Home / Narasi Islam / Dakwah / Agar Rumah Dakwah Berdiri Kokoh

Agar Rumah Dakwah Berdiri Kokoh

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com – Ini adalah sebuah cerita tentang sebuah rumah idamanku, rumah kayu yang selalu berhasil menghangatkan penghuninya. Rumahku ini memiliki beberapa ruangan-ruangan yang memiliki fungsi masing-masing. Semuanya saling mengisi dalam melaksanakan tugas dalam menjamin keberlangsungan hidup seisi rumah.

Rumahku ini memiliki halaman yang indah, begitu indah. Terdapat berbagai tanaman bunga di taman yang ada di halaman rumahku. Jadi, aku tak heran jika ada banyak orang di luar rumah sana yang sangat ingin mampir dan singgah atau bahkan memutuskan untuk menjadi bagian dari penghuni rumah yang indah ini.

Namun, banyak juga yang merasa iri melihat keindahan dan kerapian tatanan dalam rumah ini sehingga ingin menghancurkannya agar menjadi terlihat jelek, bahkan sangat jelek, di mata orang-orang sekitar rumahku, betapa jahatnya ia? Lihat saja kenyataannya. Aku sering melihat ada orang-orang yang mencoba mencoret-coret dengan berbagai warna yang tak punya makna, mencoba mengotori pagar rumahku dengan berbagai cara dan mencoba merobohkan pagar yang mengelilingi rumah ini. Pantas saja, ia sering terlihat kotor penuh coretan. Maka memang benar, ia harus lebih sering membersihkan diri agar tetap bersih, tak boleh malas untuk selalu rajin membersihkan diri.

Pagar itu, ah betapa kuatnya ia? Bagaimana bisa pagar rumahku tidak kuat? Sudah menjadi keharusan bahwa pagar rumah harus kuat karena berfungsi melindungi rumah beserta halaman rumahku agar rumah dan halamanku yang indah tidak dikotori atau dirusak oleh pengacau jahat yang berniat buruk pada seisi rumah.

Bayangkan, bagaimana bisa ia akan mampu melindungi rumah beserta isinya jika ia sendiri rapuh dan mudah patah? Jangankan bisa melindungi rumah seisinya, bahkan menopang dirinya sendiri dan kawanannya pun ia tak mampu. Karena ternyata, ia tak sekuat yang seharusnya. Jika itu terjadi, mungkin saja pagar kayu yang berjajar rapi mengelilingi halaman rumah yang tadinya terpasang kuat, bisa jadi suatu ketika akan roboh jika tak mampu menguatkan dirinya untuk tetap berdiri tegak melindungi rumah dan halamanku yang indah ini.

Duh, apa jadinya jika kemudian ia menjadi goyah dan tak lagi sekuat dulu dan lama kelamaan ia akan tumbang? Semoga pagarku tetaplah kuat menopang dirinya dan kawanannya agar tetap berdiri tegak dan kuat untuk melindungi rumah seisinya beserta taman di halaman rumahku yang indah.

Jika perumpamaan rumah idamanku di atas adalah bangunan dakwah, maka setiap diri para aktivis dakwah yang bertugas menjadi penjaga dakwah harus merupakan barisan yang kokoh, berjejer rapi, rapat dan tak bercelah. Ruhiyahnya mantap, keimanannya teguh dan keshalihannya memancarkan cahaya kebaikan pada lingkungan sekitar dimana ia berdiri tegak menghadapi gangguan-gangguan yang ada.

Ia tak mudah tumbang dan tak mudah roboh. Karena keberlangsungan kehidupan di dalam “rumah dakwah” bergantung pada seberapa kuat dan tangguhnya pagar menjaga sang “rumah” dari tangan-tagan jahil yang bermaksud iseng mengganggu, merusak tatanan rumah yang sudah rapi, ataupun memporakporandakan dan menghancurkan keberhasilan dakwah yang telah sukses dicapai. Bayangkan jika pagarnya mudah roboh, maka hampir dapat dipastikan bahwa ini akan membahayakan bagi bangunan dakwah yang telah terbangun dan juga mengancam seluruh penghuni “rumah dakwah”. Na’udzubillah.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh(QS. ash-Shaff: 4)

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan UI Angkatan 2010 | Kaderisasi Salam UI 2014 | DPM UI 2013 | BPM FIK UI 2012 | FPPI FIK UI 2011 | BEM FIK UI 2011 | Lembaga Dakwah Sahabat Asrama UI 2010

Lihat Juga

Hubungan Baik Dakwah Sekolah dan Kampus