karna kita hidup dlama satu negara yakni INDONESIA TERCINTA
    Merdeka

  • denni rohman h

    Saya sangat respek kepada pak jokowi dikala beliau jadi walikota hingga
    gubernur.. itu saya tau dari media dengan prestasi beliau yang cukup
    bisa dibanggakan bagi generasi muda. jempol buat pak jokowi… namun
    sebetulnya sangat kasihan kepada beliau.. beliau pasti sangat lelah..
    entah lelah fisik maupun batin, terlepas dari kemungkinan beliau menjadi
    kendaraan politik ataukah tidak. Kasihan juga jika tanpa di sadari
    beliau Pak Jokowi menjadi kendaraan politik yang turut didalamnya
    menumpang dengan tunggangan berbagai kepentingan. Wallaahu a’lam. Hanya
    Allah Yang Maha Tahu. Kebenaran MilikNya.

  • Rfaisal Surono

    Siapapun boleh mencalonkan dan dicalonkan menjadi capres dengan segala persyaratan yang sudah ditentukan. Setiap orang (rakyat) yang akan menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya. Capres yang diajukan sudah pasti memenuhi dan lolos dari persyaratan menjadi capres. Lalu kenapa masih ada yang menganggap terlalu dini? Negara kita asas demokrasi. Sudah hal biasa perbedaan pandangan, biarlah rakyat yang menentukan nanti siapa yang menjadi presiden. Suara yang terbanyak berarti menentukan seorang capres menjadi presiden. Jadi jika anda merasa tidak cocok sudah seharusnya anda mengikuti dan menghormati suara terbanyak nanti. Suara terbanyak membuktikan seorang capres layak untuk menjadi presiden.

  • Шдќтцўб’Тӏдђ Ќїтдӏдӏцї-Вщдтмц’

    Salam 2 jari yg d hongkong tetep pilih jokowi

  • Ridwan Loebis

    Pertanyaannya: ini media dakwah atau media politik?

  • Johandika D. Ferbiantoko

    Ada alasan knp dakwtuna dan pemuka agama2 Islam membela prabowo, ada alasan knp partai2 Islam memilih kubu prabowo, ada alasan knp teman2 saya yg nasrani sekarang sangat bersemangat mendukung jokowi padahal saat pemilu legislatif kemarin mereka diam saja. Temen2 saya yg nasrani mati2an mendukung jokowi. Tidak cuma satu atau dua..tp semua orang nasrani mendukung jokowi. tanya saja ke sebelah2 anda yg beragama nasrani, pasti tidak ada yg mendukung prabowo. Coba luangkan waktu sebentar saja untuk membaca isi Al-Quran, atau memang sudah tertutupkah hati kalian wahai pendukung jokowi??

    • Rifqi Andika Arsyad

      Ini nih pikiran orang2 yg bikin Indonesia selalu rentan akan konflik dan mengaburkan nasionalis. Selalu saja mengkaitkan apa saja dengan agama dan hanya melihat dari sisi agama mayoritas. Ingat bung Indonesia bukan cuma milik muslim. Hargai sodara kita yang lain.

      • Johandika D. Ferbiantoko

        Afwan jika pikiran saya rentan dan mengaburkan nasionalis. Saya biasanya diam jika soal politik. Jujur tidak ingin menyudutkan salah satu pihak, dan jujur saya menyukai orang2 seperti jokowi. Tp orang-orang dibelakangnya yang tidak saya sukai. Awalnya saya tidak menghiraukan isu2 agama dalam pilpres ini, tapi sekarang2 ini saya teman2 kantor saya yang non-muslim menggebu2 memilih jokowi. Kalau cuma satu-dua orang saya tidak akan menggubris, tapi ini semua teman saya yang non-muslim. Saya pikir ada apa ini. Bahkan banyak diantara mereka yang memang tidak peduli politik, tiba2 seolah-olah jadi tim suksesnya Jokowi. Silahkan kalau anda tidak percaya, itu hak anda.

        Sekali lagi afwan. Saya diajarkan untuk hidup berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Sudah sepatutnya segala sesuatu yang saya lakukan saya kaitkan dengan agama. Bukankah tujuan diciptakan manusia itu untuk beribadah kepada Allah? Kenapa anda bisa sampai mengeluarkan statement ” Selalu saja mengkaitkan apa saja dengan agama”? Padahal apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Bukan karena melihat dari agama mayoritas, tapi karena inilah ajaran agama yang saya anut.

        “Indonesia bukan cuma milik muslim”. Benar kita hidup dinegara yang masyarakatnya berbeda-beda agamanya. Islam mengajarkan bagaimana bersosial dengan orang2 non-muslim. Jangan dikira kami tidak bisa menghargai orang lain. Tapi bukan berarti kami berdiam diri ketika agama kami terancam.

        • Restya puspa pertiwi

          setuju :D Indonesia memang bukan hanya milik Muslim.. Tapi #IndonesiaMilikAllah. SEMANGAAAAAT ..!!!!

  • Conan MaulanaAs-Sudais

    Tad, menurut nte hadits ini gmna..??

    Dari Abdurrahman ibn Samurah berkata: Nabi saw bersabda:

    Wahai
    Abdurrahman ibn Samurah, Janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika
    engkau diberi (jabatan) karena meminta, kamu akan ditelantarkan, dan
    jika kamu diberi dengan tidak meminta, kamu akan ditolong, dan jika kamu
    melakukan sumpah, kemudian kamu melihat suatu yang lebih baik, bayarlah
    kaffarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik.(Bukhari 6132)
    dan yg ini jg tad, sumpah gubernur..”Bunyinya adalah sebagai berikut:

    “SUMPAH/JANJI
    Akan memenuhi kewajiban saya sebagai
    Gubernur/Wakil Gubernur ……………..
    Bupati/Wakil Bupati……………………
    Walikota/Wakilwalikota ……………….
    dengan
    sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar
    Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala
    undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti
    kepada masyarakat, Nusa dan Bangsa.”

    Di naskah itu tidak ada
    satupun kalimat yang menyatakan seorang kepala daerah bersumpah
    melaksanakan jabatannya sampai akhir masa dinas atau selama 5 tahun
    penuh; sebagaimana yang ditiup-tiupkan kepada Jokowi selama ini. –

    • lamone

      menurut saya yang orang awam ya mas, di dalam hadits di atas (bukhari 6132) ada kata-kata “bayarlah kaffarat sumpahmu” menurut saya lagi nih, disitu kan ada 4 poin tuh : mematuhi UUD 1945, berbakti ke masyrakat, nusa dan bangsa, jika melanggar sumpah tersebut bayar kafarahnya, sesuai isi sumpah yaitu UUD 1945 (jika memang capres sudah di atur di undang-udang, maka kafarah yang pertama sudah tidak masalah karena sudah memegang teguh UUD 1945) yang kedua, berbakti ke masyrakat (jika masyrakat di jakarta tempat beliau menjadi gubernur belom ridho, dan banyak yang hal yang ditinggalkan dan belum terselesaikan, maka itu harus di selesaikan dulu) menurut saya itu mas…… Wallahu A’lam Bishawab

  • Rifqi Andika Arsyad

    Jokowi memang belum selesai menangani tugasnya memimpin Jakarta tapi jangan disalahartikan menjadi melepas tanggung jawab nya. Jokowi maju menjadi calon presiden bukan karena keinginannya tapi karena mandat rakyat. Masih ingat kan ketika pewacanaan Jokowi sebagai calon presiden, Jokowi selalu menyangkal. Tapi karena banyak nya rakyat Indonesia yang mendukung Jokowi membuat Jokowi ‘harus’ melaksanakan amanah dari rakyat. Itu artinya rakyat yang membutuhkan Jokowi bukan hanya ‘orang Jakarta’ tapi ‘Seluruh Rakyat Indonesia’. Ini masalah prioritas mana yang lebih ‘butuh’ antara Jakarta atau Indonesia. Ibaratkan saja ketika kamu berangkat sekolah dan hampir terlambat tiba-tiba di perjalanan ada kecelakaan dan cuma kamu yang ada disitu. Apa kamu tega ninggalin gitu aja orang tersebut?

  • JOE

    MERENDAHKAN AGAMA HANYA UNTUK PARTAI DAN GOLONGAN???????, ANDA NAMPAK SUDAH KEHABISAN AKAL DENGAN HUJATAN, HINGGA DNG BHS SEDIKIT HALUS TAPI INI TETAP PERUSAK, PEMECAH BELAH UMAT, PAKAILAH HATI NURANI JNG GUNAKAN EGO DAN KEPENTINGAN PARTAI DAN KELOMPOK ANDA

    • lamone

      mas di telaah artikelnya, saya mau tanya agama anda apa? jika anda muslim, anda pasti tahu 4 kriteria pemimpin menurut hadits dan al-quran : amanah, shidq, tabligh, fathonah, menurut saya itu yang dijelaskan oleh artikel di atas, jika anda muslim pasti anda mengambil referensinya dari hadits dan al-quran, karena sesungguhnya pedoman hidup muslim ya dua itu : hadits dan al-quran, itu kalo anda adalah muslim, ga tau lagi kalo sodara non muslim.

    • Restya puspa pertiwi

      “..ANDA NAMPAK SUDAH KEHABISAN AKAL DENGAN HUJATAN, HINGGA DNG BHS SEDIKIT HALUS..”

      Apa ini bukan HUJATAN dalam berkomentar? Apa ini menggunakan bahasa yang Haluuus ????

  • Aristokrat

    mereka bilang jokowi di usung oleh partai maksiat saya yakin seorang jokowi adalah jauh dan mengharamkan maksiat saya tetep pilih no 2…agama jgn di sangkut pautkan dgn politik,blm tentu no1 bersih dari maksiat…

    • novri

      Bro…adakah diatas kami membawa bawa seseorang ini bersih , ini maksiat…tidak kan …tolong dibaca sekali lg….cuma untuk mempuaskan nafsu ambisi yg cuma 5 tahun….

    • Restya puspa pertiwi

      Agama itu melingkupi segala ASPEK gan. termasuk POLITIK.

  • Angga Arata Rievanda

    semoga yang terpilih berati itu adalah pilihan terbaik bangsa, pilihan rakyat indonesia

  • Ibnu Kencana

    kan sebentar lagi ramadhan.
    prabowo harus berani unjuk gigi jadi imam shalat tarawih.

    ki ta lihat, kita nilai: kualitas islamnya seperti apa?

    jangan-jangan pake kopiah kemana-mana tapi di rumah makan babi…

  • adang

    Pemikiran yg picik dan dangkal berbingkai agama.

Lihat Juga

Guru dalam Amanah Keprofesiannya