Home / Berita / Opini / Jokowi dan Palestina

Jokowi dan Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Jokowi (inet)
Jokowi (inet)

dakwatuna.comTidak ada lagi kata kartu yang terlontar dari mulut Jokowi dalam debat Capres putaran ketiga, Ahad (22/6/2014) malam. Kali ini ia menyebut Palestina dalam menyampaikan visi dan misinya tentang politik luar negeri Indonesia. Jokowi menyatakan akan mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus menjadi anggota PBB.

Jujur, nurani saya langsung terusik saat itu. Berderet pertanyaan mampir di kepala saya. Mungkinkah capres yang diusung  partai yang menolak perda syariah mendukung Palestina? Mungkinkah Jokowi mendukung Palestina sedangkan partai pengusungnya menolak Dolly ditutup? Mungkinkah…

Saya ingin mengajak kita jernih berpikir, suatu hal yang sangat jarang saya temui menjelang pilpres saat ini, termasuk dari kaum intelektual.  Kebetulan dalam politik adalah kemewahan. Jika kemewahan itu tersaji dalam panggung politik, kita bisa menilai apa yang sesungguhnya terjadi.  Pada titik ini, kemewahan itu bernama Palestina. Cara mendeteksi ini sangat mudah: cermati apa yang terjadi sebelum dan setelah debat.

Sebelum debat berlangsung, ramai diberitakan tentang dukungan Dubes Palestina Fariz N Mehdawi terhadap pencapresan Jokowi. Salah satu yang menyebarkan kabar ini adalah Goenawan Mohamad, pentolan Tempo dan pegiat ideologi sekuler liberal. Dalam akun Twitternya @gm_gm, ia memosting link ini makassar.antaranews.com. Postingan dilakukan Ahad, 22 Juni 2014 15:56 WIB, beberapa jam sebelum debat berlangsung.

Setelah debat berlangsung, media-media pendukung Jokowi ramai mengangkat isu Palestina. Salah satunya detik.com yang menulis tentang banjirnya pujian terkait dukungan Jokowi kepada Palestina. Lihat di news.detik.com.

Sementara media milik Surya Paloh membuat judul yang sangat tendensius. Metro TV mempertanyakan komitmen Prabowo dan PKS terhadap kemerdekaan Palestina. pemilu.metrotvnews.com.

Secara mudah bisa disimpulkan, isu Palestina adalah by design. Tujuannya jelas: meyakinkan umat Islam yang masih ragu terhadap komitmen keislaman Jokowi dan partai pendukungnya. Umat Islam yang gamang tentu akan terjerat jebakan Jokowi. Ternyata  Jokowi  mendukung Palestina dan Dubes Palestina pun mendukungnya.

Jika anda termasuk yang percaya dengan ucapan Jokowi, ada baiknya membaca fakta tentang Dubes Palestina  Fariz N Mehdawi. Karena begitu terusik dengan jualan Palestina ini, saya mencari tahu siapa sosok Fariz sesungguhnya. Kok bisa mendukung capres yang di belakangnya adalah orang-orang yang membenci Islam?

Saya tak dapat profil Fariz. Tapi ada berita menarik tentang dia yang dimuat PedomanNEWS.com, media yang dikelola Fadjroel Rachman. Siapa Fadjroel? Orang yang dalam cuap-cuapnya di Twitter terlihat begitu membenci PKS, partai yang paling getol membela Palestina. Fadjroel sendiri sekarang “mati-matian” mendukung Jokowi.

PedomanNEWS memberitakan, Fariz Mehdawi ketika ditemui dalam seminar memperingati Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu (30/11/2011) menyatakan keheranan dengan kelompok yang selalu berteriak “Allahu Akbar” mendukung Palestina di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.

“Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “Allahu akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar.

Ia melanjutkan, “Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.” Lihat linknya di forum.kompas.com.

Dari ucapannya, kita dapat menilai sosok seperti apa Fariz sesungguhnya. Dan yang lebih mencengangkan lagi, data yang dia berikan dibantah oleh pemilik blog candrawiguna.com. Pemilik blog tersebut dengan sangat bagus menuliskan analisanya. Berikut ringkasannya:

Palestina terbagi dua: Tepi Barat (West Bank) di dekat Yordania yang dikuasai oleh Fatah, dan Gaza di dekat Mesir yang dikuasai oleh Hamas. Data mengenai jumlah penganut agama di Palestina sangat sulit untuk diperoleh. Satu-satunya sumber mengenai jumlah penganut agama di Palestina hanya dari Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs (PASSIA) yang dikutip oleh Wikipedia, di mana dikatakan bahwa penduduk di Tepi Barat dan Gaza terdiri dari 97% Muslim dan 3% Nasrani, sedangkan sisanya adalah kelompok minoritas yang jumlahnya tidak signifikan, sangat jauh dari apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi.

Di Tepi Barat atau West Bank, berdasarkan laporan Jerusalem Post tahun 2008 jumlah penduduk Gaza adalah sekitar 1.416.000 jiwa sedangkan jumlah penduduk Tepi Barat adalah sekitar 2.345.000

Jika data dari Jerusalem Post dan PASSIA digabung  maka apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi secara matematis tidak masuk akal. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Kita anggap benar bahwa 50% penduduk Tepi Barat beragama Yahudi, maka jumlah penduduk beragama Yahudi adalah 50% × 2.345.000 = 1.172.500
  • Jika jumlah penduduk Palestina secara keseluruhan adalah jumlah penduduk Gaza ditambah jumlah penduduk Tepi Barat, yaitu 1.416.000 + 2.345.000 = 3.761.000
  • Persentase umat agama Yahudi di Gaza dan Palestina menurut asumsi Fariz Mehdawi seharusnya adalah 1.172.500 / 3.761.000 = 31% dan hasil ini sangat jauh dari laporan PASSI.

Sementara itu, berdasarkan data dari laporan dari CIA, persentase umat beragama di Tepi Barat adalah 75% Muslim, 17% Yahudi, sedang 8% sisanya adalah Nasrani dan umat agama yang lain.

Kesimpulannya, kata pemilik blog tersebut,  apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi mengenai jumlah penduduk Palestina yang 50%nya beragama Yahudi adalah tidak benar. Ada kemungkinan beliau mengatakan hal tersebut untuk menarik simpati publik atas konflik yang sering terjadi dengan Israel, sehingga konflik tersebut berkesan murni masalah politik, atau beliau melakukan hal ini untuk menghindari meluasnya konflik yang mulai menjurus pada sentimen agama.

Fakta ini membuat kita dapat menguak misteri saling mendukung antara Jokowi dan Fariz. Masihkah anda “membeli” jualan Jokowi?

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (29 votes, average: 7,41 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Erwyn Kurniawan, S.IP
S1 FISIP Universitas Jurusan Ilmu Politik. Pernah menjadi wartawan dan selama hampir 3 tahun menjadi Redaktur majalah ESQ 165. Menulis di berbagai media online dan kumpulan tulisannya menjadi buku dengan judul Masihkah PKS Bermasa Depan? (Maghfirah Pustaka, 2013). Karya buku lainnya: Jejak Langkah Menuju Indonesia Emas 2020 (Arga Publishing, Mei 2008) dan menjadi Ghost Writer buku best seller: The Great Story of Muhammad (Maghfirah Pustaka, 2011). Saat ini sebagai Pemred www.kabarumat.com
  • amir

    wajar duta besar fariz, berpendapat begitu. selama ini dia khan dizona nyaman(sbg duta besar) yang gak ikut merasakan penderitaan rakyat gaza palestina yang selalu dapat ancaman israel. dan sepertinya dia lebih suka palestina tetap diajah israel….

  • Hegar Cikal Wiguna

    partai pks yang di kubu prabowo sudah banyak membantu palestina

  • Aguz Azis

    Mending ngak tinggi sekolah klo bgini.
    Dr pd sekolah tinggi tapi.. cuma mau ngejelekin orng lain.
    Rakyat tau kok mana pemimpin yg baik???
    Salam Dua Jari.

    • Muhyidin Kamil

      Bukan menjelekkan tapi ini jelas fakta…buka pikiran dan hati yg menerima…kl gak mengerti…jangan komentar asal2an…buktikan dong dengan fakta yang kalian punya…

    • Eagle Lubis

      kamu buka ulang debat kemaren di youtube, coba lihat segmenpertama, jokowi akan mendukung palestina, dan segmen ke 3, jokowi gak mau berurusan dengan masalah di laut cina, menurut mu apa tujuan dia memperjuangkan palestina sementara pepatah bilang ne ya Semut di sebrang lautan dilihat, gajah di depan mata tak terlihat. Kalau menurut aku dia hanya menunggangi Komplik Palestina demi kepentingan politik nya, terus ada lagi di segmen 5, yang tanya Tank siapa, kok malah Probowo yang di serang soal tank, itu bagi akau udah mulai mencuri perhatian ku untuk menentukan pilihan, tapi belum cukup karena waktu masih ada…. semoga aku tidak salah pilih nantinya.

    • Nabila Danish

      sekolah tinggi tp dbutakan oleh pencitraan..percuma boss..

  • ivanpramudya

    buat pak Erwyn kurniawan s.ip,selalu buruk sangka dengan orang lain pun tak di bolehkan dalam islam,harusnya kita sebagai umat yg beragama bisa berfikir positive dalam mencermati pemikiran orang lain agar kita tidak di rasuki pemikiran negative.

    • Bukan Aswaja Biasa

      tp jangan juga jualan palestina buat cari simpati orang islam pa… kelihatan sekali cari simpatinya, sedangkan orang dibelakangnya Phobia, ingat Wimar dg kasus terbarunya? sudah jelas sok bijaksana, tp memendam kebencian thdp Islam…

    • Muhyidin Kamil

      Bukan buruk sangka…kita mau menegakkan mana yang pembohong mana yang nggak..pake analisis..kita dikasih akal utk berpikir…untuk membedakan..

    • Eagle Lubis

      Coba buka debat kemaren di you tube, bandingkan segmen 1 dan 3, di segmen 1 jokowi mendukung palestina, nah di segmen 3 jokowi malah gak mau ikut campur komplik di Laut cina, apa maksudnya, pepatah bilang semut di sebrang lautan dilihat gajah di depan mata tak terlihat, kalau menurut akau di telah menunggangi Pales tina untuk tujuan politik nya, dan lihat lagi debat si segmen 5, yang tanya soal Tank siapa dan Yang di salahkan pendukung jokowi siapa, Aku makin gak menegrti fikiran para pendukung jokowi, yang pasti akau gak mau salah pilih, akau belum tentukan pilihan karena eak tu masih ada, semoga aku gak salah pilih di hari H nantinya.

    • enoskaco

      Klo menuduh jokowi kafirpun yang konsekuensi syariatnya lbh berbahaya saja mereka berani apalagi hanya menuduh jookowi berbohong ttg palestina.

  • Ibrahim Aji

    Mungkin pepatah “jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk” sudah tidak berlaku lagi zaman sekarang.

  • Muhyidin Kamil

    ini fakta bukan rekayasa dan pencitraan ala jokowi dan kroni2nya…pura2 mendukung palestina..mau menarik simpati??? Di dalam negeri aja gak mendukung perda syariat..malah mendukung tempat maksiat dolly…gimana mau mendukung palestina??? Tidak masuk akal dan tidak konsisten…jadilah pemilih yang cerdas…jangan fanatik tanpa dasar yang jelas…semoga Allah menjadikan Bapak Prabowo dan Bapak Hatta pemimpin yang amanah bagi negeri ini..aaminn..

  • apapun tulisan anda sy tdk akan memilih nomor 1 selama capresnya prabowo atau dari partai PKS.

  • edwardo silitonga

    semua ummat islam telah mengetahui bagaimana sejarah palestina.negara palestina telah lama merdeka yg di bawakan oleh para rasul.akan tetapi banyak negara non muslim yg ingin bermukim di daerah palestina,untuk membuat suatu keinginan mereka.akan tetapi keinginan non muslim tercapai.sehingga mereka dpt menguasai sebahagian daerah palestina.sebenarnya masih banyak yg saya ucap kan di posting ini,lain kali saya sambung kembali.saya mohon maaf maaf apabila posting saya ini salah.sekian dan terima kasih.

  • Inamul Hasan

    Marilah kita contoh sikap sosok Prabowo yang jujur dan ksatria saat beberapa kali debat Pilpres karena mengakui pendapat lawan politiknya. Prabowo menyatakan “kalau pendapat itu benar ya bilang setuju, kalau tidak benar ya tidak setuju. Masa harus selalu berbeda”.

    Yang harus kita semua cermati pernyataan tentang Palestina oleh jokowi diangkat bukan pada saat sesi pertanyaan mengenai Palestina, melainkan saat opening statement ( paparan Visi Misi ). Ini adalah sesi dimana orang harus menyatakan apa agenda yang akan dilakukan kalau dirinya menjadi presiden, dan seorang Jokowi menyebut secara specific tentang Palestina diawal, artinya dikepala jokowi dan kubunya masalah Palestina
    ini merupakan masalah penting padahal bisa saja dia menyebut tentang masalah Malaysia, Pasar bebas Asean, “KEBOCORAN-KEBOCORAN” dan banyak hal lainnya tetapi Jokowi memilih menyebut secara khusus tentang Palestina artinya Masalah Palestina bagi Jokowi itu sangat penting.

    Soal Palestina secara prinsip Indonesia pastinya mendukung perjuangan Palestina, sebagai contoh tidak ada ceritanya kedutaan Israel buka di Indonesia, bahkan baru ada isu mau buka saja sudah terjadi demo besar-besaran , tapi ini kan baru gerakan di tingkat masyarakat, sedangkan pernyataan/Klaim/Statement seorang calon kepala Negara baru
    kali ini kita dengar, keadaan Palestina sendiri di dunia international masih menjadi perselisihan, Baik tentang pengakuan sebagai Negara Palestina apalagi keanggotaannya di PBB, sebenarnya SBY pun sudah mengungkapakan hal tersebut, tetapi yang menjadi permasalah SBY melakukan itu ketika sudah menjadi presiden dan untuk 5 tahun kedepan beliau tidak menjabat kembali artinya apa??? Pernyataan seorang calon
    presiden ( Jokowi ) pastinya menjadi pernyataan yang sangat berani, disatu sisi mungkin dia akan mendapatkan dukungan positif dari kelompok yang pro Palestina tapi disisi lain contohnya dari sisi bisnis dia akan mendapatkan kesan negative dari negara-negara yang tidak pro Palestina, tapi keberanian mengeluarkan statement seperti ini merupakan keberanian yang seharusnya diambil oleh setiap calon President yang memang pro
    Islam ( Palestina ), karena pilihan harus dibuat dan tidak bisa menyenangkan semua pihak dan kali ini Jokowi mengambil pilihan tersebut.

    Lantas siapa pihak yang paling merasa terganggu dengan pernyataan itu ???
    pastinya Israel, karena dengan pernyataan Jokowi tersebut berarti Israel dan orang-orang yang berpihak kepada Israel harus mempertimbangkan dengan matang kemunculan sosok JOKOWI di Indonesia, apakah sosok JOKOWI itu sebagai teman atau lawan. Dan bagi saya ini menunjukan bahwa gossip yang bertebaran selama ini tentang Jokowi antek
    Israel manjadi isapan jempol. Sejujurnya untuk waktu yang lama dunia Islam international menunggu peran aktif Indonesia dalam masalah timur tenggah khususnya Palestina, dan pernyataan ini memberikan janji yang sangat luar biasa, bahwa kalau sampai saya ( Jokowi-JK ) memimpin, maka Indonesia akan berada garis terdepan dalam masalah Palestina ,pastinya zionesme sangat tidak suka sekali dan ini sangat menakutkan bagi mereka

    Menjadi sangat lucu sekali ketika statement ini muncul ada kalangan Islam yang
    malah justru marah-marah, ayolah seharusnya kita semua orang harus mendukung siapa saja yang ingin menyelesaikan konflik di Palestina, bahwa ini keluar dari mulut Jokowi saat debat Capres itu kan sangat penting , karena kapasitas Jokowi saat ini sebagai calon kepala Negara, sebenarnya kalau kita mau sedikit jujur Ini juga menunjukan satu hal
    bahwa siapa sebenarnya Jokowi, dan keberpihakan Jokowi dengan Palestina sudah terjalalin lama ini bisa dibuktikan dengan saat tim sepakbola Palestina bertanding di Solo.

  • dario

    Kalo Sebuah Media hanay membuat berita OPINI yang tak berimbang. maka hina dan Nista serta murahan Media itu. lebih2 yang mengelolanya dgn semangat menghujat serta tak menyajikan berita imbang….benar2 menyedihkan bila seorang anak bangsa yg pernah mengenyam bangku S2 berpikiran kampungan seperti ini…DAKWAI diri sendiri, lalu Dakwai orang lain…

  • DEWI

    kok bisa ya memutarbalikkan fakta tanpa ada henti2nya…apalagi selalu dilakukan dr akun2 yang mengatasnamakan islam…Astaghfirullah…kalo benci itu boleh saja..tidak semua org cocok dengan hal2 tertentu..tp jgn fitnah lah ingat matimu….Bu risma yg menutup doly itu notabene org PDI lho…saya pun bukan dr partai tersbt…tp setiap saya baca seolah partai politik yg mengatasnamakan agama. ..kok kerjanya cuma fitnah, jgn gunakan agamaku sebagai kedok politik kalian…!!!!!…jadikan agama sebagai landasan berpolitik, bukan sebagai kedok politik….ingat hidup cuma sebentar saja jgn berjalan sombong diatas muka bumi Allah ini…jgn merasa anda paling bersih sendiri……takabur namanya….

    • Fitra Fadilana

      justru media islam seperti ini mencoba ‘membuka mata’ saudara sesama muslim untuk lebih berpikiran rasional, bijak dan tepat pada saat menentukan pilihan pemimpin bangsa di masa depan. mana yang benar dan mana yang buruk di perlihatkan secara nyata semakasimal mungkin

  • Argo Kuswanto

    dengan secara tidak langsung pak jokowi menjual murah palestine demi menjadi president.

    tidak berfikir logic.

    mana mungkin . jokowi yang didukung penuh oleh bangsa yahudi ( zionis israel ) menyatakan dukungan untuk membebaskan palestina.

    anak tadika pun bakal tau hal demikian.

  • akhmad

    Menepuk Air Terpercik Muka Sendiri ^

    1. Jokowi dituduh Cina —-> Ternyata bapaknya Prabowo (Soemitro) yang blasteran Cina Jawa.
    2. Jokowi dituduh non Muslim —-> Ternyata ibu dan adik-adiknya Prabowo yang non Muslim.

    3. Jokowi dituduh Muallaf pas mau jadi Walkota Solo —-> Ternyata
    Prabowo yang Muallaf waktu mau menikahi Titiek Soeharto. …
    Lihat Selengkapnya
    ^ Menepuk Air Terpercik Muka Sendiri
    ^ 1. Jokowi dituduh Cina —-> Ternyata bapaknya Prabowo (Soemitro)
    yang blasteran Cina Jawa. 2. Jokowi dituduh non Muslim —-> Ternyata
    ibu dan adik-adiknya Prabowo yang non Muslim. 3. Jokowi dituduh Muallaf
    pas mau jadi Walkota Solo —-> Ternyata Prabowo yang Muallaf waktu
    mau menikahi Titiek Soeharto. 4. Jokowi dituduh antek Yahudi —->
    Ternyata Hashim (adik Prabowo) dan ARB yang anggota Rostchild
    Internasional, finansial Yahudi terbesar dunia yang ikut berperan
    menumbangkan rezim Moammar Khadafi di Libya. 5. Jokowi dituduh melanggar
    sumpah —-> Ternyata Prabowo dipecat dari TNI karena melanggar
    Sumpah Prajurit (tapi masih ga malu majang foto pakai seragam TNI). 6.
    Jokowi dituduh PKI —-> Ternyata Fadli Zon yang fanatis sama Karl
    Marx (bapaknya Komunis), sampai ziarah ke makamnya sambil bawa bunga
    segala. Dan ternyata Soemitro (ayah Prabowo) pernah terlibat
    pemberontakan PERMESTA/PRRI melawan Soekarno, sampai pernah diusir dari
    Indonesia, lari ke Singapura, eh anaknya kok ga malu niru-niru dandan
    kaya Soekarno ya… 7. Jokowi dituduh korupsi Bus —-> Kejagung
    bilang ga pernah panggil Jokowi karena memang pengadaan tanggung jawab
    kepala dinas sesuai Perpres 70 Tahun 2012 tentang pengadaan Barang dan
    Jasa Pemerintah. Justru kualisi gemuk yang ramai dengan para tokoh
    berkasus, mafia dan koruptor sudah sangat jelas yang mana. 8. Jokowi
    dari PDIP dituduh penjuat aset bangsa —-> Ternyata Soemitro (ayah
    Prabowo) yang merancang UU bagi Hasil 1960 yang menyebabkan Free Port
    bisa bercokol di Indonesia. 9. Jokowi dituduh Syi’ah —-> Ternyata
    Prabowo yang pernah bilang akan membela Syi’ah dan Ahmadiyah. FPI yang
    anarkis pun jelas-jelas ada di pihaknya. 10. Jokowi dituduh kerjanya
    pencitraan terus —-> Ternyata hasil kerja nyata Jokowi di Solo dan
    Jakarta bertabur penghargaan dan prestasi, justru Prabowo yang selama 7
    tahun terakhir sibuk pencitraan jadi bintang iklan macan asia di
    berbagai TV tanpa punya banyak prestasi nyata dalam mengurus rakyat. 11.
    Jokowi jadi imam solat difoto dituduh jual agama —-> Ternyata
    Jokowi memang sudah terbiasa jadi imam solat, ibunya pun ketua Majelis
    Ta’lim. Sengaja difoto oleh anak buahnya JK itu untuk menjawab fitnah
    Jokowi bukan muslim. Justru Prabowo yang ga pernah keliatan ada fotonya
    pernah jadi imam solat, ditantang adu ngaji oleh JK pun ga berani. 12.
    Jokowi dituduh capres boneka —-> Ternyata Prabowo yang pernah ngaku
    sendiri di salah satu kampanyenya kalo dia itu hanya wayang, Hashim
    dalangnya. 13. Dan masih banyak lagi fitnah kepada Jokowi yang sengaja
    ditebar para panasbung bayaran mereka di berbagai sosmed dan tabloid
    abal-abal. Fitnah memang biasanya dijual oleh mereka yang kurang percaya
    diri/kurang prestasi. Jadi beragam fitnah mereka adalah untuk menutupi
    kekurangan diri sendiri! #MariSelamatkanIndonesiaDariLautanFitnahDanPemimpinYangMenjualFitnahBukannyaPrestasi!!!

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General