Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ramadhan oh Ramadhan

Ramadhan oh Ramadhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Marhaban ya Ramadhan (ilustrasi).  (lintas.me)
Marhaban ya Ramadhan (ilustrasi). (lintas.me)

dakwatuna.com – Tinggal menghitung hari, bahkan jam, Ramadhan akan segera menghampiri kita. Cukupkah umur kita sampai ke sana? Sudah siapkah kita menuai segala kebaikan yang terkandung di dalam Ramadhan secara maksimal? Atau, justru kita hanya terbawa hawa nafsu belaka yang selalu mendekati kita? Umat Nabi Muhammad SAW hanya berumur sekitar 60-65 tahun saja, waktu yang cukup singkat memang, namun sangat berharga.  Bagaimana kalau kita bandingkan dengan umat Nabi Nuh As yang mencapai 950 tahun? Walaupun, umur umat Nabi Muhammad hanya  sekitar  60-65 tahun, namun dari umur yang sedikit itulah banyak sekali kebaikan serta pahala berlimpah yang dapat dipetik secara berlipat ganda. Salah satunya di bulan Ramadhan dengan adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Bulan Ramadhan adalah bulan syukur atas turunnya al-Quran pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, puasa yang diwajibkan bagi umat Islam adalah di bulan Ramadhan, bukan di bulan Syawal, Rajab maupun bulan yang lainnya. Namun, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana kita bisa mencapai kualitas Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya? Sehingga yang kita dapatkan ketika berakhirnya bulan Ramadhan adalah keistiqamahan menjadi mukmin sejati.

Rasulullah telah lebih dahulu mencontohkan bahwa beliau mempersiapkan Ramadhan dari jauh-jauh hari. Seringkali banyak orang-orang yang tidak mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan. Sehingga, yang mereka dapatkan sama saja, bahkan cenderung menurun dari bulan puasa sebelumnya. Ketika masuk bulan Ramadhan baru, dia masih sama seperti itu. Tahun berikutnya seperti itu juga. Berikutnya seperti itu juga, dan seterusnya. Ini menjadi pertanyaan besar, ada apa sebenarnya? Ibarat sebuah aki yang sudah habis, ketika diisi kemudian tidak bisa digunakan, diisi lagi tidak bisa digunakan lagi, diisi lagi tidak bisa juga. Mungkin seperti itu kalau diibaratkan manusia yang memasuki bulan Ramadhan tiap tahun, namun tidak ada perubahan dalam dirinya.

Marhaban ya Ramadhan. Layaknya sebuah perlombaan atau pertandingan dalam tim ataupun individu, pastinya sejak dari jauh-jauh hari pasti telah dipersiapkan apa saja yang dibutuhkan, serta strategi apa yang harus diterapkan. Sehingga akhirnya bisa meraih kemenangan di pertandingan tersebut. Begitu juga ketika Ramadhan datang, kita harus mempersiapkan sebaik mungkin apa saja yang dibutuhkan sehingga dapat meraih sukses di Ramadhan.

Banyak orang yang tidak menetapkan target dan tujuan di awal, mau di bawa ke mana Ramadhan kali ini? Bahkan, ada yang ketika ditanya mau mengkhatamkan berapa juz Ramadhan kali ini, dia malah bingung. Tujuan dan target di awal menjadi begitu sangat penting. Oleh karena itu, tulislah target dan tujuan anda.  Tetapi tidak sebatas itu. Karena tanpa semangat juang yang tinggi, mustahil target dan tujuan dapat tercapai. Mustahil Thariq bin Ziyad dapat menaklukkan Spanyol tanpa semangat juang yang tinggi. Mustahil James Watt dapat menemukan bola lampu tanpa semangat juang tinggi. Mustahil Christiano Ronaldo menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia tanpa semangat juang yang tinggi.

Ramadhan adalah bulan pembinaan intensif. Kita dibina untuk meraih derajat ketakwaan melalui satu paket program yang harus kita jalankan dengan sempurna selama satu bulan penuh tanpa melewatkan satu detik pun di bulan Ramadhan. Karena keutamaan satu detik di bulan Ramadhan lebih baik daripada satu tahun kita hidup. Oleh karena itu, janganlah disia-siakan. Inti dari kegiatan Ramadhan adalah ibadah, dan inti dari ibadah adalah perubahan. Perubahan dari yang kurang baik menjadi baik. Perubahan dari yang setengah menjadi satu, dari yang anak-anak menjadi dewasa, dari gelisah menjadi tenteram. Orang yang sukses Ramadhannya adalah perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Karenanya, marilah kita jadikan bulan Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik, lebih indah dan lebih memesona. Aamiin.

Wallahu A’lam.

Semoga bermanfaat untuk semua.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Fahmi Zainal
Mahasiswa UNJ. Sekarang aktif di BEM FE UNJ.

Lihat Juga

(Video) Erdogan Melepas Kepergian Kawan Karibnya dengan Tilawah Al-Quran