Home / Berita / Nasional / Kompas.com Hapus Berita “Ternyata Duta Besar Palestina Dukung Jokowi Jadi Presiden”

Kompas.com Hapus Berita “Ternyata Duta Besar Palestina Dukung Jokowi Jadi Presiden”

Ilustrasi. (fbnstatic.com)
Ilustrasi. (fbnstatic.com)

dakwatuna.com Senin (23/6/2014), LKBN Antara merilis mengenai adanya tindakan peretasan terhadap situs Antara biro Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam rilis tersebut dinyatakan bahwa LKBN Antara tidak pernah menyiarkan berita berjudul “Rakyat Palestina Doakan Jokowi” meskipun sempat tayang melalui portal daerah Antaranews Biro Sulawesi Selatan “www.antara-sulawesiselatan.com”.

Pemimpin Redaksi LKBN Antara Akhmad Kusaeni di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa portal www.antara-sulawesiselatan.com diretas (spoofing) orang yang mengunggah sebuah berita seolah-olah mengutip siaran pers dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi.

Terkait dengan hal tersebut, situs Kompas.com langsung meralat berita berjudul “Ternyata Duta Besar Palestina Dukung Jokowi Jadi Presiden”. Berita yang sempat dimuat hari Ahad (22/6/2014) tersebut kini berganti judul menjadi “Ralat: Website Antara Diretas, Berita Dubes Palestina Dukung Jokowi Tidak Benar“.

Pada akhir berita, Kompas.com menyatakan “Dengan klarifikasi ini, Kompas.com yang sempat mengutip informasi tersebut memutuskan menghapus seluruh isi konten sesuai pedoman pemberitaan media siber. Dengan ini, redaksi Kompas.com memohon maaf atas tersiarnya informasi yang tidak benar.” (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Ummu Zizi

    Kompas begitu gegabah dalam menayangkan beritanya. Apalagi pengaruh tulisan tersebut besar artinya mewakili politik suatu negara. Mengapa kompas sebagai media yang beroplah besar berani untuk memelintir pernyataan yang akan besar pengaruhnya pada publik..apalagi dalam kancah pemilihan presiden yang akan datang. Seharus dengan nama besarnya Kompas harus cermat dalam menulis berita, karena banyak media massa yang kini menulis hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Saya khawatir nanti media TV maupun suratkhabar spt ini akan ditinggal pembacanya. Karena masyarakat mulai cerdas mana berita yang netral atau bersembunyi dalam artikulasi kepentingan semata.

  • Elang Bari

    namanya manusia suka khilaf demi kemenangan, namun kalo sampai memakai cara apapun itu namanya niat tdk baik.

Lihat Juga

Presiden Media Sosial