Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Persiapan Menjelang Ramadhan

Persiapan Menjelang Ramadhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (coroflot.com / kchemnad)
Ilustrasi. (coroflot.com / kchemnad)

dakwatuna.com – Ramadhan sudah di ambang pintu. Nuansanya sudah mulai terasa. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Banyak keutamaan dan keistimewaan bulan  Ramadhan yang tidak terdapat pada bulan sebelum dan sesudahnya. Makanya, kita sambut dengan gembira kedatangan Ramadhan  dan berusaha untuk menikmati keistimewaannya. Di bulan ini, kita diwajibkan berpuasa di siang hari (shiyamur Ramadhan) dan menegakkan Ramadhan di malam hari (qiyamur Ramadhan) sebagai jalan menuju takwa. Yaitu derjat terhormat di sisi Allah yang akan melahirkan ketaatan penuh pada Allah.

Di bulan ini juga diturunkan al-Quran   sebagai petunjuk dan panduan hidup bagi orang yang beriman . Peristiwa ini kita kenal dengan Nuzul Qur’an yang kita peringati setiap tanggal 17 Ramadhan. Yang lebih dahsyatnya lagi, di bulan suci ini kita akan mendapatkan satu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, yang disebut dengan malam Lailatul Qadar. Apabila kita dapat  beribadah maksimal pada malam itu, nilainya sama dengan  beribadah selama 83 tahun. Banyak lagi karunia Allah yang diberikan  pada bulan Ramadhan sebagai bentuk cinta kasih Allah pada hamba-Nya .

Kita  sangat berharap agar Allah masih memberi kesempatan kembali untuk melaksanakan  Ramadhan  tahun ini. Dengan  berusaha menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik yang  pernah kita lewati. Karena tidak  ada jaminan apakah kita masih diberi  kesempatan lagi pada  Ramadhan berikutnya. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya agar Ramadhan  lebih  berkualitas dan bermutu.

Ada empat persiapan yang dapat kita lakukan dalam mencapai harapan tersebut.

 Pertama, persiapan ruhiyah (jiwa). Maksudnya, kita harus mempersiapkan jiwa dan hati untuk menghadapi Ramadhan dengan keimanan yang mantap. Sesungguhnya, ibadah Ramadhan diserukan pada orang beriman karena merekalah yang sanggup melaksanakan kewajiban ini dengan sepenuh hati. Bagi yang dapat melaksanakan Ramadhan dengan baik dan benar, maka akan mendapat balasan yang luar biasa berupa ampunan atas  dosa-dosa yang telah berlalu. Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.(HR. Bukhari dan Muslim)

Untuk meningkatkan kualitas keimanan  adalah dengan selalu memperbaharuinya yakni mengucapkan  kalimat syahadat. Kita  juga harus merasakan kebesaran dan keagungan Allah dalam segala  aspek kehidupan. Berusaha meningkatkan kualitas ibadah. Terutama shalat yang khusuk, munajat yang syahdu dan zikir yang menyentuh. Di samping itu, juga berusaha menjauhi segala bentuk kesyirikan, bid’ah dan khurafat yang akan mematikan keimanan kita.

Kedua, persiapan fikriyah (akal). Akal kita juga harus dipersiapkan untuk menghadapi Ramadhan  dengan ilmu dan wawasan yang luas tentang  hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan. Dengan demikian, akan memudahkan kita dalam menjalankan ibadah Ramadhan  sesuai dengan sunnah. Kita tidak menginginkan ibadah Ramadhan menjadi sia-sia atau tidak dinilai Allah. Sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah, ”Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi yang dapat baginya lapar dan haus.”(HR. Ahmad). Hal ini terjadi disebabkan ibadah yang dilakukan tidak dibarengi dengan pengetahuan yang baik dan usaha yang maksimal.

Oleh karena itu, kita harus berusaha  menambah wawasan dan pengetahuan yang luas berkaitan dengan ibadah Ramadhan. Diantara yang dapat kita lakukan adalah dengan membaca buku atau literatur tentang ibadah Ramadhan, menghadiri kegiatan majlis taklim dan berdiskusi atau bertanya langsung pada para ulama. Dengan pengetahuan ini, diharapkan kualitas Ramadhan kita akan  semakin  meningkat .

Ketiga, persiapan jasadiyah (fisik). Dalam melaksanakan ibadah puasa dan ibadah Ramadhan lainnya membutuhkan fisik yang prima.Orang yang sehat tentu akan dapat melaksanakan rangkaian ibadah Ramadhan dengan maksimal. Sebaliknya, bagi yang tidak sehat tentu akan mengalami kendala dalam beramal ibadah selama Ramadhan.  Untuk itu, kita harus menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan, olah raga yang teratur dan istirahat yang cukup. Hal yang perlu diperhatikan dalam kesiapan fisik menghadapai Ramadhan adalah dengan cara melatih berpuasa pada bulan Sya’ban sehingga mudah beradaptasi dengan  puasa Ramadhan .

Keempat, kesiapan maaliyah (harta). Perbekalan  harta harus kita siapkan sebelum bulan suci Ramadhan. Selama bulan Ramadhan kita dapat  fokus melaksanakan ibadah. Jangan sampai dalam Ramadhan justru disibukkan dengan mencari harta atau bekerja sehingga menguranggi atau menghalanggi kita memperoleh fadhillah ibadah lainnya. Seperti membaca al-Quran, zikir pagi dan petang, sholat Dhuha, sedekah dengan maksimal dan  ibadah lainnya yang banyak menghasilkan pahala.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan