Home / Berita / Daerah / Mensos: Dolly Umurnya 100 Tahun, Wajar Kalau Harus Innalillahi

Mensos: Dolly Umurnya 100 Tahun, Wajar Kalau Harus Innalillahi

Mensos Salim Segaf Al Jufri saat menghadiri Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly, Rabu (18/6/14).  (detik.com)
Mensos Salim Segaf Al Jufri saat menghadiri Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly, Rabu (18/6/14). (detik.com), tutup

dakwatuna.com – Surabaya.  Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengacungkan jempol kepada kepala daerah di Jawa Timur, mulai dari Gubernur hingga Wali Kota Surabaya, yang telah berhasil menutup lokalisasi yang melegenda, Dolly.

“Yang hadir di sini mereka yang mengukir sejarah. Saya dengar Dolly ini umurnya 100 tahun. Kalau manusia sudah lanjut usia. Jadi wajar kalau sudah harus innalillahi wa innaillaihi rojiun,” kata Mensos Salim dalam sambutannya di deklarasi penutupan lokalisasi Dolly, di aula Islamic Center, Jl Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/6/2014) malam.

Salim memberikan gambaran kehidupan di Tiongkok dimana mayoritas warganya tidak beragama namun tidak ada prostitusi di wilayah tersebut. Berbeda dengan Indonesia yang agamis namun bertebar lokalisasi.

“Tapi kita tidak boleh pasrah,” kata politisi PKS ini.

Dia menambahkan, Kementerian yang dipimpinnya sudah sejak 2-3 tahun lalu serius menangani permasalahan-permasalahan sosial. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

cuplikan-video-kumandang-adzan-pertama-di-swedia

(Video) Benarkah Kabar “Ada Masjid yang Ditutup di London Lalu Mengeluarkan Suara Adzan”?