Home / Narasi Islam / Dakwah / Bersabarlah Dalam Dakwah

Bersabarlah Dalam Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya(QS. al-Baqarah: 45-46)

Perintah untuk bersabar diulang oleh Allah di dalam al-Quran sebanyak ratusan kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya sikap sabar dalam kehidupan. Perintah untuk bersabar kerap disandingkan dengan perintah untuk shalat. Seperti yang difirmankan oleh Allah, bahwa sabar itu berat untuk dijalani kecuali oleh orang-orang yang khusyu’. Kita dituntut untuk bersabar di setiap waktu dan kondisi yang terjadi pada kehidupan kita.

Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar(QS. al-Baqarah: 153)

Merupakan sebuah keniscayaan dalam hidup, bahwa setiap manusia pasti akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Setiap diri kita akan diuji pada titik-titik kelemahan kita agar Allah mengetahui siapa yang berhak untuk dinaikkan derajat ketakwaannya dan mana hamba yang masih harus diuji pada titik yang sama karena belum mampu melampaui ujian yang diberikan. Ingatlah, Allah akan terus menguji pada persoalan yang sama, selama kita belum mampu melewatinya, hingga kita berhasil melaluinya dengan baik.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya  Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS. al-Ankabut: 2-3)

Dalam konteks dakwah, kita biasa menemui berbagai problematika dakwah. Ada masalah yang datang dari diri kita sendiri yang mungkin sedang lemah dan futur. Ada juga masalah yang hadir di antara sesama penggiat dakwah. Ada juga tantangan dakwah yang datang dari lingkungan di luar sistem dakwah.

Sebagai aktivis muslim, kita tahu bahwa kita harus tetap berusaha menyampaikan berita gembira dan peringatan (amar ma’ruf nahi munkar) kepada lingkungan sekitar. Seperti yang telah diperintahkan oleh Allah. Kita harus menyadari, diingat-ingat dalam pikiran dan terus dihujamkan ke dalam jiwa, bahwa dakwah akan tetap terus berjalan meski bersama atau pun tanpa diri kita.

Maka, pilihannya kini hanya ada dua, yaitu bergerak atau tergantikan. Ingin menjadi air yang mengalir, suci dan menyehatkan, ataukah air yang menggenang dan mendatangkan penyakit? Tentunya, kita ingin menjadi yang bermanfaat dan tak mendatangkan mudharat, kan? Maka, pastikan diri kita terus bersemangat dalam berjuang bersama para muharriq dakwah lainnya yang juga memiliki visi da’awi yang sama. Berjuang bersama-sama bersama mereka tanpa kenal lelah.

Terkadang, mungkin kita saja yang terlalu cepat bosan, terlalu sering mengeluh, lalu melangkah gontai. Tak lagi bergairah, tak lagi bersemangat, dan semakin gelisah tak tentu arah. Bahkan, jika tak segera diberi suntikan semangat, sangat mungkin kita akan buru-buru memutuskan untuk memilih berputus asa dan berhenti, lalu mengambil posisi di barisan belakang atau bahkan mundur teratur dari medan juang. Kemudian memilih menyepi, menyendiri, dan memisahkan diri dari rombongan. Padahal, mungkin kita hanya butuh sedikit lebih bersabar untuk terus berjalan. Karena bisa jadi, sesungguhnya jalan keluar dari masalah dan tantangan dakwah kita ada di pintu selanjutnya. Tak ingatkah dengan perintah Allah, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Tuhanmu.

Maka, tetaplah teguh di jalan dakwah. Karena jalan inilah yang akan mengantarkan kita ke surga. Kita hanya perlu sedikit menahan diri dari keputusasaan dan lebih bersabar dalam menghadapi setiap problematika dan tantangan dakwah yang datang silih berganti.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janji (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS. at-Taubah: 111)

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan UI Angkatan 2010 | Kaderisasi Salam UI 2014 | DPM UI 2013 | BPM FIK UI 2012 | FPPI FIK UI 2011 | BEM FIK UI 2011 | Lembaga Dakwah Sahabat Asrama UI 2010

Lihat Juga

Kajian Core Competence Dakwah Kampus