Home / Berita / Nasional / Catatan Kader PDIP, Jokowi-JK Inkonsistensi

Catatan Kader PDIP, Jokowi-JK Inkonsistensi

Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Pasangan Capres-Cawapres yang diusung PDPI.  (rimanews.com)
Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Pasangan Capres-Cawapres yang diusung PDPI. (rimanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pernyataan mengejutkan datang dari Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pupung Suharis terhadap pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang diusung partainya. Pupung menilai bahwa pasangan Jokowi-JK tidak konsisten dalam banyak hal.

Pupung memberikan catatan kelam untuk rekam jejak Jokowi-JK. Dimulai dari Jokowi, Pupung menyebut adanya perjanjian Batu Tulis 2009.

Dalam kerja sama politik PDIP dengan Gerindra itu menetapkan Prabowo sebagai capres 2014 didukung PDIP.

“Jokowi tahu persis perjanjian Batu Tulis. Tapi ditabraknya juga. Padahal, Prabowo yang perjuangkan Jokowi agar diterima Mbak mega. Saya saksinya,” ungkap Pupung di Jakarta, Rabu (18/06/2014) dikutip dari inilah.com

Itu baru satu. Bentuk inkonsistensi Jokowi lainnya, lanjut Pupung, terkait janji politik dalam Pilgub DKI Jakarta. Jelas-jelas, Jokowi berjanji akan memimpin Jakarta satu periode, membenahi masalah besar di ibu kota.

“Tapi Jokowi kan mencla-mencle. Bahasa Jawanya, isuk dele sore tempe (pagi kedelai sore tempe). Apakah kita rela dipimpin politisi yang tidak konsisten. Kasihan rakyat kita,” terangnya.

Sedangkan Jusuf Kalla, di mata Pupung, setali tiga uang. Dalam debat pilpres 2009, JK pernah ditanya soal rencananya apabila kalah dalam pilpres. “Seingat saya, JK bilang mau pulang kampong, momong cucu. Nah, sekarang kok nyalon lagi. Berarti nggak konsisten kan,” kata Pupung.

Politikus yang amanah, lanjut Pupung, memiliki watak yang konsisten. Bahwa perkataan, perbuatan serta sikapnya adalah senada dan seirama. Kalau tidak amanah, sifatnya berkebalikan. Seperti ditunjukkan pasangan nomor dua Jokowi-JK.

“Modal utama pemimpin adalah konsistensi. Dan konsistensi ini menyangkut watak. Kalau ada politisi yang tidak konsisten, ya nggak bakalan berubah. Akan nggak konsisten terus,” tandasnya. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Menolak Cuti selama masa kampanye. bersama wagub Djarot Saiful Hidayat.(metrotvnews.com)

PKS: Kalau PDIP Bersatu dengan Ahok, Itu Keajaiban di Luar Nalar Kita Semua

Organization