Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Masalah Seindah Pelangi

Masalah Seindah Pelangi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Pagi yang cerah dengan pancaran sang mentari dari ufuk timur menyebarluaskan cahaya ke seluruh penjuru bumi dihiasi tetesan rintik-rintik hujan menyempurnakan kesyahduan di pagi hari. Tatkala sang mentari menyinari bumi terhalangi oleh tetesan hujan terdapat sebuah tanda kebesaran-Nya. Sebuah lengkungan besar terlukiskan di ufuk barat. Lengkungan yang dilukiskan dengan berbagai macam warna semakin indah dilihat oleh mata manusia.

Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu adalah sederetan warna yang mengihasi lengkungan tersebut. Warna-warna itulah yang mempercantik diri sang pelangi. Apa yang akan terjadi jika pelangi hanya memiliki satu warna? Mungkin, manusia tidak akan pernah melihat keindahan pelangi. Manusia hanya melihat sebuah lengkungan berwarna dengan satu warna.

Salah satu tanda kebesaran-Nya yang tak bisa dipungkiri oleh manusia. Lewat pelangi, Dia menunjukkan keagungan-Nya, kekuasaan-Nya dan keberadaan-Nya. Tak sadarkah manusia dengan tanda-tanda itu?

Di dalam buku Pedoman Umat Muslim tertuangkan dengan jelas, tanda-tanda kebesaran-Nya hanya akan disadari bagi orang-orang yang berpikir. Apakah kita sudah berpikir akan tanda-tanda–Nya?

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. al-Baqarah [2]: 164)

Hanya orang-orang berpikirlah yang akan mengetahui tanda-tanda kebesaran-Nya melalui berbagai fenomena yang terjadi di alam. Salah satu fenomena yang terjadi ketika hujan turun ketika matahari memancarkan cahayanya, yakni pelangi.

Semua orang pasti mengenal pelangi. Namun, tak semua orang memahami pesan yang terkandung di dalam pelangi. Pesan indah telah tertuliskan pada pelangi yang akan dipersembahkan kepada manusia yang berpikir untuk memahami hikmah dibalik pesan indah tersebut.

Salah satu pesan indah yang diajarkan oleh pelangi yakni pelangi tak akan pernah terlihat indah pada saat hanya memiliki satu warna. Keindahan pelangi terdapat pada bercoraknya warna yang menghiasi dirinya sehingga membuat mata manusia tak jemu untuk memandangnya.

Dianalogikan pada kehidupan manusia. Apabila manusia menginginkan kehidupan yang indah maka kehidupan yang dilalui oleh manusia harus dengan bermacam warna. Berbagai macam warna itulah yang tidak akan membuat manusia hidup secara datar. Namun sebaliknya, berbagai macam warna kehidupan itu akan membentuk keindahan kehidupan manusia.

Masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia itulah warna-warna yang menghiasi kehidupan manusia. Dari masalah-masalah itu yang akan mendidik langsung setiap manusia agar lebih bijak dan dewasa dalam mengarungi kehidupan di dunia.

Setiap orang memiliki masalah masing-masing. Namun, tak setiap orang mampu dengan tenang menyelesaikan masalah-masalah yang menimpa dirinya. Hanya segelintir orang yang mampu menghadapi masalah yang mewarnai hidupnya dengan tenang. Sebab dia mengembalikan semua yang dia miliki kepada-Nya. Dia yakin bahwa semua yang ada pada dirinya hanyalah titipan Ilahi semata

“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un’ (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). “(QS. al-Baqarah: 156)

Dengan mengakui dan mengembalikan semua yang ada di dunia ini kepada-Nya, maka akan mendekatkan diri ini pada ketakwaan yang akan berujung pada ketenangan hati dan kebahagiaan.

Susah-senang, sedih-gembira, suka-duka itu juga merupakan warna-warni yang menghiasi kehidupan agar manusia tidak hanya mewarnai kehidupan dengan satu warna.

Bayangkan, jikalau kehidupan ini hanya berisi kebahagiaan, bagaimanakah kita akan belajar arti kesabaran dengan kesedihan dan berbagai masalah? Begitu pula jika hidup ini hanya berisi kesedihan, bagaimana pula kita akan belajar arti bersyukur melalui kebahagiaan yang mampir walaupun hanya sejenak?

Bukankah bersabar dan bersyukur akan mendekatkan diri kita pada keridhaan-Nya? Warna-warna kehidupan itulah yang akan mempercantik akhlak dan pikiran manusia. Jika warna-warna itu digoreskan dengan berbagai kebaikan.

Tatkala sedih, tetap bersabar dan berbaik sangka kepada-Nya. Tatkala  bahagia, bersyukur dan tetap ingat kepada-Nya.

Pelangi mengajarkan kita agar hidup dihiasi dengan warna-warna agar indah ketika dijalani. Layaknya pelangi yang akan tetap indah dipandang ketika dia muncul terbentang di langit.

Sunnatullah terjadi pada kehidupan manusia. Ada kalanya, manusia berada di bawah dengan berbagai masalah dan ujian. Ada kalanya pula, manusia berada di atas dengan berbagai kebahagiaan. Namun, inti semua warna itu agar membuat manusia semakin dekat kepada Sang Pencipta. Bukan sebaliknya, membuat manusia semakin menjauh dari-Nya.

Keindahan pelangi akan membuat mata ini tak jemu-jemu untuk memandang bahkan mengabadikannya lewat kamera agar tetap bisa dilihat walaupun hanya lewat foto. Sebab keindahan itu menyejukkan mata dan menenangkan hati.

Bukankah Allah Mahaindah dan menyukai keindahan? Mengapa diri manusia tak mampu hidupnya berwarna agar menjadi lebih indah?

Seorang tokoh nomor satu di dunia dan di akhirat telah mengajarkan kepada kita dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Muslim, “Sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai segala keindahan.”

Jadikanlah hidup ini berwarna layaknya pelangi yang diliputi berbagai warna. Agar tampak indah dipandang mata. Dari keindahan warna hidup itulah, kita akan merasakan Kemahaindahan-Nya.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aulia Rahim
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Disela-sela menuntut ilmu sebagai mahasiswa diberikan amanah oleh dekanat menjadi reporter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Lihat Juga

E-Commerce Solusi Bagi UMKM