Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Berani Bermimpi

Berani Bermimpi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Waktuku sekarang bukan hari, bukan jam, bukan menit

Tapi, waktuku detik

Bukankah waktu itu dirangkai dari jutaan detik?

Bukankah detik itu tak akan berhenti ketika kau bilang STOP!

 

Ayolah kawan,

Mungkin aku terlalu idealistis memandang dunia ini

Mungkin, aku adalah seorang pemimpi ulung

Tapi, bukankah seperti itu sejatinya kita diciptakan di dunia ini

Untuk menjadi pemimpi dan pemimpin

Memimpin mimpi kita agar jadi nyata

 

Ayolah kawan,

Mungkin kau akan tertawa mendengar pemikiranku

Mungkin kau akan memandang remeh diriku saat ini

Tapi, kita tak tahu hal apa yang menanti di depan nanti

Bukankah hidup ini penuh dengan rahasia

Penuh dengan teka teki

Mungkin, kau akan mentertawakan aku sekarang

Tapi mungkin juga kau akan terdiam nanti

 

Tapi percayalah kawan,

Selagi kau punya mimpi

Kau tidak akan kehilangan arah

Karena mimpimulah yang akan menuntunmu dan menjadi cahaya terang dalam perjalananmu

 

Bukankah setidaknya dari perjalanan mimpimu

Kau menemukan arti hidup

 

Bukankah setidaknya dari perjalanan mimpimu

Kau menemukan sang pemimpi lain yang memiliki pemikiran hebat sepertimu

 

Bukankah setidaknya dari perjalanan mimpimu

Kau menemukan hal yang baru di luar sana

 

Memang, realita dunia ini akan membuat pemimpi takut bermimpi

Tapi, hanya orang kuatlah yang akan meneruskan mimpinya

Karena memang seperti itulah dunia

Kau akan diseleksi, hingga pejuang sejatilah yang menjadi pemenangnya

 

Lupakah kau akan perjuangan Thomas Edison yang terus berjuang menggapai mimpinya hingga kau bisa mendapatkan penerangan di rumahmu saat ini?

 

Lupakah kau akan perjuangan Hellen Keller yang selama hidupnya tak bisa melihat dan mendengar tetapi dia bisa menjadi seorang pengacara ternama kelas dunia?

 

Dan yang terpenting,

Lupakah kau akan perjuangan murrabi agung kita, Nabi muhammad saw, yang terus berjuang mendakwahkan Islam? Yang tidak pernah gentar akan cacian, makian, hinaan, kekerasan yang diterimanya? Beliau tetap teguh mewujudkan mimpinya untuk menjayakan Islam sehingga kita memiliki peradaban yang mulia saat ini

 

Ya, Semua itu sejatinya karena mimpi

 

Lalu, masih takutkah kau bermimpi, kawan?

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Haura Aina Jannah
Farmasis yang berjiwa sosial, suka terhadap tantangan dan hal baru. Memiliki salah satu mimpi menjadi penulis yang memberikan motivasi bagi pembacanya.

Lihat Juga

Lembaga Dakwah Membina Hubungan dengan Pers