Home / Berita / Daerah / MUI: Tak Ada Hubungan Kolom Agama di KTP dan Diskriminasi

MUI: Tak Ada Hubungan Kolom Agama di KTP dan Diskriminasi

KTP Elektronik (inet).  (siaksatu.com)
KTP Elektronik (inet). (siaksatu.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan tidak ada hubungannya antara kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan perlakuan diskriminasi. “Tidak ada hubungannya antara kolom agama dan diskriminasi. Justru dengan adanya kolom agama itu banyak manfaatnya,” ujar Amidhan di Jakarta, Jumat (20/6).

Kolom agama, sambung dia, memudahkan pemerintah untuk melakukan pembinaan umat beragama dan memudahkan seseorang dalam pergaulan. “Kolom agama bukan untuk diskriminasi tapi transparansi,” tegas dia.

Agama, kata dia, seharusnya bukan menjadi sesuatu yang perlu ditakutkan. “Sekarang, kalau ada orang pakai peci hitam. Peci hitam sudah jadi ciri nasional. Jadi bukan hanya Islam. Sulit mengetahui agama seseorang jika tidak ada kolom agama. Kolom agama itu bertujuan untuk menghargai pemeluk agama lain,” jelas dia.

Polemik mengenai kolom agama di KTP sudah berlangsung sejak satu dekade lalu. MUI sendiri keberatan jika kolom agama dihapuskan dari KTP.

Sebelumnya, Direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia mengatakan kolom agama dalam KTP kerap dipolitisasi dalam berbagai kepentingan jangka pendek. “Misalnya, pegawai yang berlainan agama susah untuk naik pangkat,” kata Musdah.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kolom agama di KTP tidak ada gunanya. Basuki mengatakan ada banyak aliran agama yang dianut oleh penduduk Indonesia. Tak jarang aliran-aliran tersebut menafsirkan ritual agamanya dengan sangat berbeda.

“Jadi terlalu naif, jika pemerintah hanya mengakui beberapa agama saja dan membatasi penduduknya untuk memilih agama,” jelas Basuki. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 6,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Cina Khawatir Unjuk Rasa Dukung Muslim Uighur di Turki