Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Tak Punya Otak, Adab Dipermainkan

Tak Punya Otak, Adab Dipermainkan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Kompasiana.com)
Ilustrasi. (Foto: Kompasiana.com)

dakwatuna.com – jangan gelap dimaki diterjang

hidupkanlah lilin agar terang
jangan memaki hujan
bukalah payung angkatlah jemuran

jangan ribut akan zaman
sedang periuk umat terlupakan
filsuf itu banyak berkhayal
orang shalih banyak beramal

jangan mudah umbar janji
tapi lupa tanggungjawab di sisi
merah mawar semerbak mewangi
takkan dimiliki hingga berani akan duri

anak kecil menjajakan koran
hitam muka tidak menjadi pikiran
koran habis dapatlah makan
tak laku, pulang pun sungkan

bukan matahari itu congkak
bukan pula bulan itu tak nampak
perih mata pandang sinar memancar
pandanglah apa yang kena sinar

sudah tampak ujung tiang kapal
sudah tampak datangnya sandang pangan
keras kepala tangan dikepal
tak punya otak, adab dipermainkan

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Info lebih lanjut mengenai saya, silahkan klik blog saya, terima kasih

Lihat Juga

Ilustrasi. (tammymasterkey.wordpress.com)

Menulis dan Tanggung Jawab Ilmu