Home / Narasi Islam / Hidayah / Kisah Nyata:Masuk Islam Karena Melihat Muslim yang Santun dan Penyayang

Kisah Nyata:Masuk Islam Karena Melihat Muslim yang Santun dan Penyayang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Cici Anggara)
(Cici Anggara)

dakwatuna.com – Mahasuci Allah yang telah memberikan hidayah Islam kepada umat manusia di muka bumi. Dialah Allah yang membolak-balikkan hati setiap insan dan hanya Allahlah yang Maha Memberi hidayah.

Senin, 16 juni 2014 salah seorang anggota Rohis SMA N 2 Dramaga menemui kami, Bina Latih Dramaga (jaringan dakwah sekolah se-Dramaga). Mereka menyampaikan bahwa ada salah seorang teman yang ingin kembali kepada Islam, hingga kemudian kami pertemukan kepada imam besar masjid al-Hurriyah IPB.

Hari ini (Selasa, 17 Juni 2014) tepat setelah shalat Ashar berjamaah di masjid al-Hurriyah IPB yang dipandu oleh imam masjid, Ust E Syamsuddin. Ada seoarang yang bernama Kholisan Afate Simbolon telah kembali kepada Islam yang semula beliau penganut agama Kristen Protestan.

Kholisan adalah seorang siswa kelas XI jurusan IPS. Beliau aktif di beberapa organisasi, OSIS dan PRAMUKA. Beliau sangat aktif dan mudah bergaul. Beliau anak pertama dari 3 bersaudara. Semua anggota keluarga beliau beragama Kristen Protestan. Siswa asal Nanggung – Kabupaten Bogor ini masih memiliki kedua orang tua yang lengkap. Saat ini, beliau tinggal bersama teman dekatnya, Umar, salah satu Ketua Bidang Rohis SMA N 2 Dramaga.

Niat Kholisan untuk memeluk agama Islam sudah sejak kelas X, bahkan menurut beliau sudah sejak SMP. Kholisan adalah korban keluarga yang broken home. Sejak masih kecil, beliau selalu disiksa oleh ibunya. Ketika di SMA, beliau menemukan ada oase yang menyejukkan ketika melihat orang muslim yang santun, penyayang, suka menolong dan ajarannya suci. Berbeda dengan agama yang ia jalani selama ini banyak hal-hal yang “menyimpang” dan tidak nyaman, tutur beliau saat bercerita kepada kami. Niatnya sejak lama untuk memeluk Islam merupakan tantangan bagi Kholisan. Dulu, yang terfikir oleh beliau jika memeluk Islam, “Bagimana dengan kedua orangtua? Bagaimana yang membiayai sekolah, uang makan sehari-hari?” Dan banyak lagi yang berkecamuk di fikiran sang muallaf ini. Dengan kebulatan tekad, kejernihan hati dan tanpa dipaksa oleh siapapun, alhamdulillah kami mneyaksikan bagaimana keikhlasan dan kemauan beliau dengan keislamannya.

Allah Akbar,

Ya Allah, kami sangat bersyukur ketika Kau sapa saudara kami dengan hidayah-Mu. Kuatkan imannya dan kami seluruh umat muslim untuk senantiasa memperteguh ketakwaan,  memperkuat istiqamah serta memperkaya sabar yang berbuahkan ikhlas. Alangkah indahnya kasih-Mu, ya Rabb. Karena telah Kau tegur saudara kami dengan cinta-Mu.

Barakallah akhuna Kholisan Afate Simbolon. Semoga ikrar keislaman yang engkau ucapkan senantiasa memperteguh azam. Kami rindu dengan sosok Umar bin Khattab ketika Islam menyapanya beliau menjadi salah seorang garda terdepan sepanjang perjuangan Islam hingga syahid menjemputnya. Semoga, sosok Umar itu kami temukan dalam dirimu, wahai saudaraku. Sosok yang akan menyebarkan din di jagad raya ini.

Kami yang mencintau karena Allah

Bina Latih Dramaga dan Rohis SMAN 2 Dramaga

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Cici Anggara, S.pi
Dilahirkan di Kesugihan, juni 1991. Sudah menihkah dengan 1 istri bernama Ai Kustiani. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Sekarang bersama istri tinggal di desa Dramaga kecamatan Dramaga Kab Bogor.

Lihat Juga

Pelajar muslim

Dunia Islam Perlu Mendukung AS